perbedaan stakeholder shareholder dan stockholder

JenisJenis Shareholder. Ada dua jenis shareholder yang perlu kalian ketahui, yakni common shareholder dan preferred shareholder. 1. Common shareholder. Common shareholder adalah pemilik saham biasa sebuah perusahaan. Mereka merupakan tipe pemegang saham yang lebih lazim dan memiliki hak untuk memilih pada hal-hal yang menyangkut bisnis perusahaan. perbedaanstakeholder dan shareholder Archives - Glints Blog Scroll Up Untukitu, yang diperlukan dalam sebuah perusahaan adalah bagaimana mensinergikan kepentingan shareholder dengan kepentingan stakeholder lainnya, sehingga memberikan manfaat optimal bagi semua pihak. Namun, tentu saja tidak berarti bahwa perusahaan harus memikirkan kepentingan stakeholder lainnya diatas kepentingan pemegang saham. Stakeholderprimer (Utama) Jenis stakeholder satu ini adalah pemangku kepentingan yang mempunyai ikatan kuat dengan penyusunan proyek, program, maupun kebijakan. Stakeholder ini merupakan penentu paling utama dalam pengambilan keputusan. Contoh yang termasuk pemangku kepentingan primer: Manajer public. Masyarakat. Berikutini merupakan perbedaan shareholder, stockholder, dan stakeholder: Shareholder/ stockholder mempunyai saham finansial di perusaahan, sedangkan stakeholder memiliki kepentingan dalam hal finansial perusahaan atau tidak sama sekali; Shareholder juga bisa berperan sebagai stakeholder, tetapi stakeholder tidak merupakan bagian dari shareholder. Telecharger Rencontre Avec Joe Black French Dvdrip. Definisi Shareholder atau Stockholder Secara umum, shareholder atau stockholder adalah pemegang saham disuatu perusahaan tertentu sehingga kehadirannya begitu penting. Hal ini yang kemudian membuat shareholder banyak dibutuhkan oleh perusahaan atau investor lain karena kehadirannya dapat membuat modal yang dimiliki menjadi meningkat. Umumnya, shareholder ini dapat dipegang oleh seseorang atau pun badan hukum. Pemegang saham ini saling berkaitan dengan stakeholder. Mereka kadang bekerjasama untuk memperoleh keuntungannya masing-masing. Ada hak-hak khusus yang dimiliki oleh seorang pemegang saham ini shareholder. Misalnya seperti memberikan suara saat pemilihan pimpinan, hak untuk mendapatkan pembagian hasil dividen, berhak untuk membeli saham baru jika diperlukan, berhak atas aset perusahaan dan lain sebagainya. Baca juga Otoritas Jasa Keuangan Latar belakang, definisi, asas-asas, tugas dan peran OJK Definisi shareholder atau stockholder menurut para ahli Berikut adalah beberapa ahli yang ikut mengemukakan pendapatnya mengenai definisi shareholder, antara lain yaitu 1. Prof. DR. Sukmawati Sukamulja Menurut pendapat beliau, definisi shareholeder adalah keterlibatan seorang individu atau pun kelompok dalam memperoleh kekayaan perusahaan menjadi optimal, hal ini juga dapat kita sebut sebagai istilah maximize company’s wealth. Shareholder dengan stakeholder mempunyai hubungan yang sangat erat dan saling mendukung satu sama lain. 2. Kamus Bisnis “bussiness dictionary” Didalam kamus bisnis ini menyatakan bahwa definisi stockholder merupakan pemegang satu atau lebih dari satu saham dalam suatu perusahaan. Saham dapat miliki oleh beberapa orang, organisasi atau bahkan dirinya sendiri. 3. Cambridge dictionary Didalam kamus ini menyatakan bahwa definisi stockholder adalah saham yang dimiliki oleh seseorang, hal tersebut juga membuatnya menjadi memiliki keuntungan atau laba dan berhak untuk mengeluarkan pendapat atau suara terhadap perusahaan. 