cerita dewasa susu ibu
Akujuga sudah enggak tahan lagi, Ibu Henny yang bertubuh ranum dan belum berpengalaman banyak dalam permainan sex ini perlu segera dipenuhi hasratnya, dipuaskan nafsunya. "Mas, sakit Mas", jerit Ibu Henny waktu kontolku aku tusukkan kedalam lubang kemaluannya. Memang aku agak kasar, enggak seperti permainan pertama tadi. Aku peluk kedua pahanya, agak aku tarik, aku agak kebawah sehingga kontolku menyodok-nyodok dari posisi yang pas sekali. tusuk-tusuk-tusuk kocok-kocok kiri-kanan kontolku
Akuterus mengoyang ibu sambil terus mengisap susu dan mencium bibirnya. Lama_lama ibu terlihat sudah tidak tahan, apalagi kontol aku juga cukup besar. "Azhar,,, ibu mau sampai !! teriak nak yang keras" katanya "Ouuhhhh Ibu,, Azhar juga mau keluar" teriakku karena kurasakan kontolku sudah terasa berdenyut tanda aku juga mau klimak "ouuuhhhh !! teriak ibu sambil memeluk badankku erat-erat dan menjepit kedua pahaku dengan pahanya.
BacaJuga : Cerita Dewasa Hubungan Yang Kunikmati Meski Tanpa Status "Aaaaaaaeeeeehhhhhh ssssshhhhh" desah Bunda sambil tubuhnya tak bisa diam, terus bergerak kian kemari akibat mendapat sensasi nikmat pada lorong memeknya. Goyanganku membuat kedua susu montok ibu bergoyang-goyang turun naik. Indah sekali. "Aaaaaaeeeeehhhh
Plis Ma, minta air susunya mama! SIAPA YANG tidak kenal Ayap di SMA YPBS Cowok dengan tinggi 175 cm, berat badan 67 kg, berwajah ganteng, rambutnya lurus, tidak lepek, dan selalu berpenampilan menarik ini membuat banyak cewek terpesona lantas jatuh hati.Jika dia berjalan di koridor, nyaris semua pandangan tertuju padanya. Bukan hanya karena ketampanannya mereka terpaku, tapi karena tubuhnya
Sepertibayi yang kehausan, Budianto menetek dengan lahap di payudara ibu yang besar. Pasti hisapannya sangat kuat pada puting susu ibu yang coklat kehitaman hingga ibu tampak menggelinjang menahan nikmat. Terlebih tangan Budianto juga tak mau berhenti meremasi buah dadanya yang lain sambil sesekali memilin putingnya.
Telecharger Rencontre Avec Joe Black French Dvdrip. Sebelum melanjutkan Cerita ini saya ingin bercerita sedikit tentang reaksi saya melihat ibu menyusui, Entah kenapa setiap melihat ibu menyusui saya jadi kepengen ikut nyusu, dan akhirnya keinginan itupun terwujud.? Hampir tiap sore beberapa minggu ini, kegemaraanku untuk bersepeda ke lingkungan tempat tinggalku muncul kembali. Kesehatan memang salah satu alasan kenapa hal ini sering aku lakukan sekarang, namun ada alasan lain yang kemudian menjadi alasan utamaku yaitu seorang cewek atau lebih tepatnya seorang ibu Rumah tangga/tante di salah satu daerahku. Mbak Dewi, begitulah aku sering memanggilnya. Perawakan dengan tinggi 168 cm, berwajah khas orang kota gudeg dan padat berisi khas seorang ibu-ibu muda jaman sekarang. Aku, Dana, seorang mahasiswa tingkat akhir di salah satu perguruan tinggi ternama di Indo. Langsung aja Ceritanya ya ? Saat aku bersepeda, aku selalu bertemu dengan mbak dewi, dia selalu menggendong anaknya yang masih berumur 2 tahun di sebuah SD dekat rumahku sambil menyuapi makanan ke anaknya. Dan sering pula aku memergoki mbak Dewi sedang menyusui anaknya tersebut, pemandangan itulah yang membuat saya sangat betah untuk melihatnya. Mbak Dewi tanpa malu-malu menyusui anaknya di tempat umum dan dilihat olehku. Sering pas aku melihat prosesi tersebut, dia malah tersenyum kepadaku. ”Wah ada tanda-tanda sesuatu ini” pikirku Dasar otak ngeres, yang dipikir pasti yang itu-itu aja..hehe Malah kadang aku ngerasa dia sengaja memamerkan payudaranya kepadaku, yaitu waktu menyusui kadang dia membuka hampir separuh kancing bajunya sehingga telihat dua buah dadanya yang mengkal itu. Dan setelah beberapa lama aku baru tahu kalo ukurannya 34C. BH yang dia pakai tiap hari selalu membuatku merasa bahwa payudaranya semakin hari semakin merangsang saja. Kadang hitam, pink, merah, biru, ungu dan yang paling aku suka yaitu bentuk BH yang mempunyai renda. Hot banget rasanya. Suatu ketika, aku beranikan diri untuk berbincang dengannya. Hari itu dia sedang memakai baju seperti baju tidur berwarna biru laut dengan rok longgar berwarna putih. Masih kayak anak muda aja deh walau umurnya telah menginjak kepala 3. ”apa kabar mbak??lagi asyik ngapain ne??” tanyaku ”ini dek, biasa nyuapin Didi sambil jalan-jalan” ”sekalian nyari udara segar sore hari”lanjutnya.. ”wah sehat banget keliatannya mbak anaknya, pasti makannya banyak ya?” ”ga juga si Dan, Cuma nyusunya itu loh, kenceng banget.”timpalnya Otakku yang ngeres langsung de