4. Accounting coach Menurutnya, definisi stockholder adalah pemilik saham. Stockholder ini mempunyai sifat terpisah dari perusahaannya, hal tersebut berkaitan dengan surat hutang piutang. Baca juga ERP Enterprise Resource Planning Definisi, manfaat dan kelebihannya Perbedaan Shareholder, Stockholder dan Stakeholder Pada umumnya fungsi yang dimiliki oleh ketiga istilah ini hampirlah sama. Simak perbedaannya berikut ini • Shareholder merupakan pemegang saham keuangan finansial. • Stockholder kadang memiliki peran dalam saham finansial, kadang tidak. • Shareholder dapat menjadi stakeholder. • Stakeholder tidak dapat menjadi shareholder. • Semua tindakan yang dilakukan perusahaan akan berdampak langsung pada shareholder. • Semua tindakan yang dilakukan perusahaan akan berdampak langsung maupun tidak langsung pada stockholder. • Shareholder hanya akan terkena dampak atas tindakan perusahaan saja. • Stockholder memiliki tanggung jawab atas dampak yang terjadi pada perusahaan. • Sebagian perusahaan dimiliki oleh shareholder, sedangkan stockholder tidak. Contoh Shareholder Seperti apa yang telah dijelaskan pada penjelasan sebelumnya bahwa shareholder memiliki peran yang sangat penting dalam perusahaan. Dengan kata lain, shareholder merupakan pemegang kepentingan dan saham utama. Sedangkan pada stakeholder merupakan seseorang atau kelompok yang berkepentingan atas hal tersebut. Adapun contoh dari stakeholder yaitu • Staff • Supplier • Pelanggan perusahaan • Keluarga karyawan • Dan lain-lain Tanpa shareholder pun sebenarnya perusahaan dapat tetap berjalan. Dengan kata lain organisasi atau perusahaan tersebut hanya memiliki stakeholder saja. Misalnya adalah universitas yang didalamnya terdapat mahasiswa, administrator, dosen dan staff lainnya. Baca juga Teori Kendala Definisi, bentuk-bentuk, konsep, faktor dan tahapan teori kendala Teori Shareholder Teori ini dicetuskan oleh Smerdan, ia menyatakan bahwa meningkatkan value dari pemegang saham shareholder merupakan hal yang paling utama. Inilah yang mengakibatkan para perusahaan lebih mementingkan urusan dari para pemegang saham tersebut daripada urusan lainnya seperti pegawai atau karyawan, pelanggan atau konsumen, pemasok atau produsen, lingkungan dan lain sebagainya. Antara pemegang saham shareholder dan manajemennya saling bersinergi, mereka bersama-sama meraih tujuannya, yaitu meningkatkan nilai atau value perusahaan, keuntungan atau laba serta mengurangi resiko kerugian. Dalam pelaksanaannya, manajemen akan mengatur semua sumber daya yang dimiliki. Simak berikut ini • Aset Fisik physical capital • Pegawai atau karyawannya human capital • Gedung structural capital • Dan lain-lain Apabila segala sumber daya itu dapat dimanfaatkan dengan maksimal dan optimal maka perusahaan akan mendapatkan nilai tambah “value added” tersendiri. Hal itu yang kemudian dapat menyebabkan kinerja keuangan menjadi sangat baik dibandingkan dengan sebelumnya. Demikian penjelasan mengenai definisi, perbedaan, contoh, teori shareholder. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi semuanya. Terimakasih telah membaca. Kali ini akan membahas tentang pengertian shareholder atau stockholder beserta teori perbedaan, dan contohnya. Berikut penjelsannya… Pengertian Shareholder/StockholderMenurut Accountig CoachMenurut Prof. DR. Sukmawati SukamuljaMenurut Bussiness DictionaryMenurut Cambridge DictionaryTeori ShareholderPerbedaan Shareholder, Stockholder dan StakeholderContoh Shareholder Shareholder atau Stockholder adalah pemegang saham, baik perorangan atau badan hukum yang secara hukum memiliki satu atau lebih saham dalam suatu perusahaan. Dengan kata lain, Pemegang Saham adalah pemilik perusahaan dan pemegang saham utama perusahaan. Pemegang saham atau pemegang saham bekerja bersama dengan para pemangku kepentingan dalam suatu perusahaan untuk mendapatkan keuntungan. Dalam hal ini, pemegang saham dibutuhkan oleh perusahaan untuk menambah modal. Umumnya pemegang saham ini memiliki hak khusus tergantung pada jenis saham, termasuk hak untuk memilih untuk memilih dewan direksi, hak untuk menerima dividen, hak untuk membeli saham baru, dan hak untuk memilih. aset perusahaan. Menurut Accountig Coach Stockholder adalah pemilik sebagian dari saham perusahaan. Pemegang saham dapat dianggap terpisah dari perusahaan dan oleh karena itu memiliki kewajiban terbatas untuk seluruh hutang perusahaan. Menurut Prof. DR. Sukmawati Sukamulja Shareholder adalah individu atau kelompok yang terlibat dalam mengoptimalkan kekayaan perusahaan maximize company’s wealth, baik manajemen maupun pemegang saham. Semua elemen di dalam manajemen & stockholders dan di luar perusahaan pemerintah, pemasok, konsumen, masyarakat sekitar, dan lingkungan alam yang memiliki kepentingan dalam perusahaan disebut Stakeholders. Menurut Bussiness Dictionary Stockholder adalah individu, grup, atau organisasi yang memiliki satu atau lebih saham di perusahaan, dan nama mana yang tercantum pada sertifikat saham. Menurut Cambridge Dictionary Stockholder adalah orang yang memiliki saham di perusahaan dan karenanya mendapat bagian dari keuntungan perusahaan dan hak untuk memilih pendapat tentang cara perusahaan dikendalikan. Teori Shareholder Menurut Shareholder Theory yang diajukan oleh Smerdon, tanggung jawab paling mendasar dari dewan direksi adalah untuk meningkatkan nilai Pemegang Saham. Itulah sebabnya sebagian besar perusahaan lebih memprioritaskan kepentingan pemegang saham daripada kepentingan karyawan, pelanggan, pemasok, dan lingkungan mereka. Lebih lanjut, Shareholder Theory menyatakan bahwa manajemen perusahaan dan pemegang saham bersinergi untuk meningkatkan nilai perusahaan. Berbagai kegiatan yang dilakukan oleh manajemen bertujuan untuk meningkatkan laba dan meminimalkan kerugian bagi pemegang saham mereka. Dalam proses implementasi, manajemen dapat mengelola semua sumber daya yang ada di perusahaan, mulai dari modal pegawai human capital, aset fisik phisical capital, hingga gedung/bangunan structural capital. Pemanfaatan dan pengelolaan semua sumber daya dengan baik akan menciptakan nilai tambah bagi perusahaan sehingga kinerja keuangan perusahaan menjadi lebih baik. Dan sekali lagi, semua kegiatan ini dilakukan untuk kepentingan pemegang saham atau pemegang saham. Perbedaan Shareholder, Stockholder dan Stakeholder Stakeholder, Shareholder dan Stockholder, ketiga istilah ini sering membingungkan bagi beberapa orang karena mereka dianggap sama. Pada dasarnya, ketiga pihak berada dalam satu perusahaan atau organisasi, tetapi berbeda peran dan tanggung jawabnya. Berikut ini merupakan perbedaan shareholder, stockholder, dan stakeholder Shareholder/ stockholder mempunyai saham finansial di perusaahan, sedangkan stakeholder memiliki kepentingan dalam hal finansial perusahaan atau tidak sama sekali Shareholder juga bisa berperan sebagai stakeholder, tetapi stakeholder tidak merupakan bagian dari shareholder. Shareholder akan terkena dampak langsung atas apa yang terjadi pada perusahaan, sedangkan stakeholder dapat terkena dampak secara tidak langsung ataupun langsung. Stakeholder memiliki tanggungjawab dan pengaruh terhadap apa yang terjadi kepada perusahaan, sedangkan shareholder hanya terkena dampaknya saja. Shareholder memiliki sebagian dari perusahaan, sedangkan stakeholder tidak seluruhnya memiliki bagian dari perusahaan. Contoh Shareholder Seperti disebutkan sebelumnya, shareholder adalah pemangku kepentingan utama dan pemegang saham perusahaan. Sedangkan stakeholder adalah pihak yang berkepentingan dengan perusahaan, baik finansial maupun kepentingan lainnya. Beberapa contoh stakeholder adalah karyawan, staf, pelanggan perusahaan, pemasok, keluarga karyawan, dan lainnya. Sedangkan contoh shareholder adalah investor dan pemegang saham perusahaan. Namun, terdapat juga organisasi yang hanya mempunyai stakeholder, tanpa shareholder. Salah satu contoh organisasi semacam itu adalah Universitas yang tidak memiliki saham. Contoh stakeholder di universitas adalah dosen, mahasiswa, administrator, dan staf lain di kampus. Baca Juga Kode Etik Profesi Akuntan Asumsi Dasar Akuntansi Pengertian Akuntansi Keuangan Pengertian Uang Beserta