mengarah ke hal yang iya iya… ”wah susu yang mana ne mbak??” tanyaku sambil tersenyum mupeng. “ya susu botol dan susu ini.”sambil dia memegang payudaranya sendiri. “Glek, wah mau dong mbak minta susunya, biar aku juga sehat.” Hehehe sambil cengenges2an….. “wah susu yang mana ne dan, klo susu botol kan ga mungkin toh kamu uda besar.” ”jangan-jangan yang ini ya??” sambil senyum juga mbak Dewi ini Wuiih…berani juga ne mbak Dewi, langsung aja de gue jawabh dengan ketawa juga ”emang bole ya mbak??” Tiba-tiba si Didi merengek dan minta susu ke Ibunya..” bentar ya Dan, Didi minta tetek ni.” sambil dia buka kancing baju 3 biji dan ngeluarin kedua teteknya yang masih terbungkus BH warna hitam berenda pucuk dicinta ulam pun tiba, akirnya bisa ngeliat dari dekat prosesi ini. Tetek mbak Dewi sangat indah ternyata, apalagi BH yang dipakai sangat kontras dengan kulitnya yang kuning langsat dan yang paling aku sukai ”BHnya berenda cuy”….yes yes yes Begitu teteknya terbuka satu, langsung de si Didi menyerobotnya dengan cepat dan menghisap dengan kencang. ”pelan-pelan sayang, nanti tersedak lho” sambil mbak Dewi mengocok-ngocok teteknya yang sudah dikenyot anaknya itu. Wah jadi mupeng ne, putingnya yang coklat dan agak besar sempat terlihat sekilas oleh mataku. ”Dedek yang dibawah sudah mulai berontak ne, gawat” batinku Waktu itu kami berada di pinggir lapangan sebuah SD, tepatnya di tempat duduk di luar kelas yang terletak dipojokan gedung. Mbak dewi tiba-tiba meminta anaknya untuk berganti posisi agar anaknya mengenyot tetek yang satunya. uda abis mungkin yang kiri?? Tetek yang uda selesai diisep anaknya dibiarkan menggantung bebas, ”Duh otong uda ga kuat ne, uda berdiri tegak didalam celana dan membuat aku jadi salting. Mbak dewi ternyata melihat gelagat anehku ini. ”Kamu kenapa Dan??” tanyanya Dengan terkaget aku menjawab “anu..emm..eh ngga papa kok mbak.” “jangan bohong kamu Dan, kamu pengen ya??” Duh makin tegang aja dengan pertanyaan seperti ini. Tapi karena amin telah mengalahkan iman maka akupun jawab ”emangnya bole ya mbak? Nanti ada yang marah?” ”ya asal ga rebutan sama Didi ya ga papa.” Wah bener-bener beruntung ne hari ini….”maksudnya Mbak?”sok sok belagak bego ne gue. Sambil memutar-mutar teteknya yang sebelah kiri dia bilang ”ayo sini aja, masih ada satu kok.” ”tapi pelan pelan ya, si Didi mau tidur ni kayaknya” lanjutnya. Langsung aja gua deketin mbak Dewi, pertama-tama gue masih ragu, namun dia terus menarik tanganku untuk menyentuh bukit yang indah itu. ”jangan malu Dan…”sambil menyentuhkan tanganku ke buah dadanya itu.. Ku elus-elus tetek itu dengan lembut, seru juga ya mainin tetek cewek yang menyusui sambil ada anaknya yang sedang netek. ukurannya itu lho, manteb gan!! Waduw kayak threesome aja, tapi yang satu masi anak-anak. Lama kelamaan remesanku terhadap teteknya ternyata membuatnya ON, terus gue beranikan untuk mencium putting yang imut itu. “mas di sebelah sana aja yuk?”dengan menunjuk sebuah pelataran kecil di pojok gedung dengan lokasi agak ke seru juga ne tempatnya.. “ayo mas dilanjut lagi.” Ajaknya “mbak dibuka aja de bajunya, biar lebih leluasa.”pintaku Akirnya dia membuka baju itu dengan mudah karena tinggal beberapa kancing saja yang belum terbuka. Dengan BH yang masih menempel diatas teteknya, aku mulai mengisap, memilin, menjilat dan memainkan dengan lidahku. Tanganya mulai bereaksi terhadapku, menelusurlah tangan kirinya ke selangkanganku. Mulailah dia mengelus dari luar, kemudian tak berapa lama telah masuk ke dalam celana kolorku. Di tempat itu, terdapat sumur dengan sedikit lantai kering berbahan beton yang hangat karena terkena sinar matahari seharian. Dengan perlahan aku rebahkan dia di lantai tersebut dengan Didi masih mengenyot teteknya yang kanan tanpa terusik sedikitpun. Dia memintaku melepas celana dan baju yang kupakai sehingga hanya tertinggal celdam GTman ku yang menempel. Langsung akupun rebahan di samping mbak Dewi sambil saling berciuman. Ganas juga ciumannya, lidah kami saling bertemu, mulut pun beradu sambil tangan kiriku bergerilya di dalam roknya. Bergantian aku mencium bibir dan teteknya itu sambil tangan kiri mengelus gundukan selangkangannya. Tangan kananku tak mau kalah mulai melepas kaitan BH yang masih menempel itu. Mbak Dewi juga makin liar mengelus dedekku dari luar celana dalam, kemudian karena tidak puas dia masuk ke dalam celana dalamku dan mengelus+mengocok dedekku..mantap bener rasanya, namanya juga uda pengalam kali ya? ”Dan, mbak ga bisa bangun ne, jadi tolong