Sejarah Demikian pembahasan tentang pengertian shareholder atau stockholder beserta teori perbedaan, dan contohnya. Semoga bermanfaat, dan Terima kasih. Skip to content BerandaFitur LengkapHargaPrivate CloudLoginCoba Gratis Stakeholder dan Shareholder Pengertian dan Perbedaannya Stakeholder dan Shareholder Pengertian dan Perbedaannya Meskipun terdengar serupa, stakeholder dan shareholder memiliki fungsi yang berbeda dalam sebuah perusahaan. Hal ini membuat penting untuk mengetahui perbedaan antara kedua profesi sehingga bisnis dapat mengelola kepentingannya secara efektif. Dalam artikel ini, kami membahas apa itu stakeholder dan shareholder, motivasi dan perbedaan mereka dalam suatu bisnis secara lengkap. Apa itu Stakeholder? Stakeholder adalah pihak yang memiliki kepentingan finansial dalam keberhasilan atau kegagalan perusahaan. Ini bisa menjadi individu, institusi atau kelompok yang dapat berdampak atau dipengaruhi oleh proyek dan tujuan organisasi. Pemangku kepentingan dapat berasal dari dalam organisasi atau badan eksternal. Stakeholder atau pemangku kepentingan internal adalah orang-orang yang memiliki hubungan langsung dengan perusahaan melalui investasi, pekerjaan atau kepemilikan. Mereka termasuk pemegang saham, manajer, koordinator proyek, manajer lini dan manajemen senior. Pemangku kepentingan eksternal tidak memiliki hubungan langsung dengan organisasi tetapi dapat berdampak atau dipengaruhi oleh tindakannya. Kelompok publik, vendor, pemasok, pelanggan, kontraktor, komunitas tuan rumah, kreditur, dan regulator industri adalah contoh pemangku kepentingan eksternal. Stakeholder dapat menjadi pemegang saham suatu perusahaan, tetapi tidak semua stakeholder adalah pemegang saham. Mereka sering memiliki kepentingan jangka panjang dalam sebuah organisasi dan keinginan untuk itu berhasil. Hal ini karena pemangku kepentingan dan perusahaan seringkali saling bergantung satu sama lain. Keberhasilan perusahaan sering diterjemahkan menjadi keuntungan bagi pemangku kepentingan. Misalnya, karyawan perusahaan mungkin ingin organisasi mereka berhasil sehingga mampu membayar gaji yang lebih tinggi dan tunjangan kerja yang lebih baik. Komunitas yang menjadi tuan rumah kampus teknologi baru juga ingin proyek tersebut berhasil karena manfaat yang akan diberikan kepada anggotanya. Baca juga Contoh Perusahaan yang Berhasil Menerapkan Transformasi Digital Apa itu Shareholder? Shareholder atau pemegang saham adalah individu atau organisasi yang memiliki saham di perusahaan atau proyek. Kepentingan utama pemegang saham adalah profitabilitas proyek atau bisnis. Di perusahaan publik, shareholder ingin bisnisnya menghasilkan pendapatan yang besar sehingga mereka bisa mendapatkan harga saham dan dividen yang lebih tinggi. Ketertarikan mereka pada proyek adalah agar usaha itu berhasil. Tidak seperti pemangku kepentingan, pemegang saham memiliki hak yang luas yang dituangkan dalam perjanjian pemegang saham atau aturan perusahaan. Berikut adalah contoh hak para shareholder Mereka dapat membeli dan menjual saham mereka Mereka menerima dividen dari keuntungan perusahaan Mereka dapat mencalonkan anggota dewan Mereka dapat memilih selama pemilihan anggota dewan Mereka dapat memberikan suara pada merger dan akuisisi, pengambilalihan dan perubahan aturan perusahaan Mereka dapat menuntut manajemen atas pelanggaran kewajiban fidusia Tidak seperti stakeholder, shareholder fokus pada profitabilitas perusahaan sehingga mereka berada dalam jangka pendek. Mereka dapat menjual saham mereka di perusahaan dan menginvestasikannya kembali di entitas lain, bahkan pesaing. Baca juga Cara Mudah Membuat Nama Perusahaan yang Bagus Bagaimana Stakeholder dan Shareholder Memengaruhi Proses Pengambilan Keputusan Perusahaan? Stakeholder dan shareholder seringkali memiliki kepentingan yang berbeda berdasarkan hubungan mereka dengan perusahaan atau organisasi. Hal ini dapat menyebabkan konflik selama negosiasi untuk merger dan akuisisi, karena shareholder sering mendukung langkah tersebut karena dividen yang lebih tinggi yang akan mereka terima. Namun, stakeholder perusahaan seperti karyawan, pemasok, dan manajemen mungkin tidak mendukung kesepakatan tersebut karena dapat menyebabkan hilangnya pekerjaan dan gangguan rantai pasokan. Di masa lalu, shaerholder memiliki pengaruh besar pada kebijakan perusahaan mereka karena mereka memiliki hak kepemilikan dan suara. Sebagian besar perusahaan menekankan maksimalisasi keuntungan dengan mengorbankan stakeholder lainnya. Namun, semakin pentingnya tanggung jawab sosial perusahaan telah memberikan lebih banyak masukan kepada pemangku kepentingan dalam urusan organisasi. Tanggung jawab sosial perusahaan menuntut agar perusahaan mempertimbangkan kepentingan pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya ketika mengambil keputusan. Saat ini, banyak perusahaan mempertimbangkan masukan dari berbagai pemangku kepentingan yang akan terpengaruh oleh tindakan mereka sebelum mereka membuat keputusan akhir. Misalnya, perusahaan yang pabriknya akan mencemari pasokan air masyarakat dapat berinvestasi di pabrik pengolahan untuk menyediakan air minum yang aman bagi daerah yang terkena dampak. Tanggung jawab sosial perusahaan juga dapat memotivasi perusahaan untuk mendirikan beasiswa perguruan tinggi atas nama seorang eksekutif pensiunan. Baca juga Tanggung Jawab Sosial Pengertian dan Contohnya pada Bisnis Perbedaan Utama Antara Stakeholder dan Shareholder Perbedaan utama antara pemegang saham dan pemangku kepentingan terkait dengan minat mereka terhadap perusahaan. Perbedaan tersebut antara lain 1. Umur kerjasama Perbedaan utama antara stakeholder dan shareholder adalah lamanya hubungan mereka dengan perusahaan. Kepentingan pemangku kepentingan dalam organisasi adalah untuk jangka panjang. Mereka mungkin karyawan yang bergantung pada perusahaan untuk mata pencaharian mereka atau pemasok dan vendor yang bisnisnya bergantung pada patronase perusahaan. Pemangku kepentingan atau stakeholder mungkin merupakan komunitas tuan rumah yang menikmati upaya CRS organisasi, dan efek penggandanya terhadap ekonomi lokal. Pihak-pihak ini akan menginginkan bisnis terus berhasil untuk melindungi manfaat yang mereka peroleh dari operasinya. Hubungan pemegang saham atau shareholder dengan perusahaan berlangsung selama perusahaan memenuhi harapannya. Ini berarti lebih banyak keuntungan dan pembayaran dividen yang lebih tinggi. Jika bisnis mengalami kerugian, pemegang saham dapat menjual ekuitas mereka dan memotong kerugian. Namun, pemangku kepentingan perusahaan tidak dapat membuangnya dalam waktu singkat karena mereka memiliki lebih banyak keuntungan jika bisnis berhasil dalam jangka panjang. Baca juga Tips Sukses Jual Sembako Dengan Modal Kecil 2. Sudut pandang Kepentingan stakeholder dan shareholder menentukan sudut pandang mereka. Bagi pemegang saham atau shareholder, pekerjaan terpenting bagi perusahaan adalah meningkatkan harga saham, membayar lebih banyak dividen, memperluas pasar baru, meningkatkan profitabilitas, dan membuat bisnis menarik untuk lebih banyak investasi. Mereka ingin perusahaan mencapai pertumbuhan organik dan anorganik untuk meningkatkan pengembalian investasi mereka. Pemangku kepentingan atau stakeholder lebih peduli untuk mencapai tujuan jangka panjang, kondisi kerja yang lebih baik, dan penyampaian layanan yang lebih baik. Bagi banyak karyawan, stabilitas pekerjaan, kompensasi yang lebih baik, dan paket kesejahteraan yang lebih baik lebih penting daripada margin keuntungan yang lebih tinggi. Pelanggan juga menghargai peningkatan kualitas layanan produk dan layanan pelanggan yang mendukung. 