bukain celana dalammu ya?” Langsung kubuka celana dalamku sambil berdiri. Kulihat dia tersenyum menatapku, ketika terlepas, menyembullah dedek yang sudah tegang ini. ”gede banget Dan?punya suami mbak aja kalah” Dedek ku masih standar dengan ukuran 17cm, namun gendut dari pangkal ke ujung. ”masak si mbak?”tanyaku.. ”mbak, aku bole minta diemut ga dedeknya?” Sambil senyum dia mengangguk tanda mengiyakan. Aku arahkan dedekku ke mulutnya, dan langsung dijilati pelan-pelan sampai dia menelannya. Tanganku tak mau menganggur, aku raih tetek yang kanan dan dengan sedikit susah payah aku jangkau celana dalamnya yang berwarna hitam berenda pula, kemudian aku lepaskan namun dengan rok yang masih terpakai. Sambil terus menjilat dan mengulum dedekku, aku terkagum melihat vaginanya yang tercukur mulus dengan bibir merah dan sedikit menjulurkan kulitnya keluar, langsung saja aku memposisikan diri membentuk angka 69. dengan perlahan aku menjilat bibir vaginanya, aku julur-julurkan lidah ini kedalamnya secara perlahan. Sengaja aku memancing nafsunya agar terus naik, terlihat dari cara dia mengulum dedekku yang semakin liar. Disedot-sedot dengan kenceng ddedek ini sampai tertelan semuanya, ”wah hebat ne, dedekku sampai bisa ditelan abis” pikirku. Jariku mulai ikut campur dengan lidahku, mulai aku masukkan sedikit ujung telunjukku ke miss V nya dengan terus menjilat, aku ga mau merusak vagina yang indah ini dengan tanganku. Hanya dedekku yang hanya boleh masuk lebih dalam lagi. Lenguhan mbak dewi yang terangsang dengan aksiku terdengar cukup keras, untung daerah tersebut sepi dan jarang dilewati orang. Anaknya, Didi, gak merasa terganggu dengan lenguhan mamanya itu namun tetap tertidur, mungkin ngantuk berat kali??hehehe tanpa terasa vaginanya uda basah banget dan tak berapa lama cairan benih agak putih keluar dari lubang surga tersebut, tubuh mbak Dewi agak terhentak dan mulutnya terasa sedikit menggigit dedekku. ”Pasti dia uda sampai duluan ni?” pikirku dalam hati. Aku hentikan aksiku dan aku cabut juga dedekku dari mulutnya, mbak Dewi terlihat sedikit lemas namun tetap tersenyum penuh gairah terhadapku. Aku sudah sangat terangsang dan pengen memasukkan dedek ini ke sarangnya, begitu juga mbak Dewi yang begitu terangsang melihat dedekku. ”mbak, aku bole masukin ne?”tanyaku Dia hanya mengangguk dan tersenyum padaku. Aku lebarkan pahanya itu, dengan agak menindih aku masukkan sedikit demi sedikit dedekku ini. Aku resapi tiap jengkal kenikmatan surga ini, belum sampai setengah mbak dewi terlihat sedikit meringis. ” Pelan-pelan Dan…agak sesak ne rasanya..” ”Dan…besar sekali punyamu, tapi nikmat banget Dan!” ”terus Dan…..”sambil menggigit bibirnya Setelah masuk seluruhnya, aku genjot dia dengan posisi MOT dan sambil aku push-up mantep banget, rasanya dalem banget dedek ini menusuknya. Mulutku tak mau kalah, mencium dan mengemut teteknya secara bergantian. Hampir 15 menit kami dalam posisi seperti ini, karena sedikit lelah akupun berubah posisi. Aku cabut dengan cepet dedekku, serr sensasinya ruaar biasa. Kemudian aku rebahkan badan ku disampingnya dan miring kekanan, aku angkat kaki kirinya ke atas kemudian dari samping aku masukkan dedekku lagi. BLESSS….dedek ini telah tenggelam lagi kedalam lubang surgawi, aku goyang pelan, sedikit bertenaga dan kenceng…..sambil mulut ini beradu dan tangan kiriku meremas puting tetek sebelah kiri. Lagi asik-asiknya tiba-tiba anaknya terbangun. ”Duh gawat ne?” kataku dalam hati. Namun mbak Dewi langsung mengelus anaknya dan mendekapnya agar tetap diam dan akirnya Didipun tertidur kembali sambil netek. Wah lengkap sudah yang mbak Dewi rasakan, uda yang bawah diganjal ama dedekku, kedua teteknya ada yang ngenyot dan mulut juga bergantian aku lumat. Erangannya semakin kuat hampir menuju puncaknya, akupun merasakan ada sesuatu yang mau menyembur dari ujung dedekku. Semakin ku percepat gerakan dedekku ke dalam vaginanya, semakin liar juga kami berciuman dan semakin ganas tanganku meremas teteknya. Setelah hampir 20 menit dalam posisi tersebut tiba-tiba aku ngerasa uda hampir sampai. ”Mbak aku mau keluar ne..” ”aku juga Dan, bareng ya…”pintanya Aku terus mnggoyangkan dedekku dengan makin cepat, 5 menit kemudian aku sudah tak tahan lagi. ”Mbak….k…k….aku keluarrrrrrr” ”aku juga dek…k..k…” Crot..Crot..Crot…Crot…tumpahlah semua maniku ke dalam banget rasanya, sampai ke ubun-ubun rasa nikmat itu. Tapi walau uda keluar aku tetap membiarkan dedekku di dalam vaginanya. Kami masih saling berpagutan lembut menikmati