3. Kategorisasi Pemegang saham atau shareholder membentuk segmen pemangku kepentingan organisasi. Mereka memiliki bagian dari perusahaan, memiliki hak suara dan dapat menuntut manajemen jika tidak melaksanakan tanggung jawabnya. Namun, tidak semua pemangku kepentingan adalah pemegang saham. Pemegang saham hanya hadir di perusahaan yang dibatasi oleh saham. Instansi pemerintah, kepemilikan tunggal, kemitraan, dan organisasi nirlaba semuanya memiliki pemangku kepentingan atau stakeholder meskipun mereka tidak memiliki pemegang saham. Organisasi seperti universitas negeri tidak memiliki pemegang saham tetapi memiliki berbagai pemangku kepentingan, termasuk fakultas, administrator, mahasiswa, komunitas tuan rumah, dan pembayar pajak. Kesimpulan Itulah pembahasan lengkap mengenai stakeholder dan shareholder dan perbedaannya yang berguna jika nanti perusahaan Anda berencana go public. Hal penting yang perlu Anda perhatikan adalah setiap shareholder adalah stakeholder karena mereka memiliki kepentingan pada bisnis yang mereka investasikan, namun tidak semua stakeholder adalah shareholder. Sebagaian stakeholders dalam bisnis memerlukan data, termasuk data keuangan untuk pengambilan keputusan penting yang berdampak pada bisnis Anda. Untuk membuat laporan keuangan dan pengelolaan data keuangan yang lebih praktis, Anda bisa menggunakan Accurate Online sebagai software akuntansi dalam bisnis Anda. Dengan menggunakan Accurate Online, Anda bisa dengan mudah melakukan rekonsiliasi transaksi secara otomatis, pembuatan laporan keuangan dan kemudahan lainnya yang akan membuat stakeholders dalam bisnis Anda menjadi lebih mudah dalam membuat keputusan. Anda bisa menggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui tautan ini Wanita lulusan S1 Bisnis Manajemen yang sering membagikan berbagai ilmunya dalam bidang bisnis secara menyeluruh kepada masyarakat, mulai dari tips, ide bisnis, dan masih banyak lagi. Bagikan info ini ke temanmu! Related Posts Page load link Shareholder vs. Stakeholder An Overview When it comes to investing in a corporation, there are shareholders and stakeholders. While they have similar-sounding names, their investment in a company is quite different. Shareholders are always stakeholders in a corporation, but stakeholders are not always shareholders. A shareholder owns part of a public company through shares of stock, while a stakeholder has an interest in the performance of a company for reasons other than stock performance or appreciation. They have a "stake" in its success or failure. As a result, the stakeholder has a greater need for the company to succeed over the longer term. Key Takeaways Shareholders are always stakeholders in a corporation, but stakeholders are not always own part of a public company through shares of stock; a stakeholder wants to see the company prosper for reasons other than stock don't need to have a long-term perspective on the company and can sell the stock whenever they need to; stakeholders are often in it for the long haul and have a greater need to see the company prosper. Understanding the Role of the Shareholder A shareholder can be an individual, company, or institution that owns at least one share of a company and therefore has a financial interest in its profitability. A shareholder can also be known as a stockholder. For example, a shareholder might be an individual investor who is hoping the stock price will increase because it is part of their retirement portfolio. Shareholders have the right to exercise a vote and to affect the management of a company. Shareholders are owners of the company, but they are not liable for the company’s debts. For private companies, sole proprietorships, and partnerships, the owners are liable for the company's debts. A sole proprietorship is an unincorporated business with a single owner who pays personal income tax on profits earned from the business. A shareholder is interested in the success of a business because they want the greatest return possible on their