tiap centi kenikmatan yang telah kami lewati., tanganku juga masih mengelus teteknya, anaknya juga masih mengenyot tetek yang satunya secara perlahan. ”Makasih ya Dan….sensasi ini belum pernah aku dapatkan.” ”sama sama mbak, makasih juga uda diberi kehormatan mencicipi tubuh mbak.” ”udah lama aku pengen ama mbak setiap kulihat mbak neteki disini” ”nakal kamu ya Dan!!” ”mbak juga sengaja si ngeluarin tetek kok sampe dua duanya. Hehehehe” Aku cabut dedekku, ”Ploop..” bunyinya. Setelah itu aku bangun dan memakai semua bajuku, aku kenakan lagi celana dalam mbak Dewi sambil aku berikan kecupan kecil di bibir vaginanya. ”uhh…..”lenguh mbak Dewi. Diapun mengaitkan Bhnya tanpa memakai dulu karena Didi masih netek. Kamipun masih berbincang, dan aku masih merasa pengen menghisap teteknya. Mbak Dewi mempersilahkan aku untuk tetap mencium teteknya…sampai menjelang senja ak Category SEDARAH Tags cerita dewasa, Cerita Ngentto, Cerita Panas, Cerita Porno, cerita sedarah
WebCerita Bokep Indonesia – Cerita Bergambar Sedarah Nafsu Karena Lihat Puting Susu Ibuku Namaku Dio, umurku saat ini 16 tahun dan telah duduk dikelas 1 SMA. Aku. Web“klo kamu mau kamu boleh sambil peras-peras susu Mama”. tanpa pikir panjang aku mulai memeras susu Mama. “Ton, di ranjang yuk, klo sambil berdiri gini ga bebas ngulumnya”.. WebDia masih tertidur lelap saat aku menyentuh susunya. Ibu Lala sekarang tidur dengan tanktop putih yang sangat memperlihatkan susunya yg gede. Aku menyentuh lagi. WebCerita Sex – setelah sebelumnya ada kisah Gairah Seks Istri Teman Lamaku Yang Menggoda, kini ada cerita Anakku Minta Susu, Aku Nafsu Minta Dientot. selamat. Cerita Dewasa Susu Ibu, GENJOOD IBU MUDA YANG SEDANG MENYUSUI BIAR ASINYA LANCAR KISAH NYATA, MB, 1124, 18,158, Langit Cerita, 2022-02-20T1300 3, 15 Susu Ibu Menyusui untuk Penuhi Nutrisi Saat Menyusui Updaetd 2022, 1000 x 1000, jpeg, susu menyusui nutrisi kebutuhan memenuhi bukalapak selama, 20, cerita-dewasa-susu-ibu, KAMPION Webudah ketinggalan jaman dan ibu pengen bikin mini market di depan lagian jugakan ibu sekarang sendiri jadi gak butuh kamar banyak “mandi udah makan juga udah kamu. WebDias pergi untuk mengambilkan minuman. Dias hanya menemukan air putih saja yang tersedia, kemudian ia baru ingat pagi pagi sekali tadi ia diminta untuk mengisi susu. WebPuting susunya yang tinggi dan mulai mengeras begitu menggelitik telapak tanganku. Segera kuelus-elus puting susu yang indah itu dengan telapak tanganku. Kepala Mbak. WebNih guys kali ini akan mengulas tentang Cerita Dewasa Sensasi Ngentot Dengan Ibu Guru Di Depan Kelas, yang tak kalah serunya dengan kumpulan cerita-cerita. Web“buu..coba ibu menungging sambil berpegangan di bak mandi dan kaki ibu diangkat satu diatas closet” perintahku dan ibu menurutinya. Dengan posisi nungging kumasukkan. WebCerita Bokep - Ngaceng, Tante Linda Ganas dan Haus Sex Mataku sungguh susah untuk memejamkam amta karena masih terbayang tubuh mba Linda yang seksi dan amoy. WebCerita Dewasa Dengan Wanita Berkerudung. Aku tinggal di rumah kost2 an istilahnya rumah berdempet2an neh ada tetanggaku yg bernama Ibu Kinah, berjilbab umurnya. Webbocah sd itu senang sekali, kini tangan mungilnya mencoba memegang toket besar Efni itu, ia elus sebisanya karena ia tak mampu memegang toket besar itu seluruhnya. puting. WebCerita Sex – Ibu Rumah Tangga Ketagihan Selingkuh, Aku tinggal di kompleks perumahan elit di Yogyakarta. Suamiku termasuk orang yang selalu sibuk. Sebagai Pegawai Negeri. Berita GENJOOD IBU MUDA YANG SEDANG MENYUSUI BIAR ASINYA LANCAR KISAH NYATA sedang viral Source CERITA DEWASA ANAK ANGKAT SANDRA DIAM2 JUGA PENGEN NNEN Source tentang Cerita Dewasa Susu Ibu terkiniYang penasaran asal ceritanya, tonton part 1 lalu tonton juga part 2 - Kisah seorang cowok yang bertemu dengan ibu muda yang sedang menyusui, ibu muda itu punya masalah karena asinya tidak lancar, ap yang dilakukan laki laki itu? tonton sampai akhir"Makasih ya, aku duluan ke rumah, kasian si dede nungguin" Susan berkemas dan hendak turun " Tidak kasihan sama aku!" "Ini siksaan namanya kalau ngegantung begini" Gue memegang tangan Susan melarangnya turun dulu, gue sudah sangat 'tinggi' masa ditinggal begitu sajaSusan menoleh dengan senyum paham, dia pun mengangguk sambil pindah ke bangku tengah, mungkin biar lebih luas dan leluasa saat eksekusi kemolekannyaDi remang malam, disudut komplek dekat rumahnya Susan, kembali kita mengulang kejadian waktu itu, Susan memberikan perlawanan, dia memang masih kesepian ADS HERE !!!