investment. Stock prices and dividends go up when a company performs well and increases its value, which increases the value of stocks the shareholder owns. The more stock a shareholder owns, the more they have invested in the company and the more stake they have in it. The votes of shareholders who own more stock have more weight within the company. There are generally two different types of shareholders. Common shareholders Anyone who owns common stock in a company. Common stock gives you part ownership of the company and often has higher rates of return over the long term. Common shareholders can vote on board members or other company shareholders Anyone who owns preferred stock. Preferred stock has lower rates of return in the long term but guarantees a yearly dividend. Preferred shareholders can't vote on policies or board members, but they can claim assets before common shareholders if a company fails and its assets are liquidated. Understanding the Role of the Stakeholder Stakeholders are those who either affect or are affected by a project or company. They have a "stake" in its success or failure. Stakeholders might be shareholders or owners. They can also be Employees of the company Bondholders who own company-issued debt Customers who may rely on the company to provide a particular good or service Suppliers and vendors who may rely on the company to provide a consistent revenue stream Community members who are impacted by the company's decisions and actions Partners in events, promotions, or other activities that the company engages in In general, stakeholders can be divided into two types Internal stakeholders Those who are employed by the company or have a direct relationship with it. These are usually employees, shareholders, executives, and stakeholders Those who are impacted by your company but don't have a direct relationship with it. These are usually customers, suppliers, and community members. What Is Stakeholder Theory? Stakeholder Theory is a recent theory of business that argues against the separation of economics and ethics. It states that short-term profits—prioritizing shareholders—should not be the primary objective of a business. Under this theory, prioritizing the needs and interests of stakeholders over shareholders is more likely to lead to long-term success, both for the business and for the communities that it is a part of. This stakeholder mindset is, in turn, likely to create long-term value for both shareholders and stakeholders. Key Differences A shareholder can sell their stock and buy different stock; they do not have a long-term need for the company. Stakeholders, however, are bound to the company for a longer term and for reasons of greater need. Shareholder Stakeholder May not have any long-term need for the success of the company Often interested in the actions and success of the company over the long-term Own part of the company through the purchase of stock May or may not have an ownership stake in the company May not be personally impacted by the company's day-to-day decisions Often personally impacted by the company's day-to-day decisions For example, if a company is performing poorly financially, the vendors in that company's supply chain might suffer if the company no longer uses their services. Similarly, employees of the company, who are stakeholders and rely on it for income, might lose their jobs. Stakeholders and shareholders also may have competing interests depending on their relationship with the organization or company. For example, shareholders may want a company to maximize profits, which could be done by keeping wages low, reducing employees' hours so the company does not have to pay them benefits, or using less expensive manufacturing processes even if they pollute the local ecosystem. But these ways of increasing profits go directly against the