Part 1. Aku, anak yang Dio, umurku saat ini 16 tahun dan telah duduk dikelas 1 SMA. Aku seorang laki-laki yang biasa-biasa saja dan tidak terlalu populer dikalangan para gadis. Aku mempunyai nafsu seks yang cukup tinggi tapi tentunya hanya bisa aku tuntaskan dengan onani sambil menonton film dewasa, menyedihkan. Aku anak pertama dari keluargaku, adekku Sonya baru saja lahir 5 bulan yang lalu dan masih dalam tahap pemberian asi yang rutin oleh setiap ada kesempatan, aku dapat melihat payudara ibuku yang sedang asik menyusui adikku yang masih bayi. Ibuku bernama Risa masih berumur 33 tahun karena ibuku menikah muda waktu umurnya masih 17 tahun, sedangkan ayahku saat ini berusia 41 tahun berbeda 8 tahun dari ibuku dan sedang sibuk-sibuknya dengan proyeknya sehingga kadang pulang larut malam atau bahkan tidak pulang karena ada kerjaan di luar tidak ada perasaan apapun melihat ibuku yang sedang menyusui, namun sejak aku menonton film ataupun cerita porno tentang hubungan sedarah ibu dan anak, aku mulai tertarik memperhatikan payudara ibuku yang putih mengkal penuh susu tersebut. Bahkan kadang aku mulai berani beronani sambil membayangkan tubuh dan payudara demi hari nafsuku semakin tinggi saja, intensitas onaniku semakin sering dan tentunya yang menjadi target onaniku adalah ibu kandungku sendiri. Setiap ibu menyusui adikku, aku selalu berusaha mencari kesempatan supaya mendapatkan posisi yang pas melihat ibuku yang sedang menyusui, baik ketika sedang menonton tv atau saat dikamarnya.“Sayang.. kenapa sih liatin mama terus?” katanya padaku sambil matanya melihat kearahku yang sedang asik memperhatikan payudaranya.“Eh, eh… gak ada apa-apa kok mah..” kataku gagap.“Beneran? Tapi kok liatin mama terus sih? Cemburu ya sama adikmu?” kata mama menggodaku. “Kalau kamu mau susu bikin aja tuh di dapur, masih ada kok susu Prenag*n mama dulu” katanya menggoda lagi.“ahh.. mama becanda nih, masa Dio disuruh minum susu ibu hamil sih ma” kataku pura-pura ngambek, mamaku tertawa karenanya sehingga dadanya berguncang bahkan terlepas dari kuluman adikku sehingga memperlihatkan putingnya yang coklat menggoda.“Hihi, kamu sih, lagian kamu ngapain sih liatin mama nyusuin adekmu?” tanya mamaku lagi.“Gak ada apa-apa kok mah” jawabku yang masih agak takut ketahuan sedang horny ngebayangin mamaku.“Hmmm.. iya deh.. kalau mau liat, liat aja.. tapi inget yah.. liatnya gak pakai nafsu, masa liat mama sendiri nafsu juga” ujar mamaku yang akhirnya membiarkan saja aku memperhatikan payudaranya yang sedang menyusui. Aku tentu saja senang bukan main mendengarnya dan tidak menyiakan kesempatan untuk melihat mamaku menyusui adikku tanpa perlu takut ditegur mamaku lagi.“Udah ya sayang.. adikmu udah tidur nih” kata mamaku sambil memasang kembali branya dan menutupnya dengan kemeja. Aku cukup kecewa karenanya, tapi mamaku cuek saja dan bangkit dari duduknya, sepertinya ingin mengantarkan adikku ke ranjang bawa di kamarnya. Aku iseng mengikutinya ke kamar, setelah masuk ke kamar dan meletakkan adek bayi mamaku heran melihat aku juga masuk ke kamar.“sayang? Ada apa?” tanya mamaku. Aku berusaha tidak memandang matanya karena grogi, akhirnya aku memandang ke arah ranjang bayi.“Gak ada kok mah, Cuma mau liat adik aja. Sonya cantik yah ma, imut-imut” kataku mengalihkan perhatian.“Iya donk, mamanya kan juga cantik, iyakan sayang?” kata mamaku bercanda menggodaku.“Hehe, iya mah, mama yang paling cantik di rumah ini” kataku membalas godaannya, mamaku tertawa kecil, sungguh tertawa yang renyah dan menyenangkan mendengarnya. Payudaranya sekali lagi ku liat naik turun karena tertawa, mamaku menyadari bahwa aku sedang memperhatikan payudaranya lagi.“Kamu ini.. emang gak puas tadi liat susu mama?” katanya tenang namun masih dengan senyum manis menghiasi wajahnya. Sebuah senyum yang membuat hatiku berdebar apalagi mendengar kata-kata mamaku barusan.“Eh… aaa.. a.. anuu” kataku gelagapan.“Dasar, mama tahu kok usia seperti kamu saat ini sedang panas-panasnya, tapi masa sama mama kamu sendiri nafsu juga, nakal yah..” kata mamaku.“Kalau kamu horny banget, tuh nonton lagi sana bokepmu itu, mama tahu kok kamu sering nonton bokep di kamarmu” Dugh! Aku terkejut bukan main, ternyata mama mengetahui aktifitasku yang satu itu.“Dan juga kalau onani di kamar mandi disiram dong sayang, masa dibiarkan gitu aja belepotan di dinding sama di lantai, kamu kelupaan yah nyiramnya? mama deh yang repot membersihkannya.. jorok tahu.” sambung mamaku lagi yang semakin membuat aku terkejut. Aku sadar kalau kadang aku lupa membersihkan sperma yang belepotan, aduh…“eh.. eh.. iya ma.. sorry mah. Tapi gak apa-apa kan mah kalau Dio onani dan nonton bokep?” tanyaku pada mama tapi dengan agak malu dan takut.“iya-iya.. normal kok untuk laki-laki seusiamu, tapi jangan keseringan” kata mamaku mengiayakan. Akhirnya sejak saat aku tidak perlu diam-diam lagi onani atau nonton bokep, bahkan pintu kamarku ku buka saja.—“Sayang.. makan malam…” kata mamaku di depan pintu kamarku. Aku cukup terkejut karenanya karena sedang asik nonton bokep sambil mengelus barangku.“Ayoooo… lagi ngapain? Nonton bokep yah?” tanya mamaku menggoda.“Eh, i-iya mah” jawabku gagap.“ayo makan dulu, nanti sambung lagi..” kata mamaku lagi. Aku segera berusaha bangkit sambil mengeluarkan tanganku dari dalam celanaku.“Emang nonton apaan sayang? Bagus ceritanya?” goda mamaku sambil tertawa.“Eh.. iya mah, tentang ibu dan anak mah, panas banget tadi mah, mereka gituan mulu setiap hari mah di rumah, hehe” kataku terus terang pada mamaku walaupun agak malu menceritakannya.“Ckckc.. kamu suka cerita begituan? Ya udah ayo makan dulu” ajak mamaku lagi. Kamipun makan malam berdua saja karena papa belum pulang dan adikku sudah tidur. Setelah makan malam kami habiskan waktu menonton tv. Mama saat itu hanya mengenakan baju tidur dengan kemeja dan celana panjang. Namun tonjolan payudaranya yang besar tidak mampu disembunyikan dari balik kemejanya sehingga membangkitkan nafsuku.“Ckckck, kamu ini..” katanya namun membiarkan saja aku dan mataku yang asik melihat ke arah dadanya.“Napa sayang? Mau liat lagi?” goda mamaku. Walaupun aku sudah sering melihatnya apalagi semenjak diperbolehkan melihat terang-terangan namun aku tidak pernah puas dan selalu ketagihan.“Iya mah, boleh? Hehe” jawabku semangat.“Iya-iya.. sini deh, dasar anak mama satu ini nakal sama mamanya” kata mamaku. Mamaku mulai membuka kancing bajunya, dimulai dari yang paling atas, lalu kancing kedua.“Cepetan mah..” pintaku gak sabaran dengan dada yang semakin berdebar, mamaku hanya tersenyum manis saja kepadaku. Baru kali ini mama membuka bajunya yang hanya ada aku di depannya, biasanya harus ada adik bayi dahulu supaya aku dapat melihatnya. Mamapun membuka kancingnya yang ketiga dan menyisakan kancing ke empat yang masih kini dapat melihat bra warna hitamnya yang tampak kontras dengan kulit payudaranya yang putih mulus dengan urat-urat biru disekitarnya. Mamaku mulai membuka branya yang mempunyai kait di depan supaya mempermudahnya menyusui adikku. Akhirnya kedua payudara mama yang mengkal padat berisi terpampang bebas di hadapan anak laki-laki sulungnya tanpa ada kepala bayi lagi menghalangi, membuat penisku langsung tegang di balik celanaku.“Ma, kancing bajunya dibuka semua dong..” pintaku lagi.“Iya-iya, dasar kamu abg mesum” setuju mamaku. Akhirnya mama membuka seluruh kancing kemejanya sehingga kini kemejanya menggantung di tubuhnya memperlihatkan belahan payudara hingga pusarnya untuk bebas aku nikmati.“Udah? Puas? Dasar kamu.. terus mau ngapain lagi?” tanya mamaku menggoda sambil tersenyum. Aku yang tidak tahan segera memasukkan tanganku ke dalam celanaku dan mengelus-ngelus penisku, mamaku hanya tersenyum melihat tingkahku dan membiarkanku menikmati pemandangan yang ada di depan mataku.“Ma.. boleh Dio peluk mama?” pintaku kali ini.“Ya boleh dong.. masa anak sendiri gak boleh meluk mamanya…” jawab mamaku. Aku senang sekali, aku segera mendekatinya dan merangkul tanganku memeluk tubuh mamaku dari depan sehingga payudaranya yang padat tanpa halangan berhimpitan dengan dadaku. Nikmat sekali rasanya merasakan himpitan payudara mamaku yang menekan dadaku.“Kenapa sayang? Berdebar gitu dadanya? Hihi” tanya mamaku menggoda.“hehe, iya mah.. gimana gak berdebar mah, pemandangannya enak gini, terus susu mama tadi nekan-nekan dada Dio lagi.” Jawabku cengengesan.“Ma, boleh gak Dio lepasin baju sama celana Dio juga?” Pintaku.“mau apa sih kamu emangnya? Iya deh, buka aja.. sekalian aja dengan celana dalammu, bebasin aja tuh burungmu.. tegang gitu, nafsu ya?” jawab mamaku. Aku yang senang mendangar jawaban mamaku segera berdiri dan membuka baju dan celanaku menyisakan celana dalamku.“Itu kolornya mau mama yang bukain?” tawar mamaku.“hehe, boleh mah..” kataku sambil memajukan pinggulku ke arah mamaku. Dia segera menyeipkan jari lentiknya di sela celana dalamku dan menariknya perlahan ke bawah, memperlihatkan penisku yang telah mengacung tegak dihadapannya.“wah.. udah tegang yah penisnya, gitu amat nafsunya ke ibu kandung kamu sendiri..” ujarnya menggoda. Aku cengengesan sendiri.“Mau nyusu lagi gak seperti waktu kamu kecil dulu?” goda mamaku.“Eh.. eh, mau mah.. mau banget.. hehe” tentu saja aku mau, itu adalah sesuatu yang aku impi-impikan.“Ya udah sini dekat-dekat ke mama” ajak mamaku. Aku mendekatinya dan duduk di sampingnya sambil bertelanjang bulat sedangkan mamaku hanya mengenakan celana panjang dengan kemeja yang terbuka didepannya, memperlihatkan kedua bukit payudaranya yang montok berisi penuh susu. Aku dekatkan wajahku ke pucuk payudaranya dan menempelkan bibirku ke putingnya.“Dasar kamu, udah gede masih nyusu ke mamanya. Tuh lihat burung kamu negang gitu” ujar mamaku, aku hanya senyum-senyum saja mendengarnya sambil masih asik mengenyot susu mama. Tiba-tiba terdengar suara pagar digeser, papaku pulang. Dengan segera aku melepaskan kulumanku dan memungut pakaianku yang berserakan di lantai dan berlari ke kamarku.“Udah pulang pa?”“nggak, baru pergi.. ya iyalah baru pulang” kata papaku tertawa diikuti mamaku. Tapi.. duh gawat, celana dalamku tertinggal di sana. Aku 2. Risa, mamaku yang cantik.