interests of stakeholders such as employees and residents of the local community. Stakeholder vs. Shareholder in CRS Companies The emergence of corporate social responsibility CSR, a self-regulating business model that helps a company be socially accountable to itself, its stakeholders, and the public, has encouraged companies to take the interests of all stakeholders into consideration. During their decision-making processes, for example, companies might consider their impact on the environment instead of making choices based solely upon the interests of shareholders. Under CSR governance, the general public is now considered an external stakeholder. When a company's operations could increase environmental pollution or take away a green space within a community, for example, the public at large is affected. These decisions may increase shareholder profits, but stakeholders could be impacted negatively. Therefore, CSR encourages corporations to make choices that protect social welfare, often using methods that reach far beyond legal and regulatory requirements. Are Shareholders or Stakeholders More Important? Shareholders have the power to impact management decisions and strategic policies. However, shareholders are often most concerned with short-term actions that affect stock prices. Stakeholders are often more invested in the long-term impacts and success of a company. Stakeholder Theory states that ethical businesses should prioritize creating value for stakeholders over the short-term pursuit of profit, as this is more likely to lead to long-term health and growth for both the business and everyone connected to it. Are Employees Shareholders or Stakeholders? Are employees are stakeholders in a business, since they are impacted by its decisions and actions. Some employees may also be shareholders if they own stock in the company that employs them. Are CEOs Stakeholders? A CEO is a stakeholder in the company that employs them, since they are affected by and have an interest in the actions of that company. Many CEOs of public companies are also shareholders, especially if stock options are a part of their compensation package. However, if a CEO does not own stock in the company that employs them, they are not a shareholder. A CEO may be an owner of a private company without being a shareholder as there are no shares to buy. The Bottom Line A stakeholder is anyone who is impacted by a company or organization's decisions, regardless of whether they have ownership in that company. Shareholders are those who have partial ownership of a company because they have bought stock in it. All shareholders are stakeholders, but not all stakeholders are shareholders. Both shareholders and stakeholders are important, but ethical business ownership and management recognizes that the short-term profit goals of shareholders may not always be in the best long-term interest of either the company or the community that it is a part of. Stakeholder Theory suggests that prioritizing the needs and interests of stakeholders over those of shareholders is more likely to lead to long-term success, health, and growth across a variety of metrics. Skip to content Shareholder atau stockholder memiliki saham keuangan perusahaan, tetapi stakeholder memiliki atau tidak tertarik dengan masalah keuangan perusahaan Shareholder dapat bertindak sebagai stakeholder, tetapi pemangku kepentingan bukan bagian dari shareholder. Shareholder secara langsung dipengaruhi oleh apa yang terjadi pada perusahaan, tetapi stakeholder dapat terpengaruh secara tidak langsung atau langsung. Shareholder hanya terpengaruh, sementara shareholder bertanggung jawab dan berpengaruh dalam apa yang terjadi pada perusahaan. Shareholder memiliki sebagian dari perusahaan, tetapi stakeholder tidak memiliki sebagian dari perusahaan.

perbedaan stakeholder shareholder dan stockholder