“Dasar kamu, udah gede masih nyusu ke mamanya. Tuh lihat burung kamu negang gitu” Ujarku menggoda anakku yang nakal ini. Dia masih dengan enaknya menyusu ke mamanya dengan penis yang tegang dan menempel di celana tidurku. Tiba-tiba terdengar suara pagar digeser, suamiku pulang. Dengan segera Dio melepaskan kulumannya dan memungut pakaiannya yang berserakan di lantai dan berlari ke kamarnya.“Udah pulang pa?” tanyaku cukup panik.“nggak, baru pergi.. ya iyalah baru pulang” katanya tertawa diikuti tawaku. Tunggu.. apa itu, celana dalamnya Dio, gawat.. udah barusan mesumin mamanya terus celana dalamnya pake ketinggalan lagi.“Gimana di rumah? Baik-baik aja kan?” katanya menuju tempat aku dan Dio melakukan kemesuman barusan.“iya pa, baik-baik aja kok” kataku tenang. Aku berusaha menutupi pandangan suamiku dari arah sofa dimana di bawahnya masih tergeletak mayat, maksudku celana dalam Dio.“mandi dulu gih pa, bau tuh papanya seharian gak mandi. Mau dibuatin kopi?” anjurku padanya. Tentu saja supaya dia cepat beranjak dari sana sehingga aku bisa membereskan celana dalam itu. Dia mengiyakan dan segera beranjak ke kamar dan mandi. Aku segera memungut celana dalam anakku. Ku lihat bagian tengahnya agak basah tapi tidak lengket.—Aku ketuk pintu kamarnya, dia segera membukanya. Dia telah mengenakan baju dan celananya sendiri tapi aku tidak yakin dia pakai kolor.“Nih celana dalam kamu ketinggalan, untung gak nampak sama papamu, lain kali hati-hati dong sayang, niiihh…” kataku sambil menyerahkan celana dalamnya.“Iya mah, sorry buru-buru.” Jawabnya sekenanya.“tapi tanggung nih, gak enak banget rasanya” sambungnya.“ya gimana lagi dong sayang, papamu udah pulang tuh..” jawabku cuek.“papa lagi mandi kan mah.. bisa tuh ma sebentar, ayo mah” katanya menarik tanganku masuk ke dalam kamarnya dan menutup pintu.“duh, aduh sayang.. iya-iya tapi pelan-pelan dong nariknya, sakit tangan mama” kataku pura-pura manja. Dia yang kayanya sudah tidak tahan apalagi tadi benar-benar tanggung baginya segera meloloskan pakaiannya memperlihatkan penisnya lagi dihadapan ibu kandungnya. Aku lagi-lagi terpana melihat ukuran penisnya yang cukup besar yang tidak kalah dari papanya.“terus mama harus telanjang dada lagi nih di depan anak mama satu ini?” kataku menggodanya.“iya dong mah, masa nggak.. kalau boleh sih gak cuma telanjang dada aja mah” ujarnya nakal.“terus telanjang apa? ayooo.. kamu kepingin lihat mama telanjang di depanmu ya? Anak mama nakal yah…” kataku menggodanya lagi.“lain kali yah sayang, kalau kelamaan entar ketahuan papamu” kataku, ku lihat wajahnya cukup kecewa tapi ya ku biarkan saja walau agak gak tega. Ku buka bra dan kancing kemejaku lagi, kali ini kololoskan seluruh kemeja dari tubuhku sehingga bagian atas tubuhku kini benar-benar polos di depan anak kandung laki-lakiku.“mama cantik…” katanya terpesona melihat tubuh atasku, yang terpampang bebas dihadapan matanya untuk dia nikmati. Aku juga merasakan perasaan lain telanjang dada didepan anak kandung laki-lakiku sendiri apalagi suamiku ada dirumah dan kami bisa ketahuan kapanpun, hal ini membuat jantungku berdebar tidak karuan, ku rasa air susuku makin bertambah dan memenuhi payudaraku karena perasaan ini.“ayo cepetan sayang” kataku padanya supaya mempercepat aktifitas mesum ini. Dia segera mendekatiku dan mengulum lagi payudaraku, air susuku kembali masuk ke mulutnya dengan derasnya. Tangannya yang satu lagi meremas payudaraku yang satunya sehingga air susuku menyemprot-nyemprot melumuri tangannya dan lantai lihat air susuku mengalir disela mulutnya dan sampai kedagunya yang sudah ditumbuhi janggut tipis. Anakku benar-benar sudah besar sekarang. Kadang dia melepaskan kulumannya dan memainkan putingku dengan lidahnya, tidak hanya putingku, tapi seluruh permukaan kulit payudaraku juga mulai dijilatinya sehingga permukaan payudaraku basah dan tanpak lama kemudian wajahnya mulai mengerut, sepertinya dia mau keluar.“Keluarin aja sayang, tumpahin aja ke mamamu ini” ujarku padanya. Dia tidak menjawab dan semakin kencang mengulum dan menjilat payudara ibu kandungnya ini. “Crooot crooot…” akhirnya spermanya keluar, karena posisi kami yang seperti itu spermanya jadi mengenai celana panjang piyamaku tepat di depan daerah kewanitaanku.“udah sayang? Puaskan?” dia mengangguk. Akhirnya dia melepaskan kulumannya dan menarik diri menjauh dari sisiku. Aku segera mengenakan kembali bra dan kemejaku. Kulihat dia masih keenakan sambil duduk di ranjangnya. Aku segera keluar dari kamarnya.“Besok lagi yah ma.. hehe” pintanya nakal.“hmmm… liat aja deh besok, dasar kamu..” aku keluar dan menutup pintu kamarku dan segera menuju ke kamarku. Ku lihat suamiku telah selesai mandi. Karena tadi aku juga sempat horny karena kelakuanku dengan anakku aku mengajak suamiku melakukannya. Kami melakukan hubungan suami-istri yang panas malam itu hingga akhirnya kami tertidur gak perlu diceritakan deh detailnya, soalnya biasa dan pembaca juga tahu apa yang terjadi.Esok harinya aku bangun pagi seperti biasanya. Beres-beres rumah dan menyiapkan sarapan untuk suami dan anakku. Saat sedang sibuk memasak di dapur, sepasang tangan merangkul pinggangku, ku lihat ke belakang ternyata Dio anakku dengan tubuh telanjang hanya membawa handuk yang di kalungkan di lehernya.“sayang, apaan sih, bukannya mandi.. ntar kamu terlambat ke sekolahnya” kataku sambil berusaha melepas pelukan tangannya.“bentar mah, abis bangun pagi ngaceng nih, apalagi liat mama gini.. mama lanjutin aja deh masaknya, Dio gak ganggu kok” jawabnya. Saat ini aku menggunakan daster dengan celemek untuk masak. Aku biarkan saja dia memelukku dari belakang sambil aku masih terus memasak. Lama-kelamaan dia mulai meraba payudaraku dari balik celemek dan dasterku, juga masih aku biarkan saja.“sayang, kamu mulai nakal yah.. masa gesek-gesikin itunya kamu ke mama sih” kataku tapi tidak berusaha melepaskan diriku darinya. Dianya ketawa-ketawa saja.“itu apa mah? ngomong yang jelas dong mah” katanya pura-pura bodoh menggodaku.“itu kamu.. burung kamu” kataku dengan agak sebal karenanya, hentakan penisnya makin keras dan kencang saja di belahan pantatku.“itu bukan burung mah, tapi kontol mah.. coba mama bilang lagi” katanya kurang ajar mempermainkan mamanya.“iya… kontol. Masa kontol kamu digesekin di pantat mama gitu sih sayang” kataku menuruti kemauannya.“Digesekin gimana mah?” katanya pura-pura bodoh lagi, kali ini makin kencang saja gesekannya di belahan pantatku, bahkan menyelip di pahaku sehingga kain dasterku ikut terlipat di antara pahaku. Selanjutnya dia melepaskan pelukannya tapi kini malah meraih bokongku dan memegangnya, dia lanjutkan kembali aktifitas mesumnya terhadapku.“kainnya menghalangi aja nih mah” katanya. Aku diamkan saja perkataannya sambil dia masih asik dengan aktifitasnya.“Ma, temenin Dio mandi dong mah.. udah lama nih gak rasain dimandiin mama” pintanya terhadapku. Sebenarnya itu adalah permintaan yang biasa dari seorang anak pada ibunya, namun tidak bila anaknya sudah sebesar ini, dengan bulu yang sudah tumbuh disekitar kemaluannya.“kamu ini ada-ada aja, mandi sendiri sana.. lagian papamu bentar lagi bangun, udah sana mandi, terlambat nanti sekolahmu” jawabku menolak permintaanya.“yah.. mama, tapi nanti habis pulang sekolah Dio tagih ya ma, hehe” pintanya. Akhirnya dia masuk ke kamar mandi di samping dapur dan segera mandi. Dia sempat membuka pintu kamar mandi dan menunjukkan penisnya di hadapanku.“Ma.. liat nih..” katanya sambil mengocok penisnya yang berlumuran busa sabun dihadapanku. Sungguh perbuatan yang cabul terhadap ibu kandungnya sendiri.“kamu apa-apaan sih, tutup pintunya” suruhku padanya tapi tanpa menunjukkan kemarahan. Akhirnya dia menutup pintu dan melanjutkan pagi itu serapan bersama seperti biasa, aku sarapan sambil menyusui bayiku dan Aku dan Dio duduk berhadap-hadapan, sehingga dia serapan sambil juga memandang payudaraku yang sedang menyusui adiknya. Suamiku sih menganggap biasa aku yang menyusui di hadapan Dio. Sedang asik-asiknya serapan kaki Dio mengelus-ngelus kakiku dari bawah meja sehingga perbuatannya ini tidak terlihat oleh suamiku.—“Tok-tok” Terdengar suara ketukan pintu depan. “ma… Dio pulang…” ternyata Dio anakku yang sudah pulang. Siang itu aku sedang mencuci baju, segera ku bangkit dan menuju pintu depan.“Lama amat sih ma” sambil masuk dan melepaskan sepatunya.“iya.. mama lagi nyuci dibelakang, tumben kamu cepat pulang biasanya keluyuran dulu?” tanyaku.“kan mau nagih janji mandi bareng mama” jawabnya cengengesan.“dasar kamu, emang ada mama janji? Hmm… yaudah letakkan tas kamu dulu ke kamar, mama tunggu di belakang.” Kataku sambil menuju kamar mandi belakang yang mana juga tempat mencuci, dia juga menuju beberapa saat dia telah kembali dengan hanya mengenakan celana dalamnya. “dasar kamu.. udah gak tahan yah…?” godaku.“Hehe.. iya nih ma” jawabnya. Aku segera mengajaknya masuk kedalam kamar mandi.“Masa udah gede gini masih dimandikan mamanya sih? Sini mama yang bukain kolor kamu” kataku tersenyum manis sambil membuka celana dalamnya dan menaruhnya ke tempat cucian. Penis tegangnya mencuat di hadapanku, ibu kandungnya.“Mama harus ikutan mandi juga nih?” kataku menggoda padanya.“Iya dong mah..” jawabnya penuh mesum.“dasar kamu.. mama sendiri dimesumin” kataku tersenyum menatap matanya.“Mama sih.. cantik, seksi, terus gak nolak di mesumin anak kandungnya.. hehe” ujarnya kurang ajar padaku, aku hanya tersenyum saja mendengar jawabannya. Aku mulai membuka pakaianku dimulai dari kaos, kemudian celana, bra dan terakhir celana dalamku. Kini aku benar-benar bugil dihadapannya, dia menjadi orang kedua yang melihatku bugil setelah berdegup kencang, apa aku harus melakukan ini? Mandi bersama anak laki-lakiku yang sedang horny berat terhadap ibu kandungnya sendiri. Tapi sisi lain diriku ingin mencoba hal yang nakal seperti ini, menyadari hubungan kami ibu dan anak kandung makin membangkitkan gairahku menjadi meluap-luap, pastinya Dio anakku juga merasakan hal yang mulai mendekati tubuhku yang telanjang didepannya. “Mama cantik banget” katanya mulai meraba payudaraku dan mengusap-ngusap punggung dan pinggangku.“Aduh.. kamu ini mau mandi atau grepe-grepe mama sih sayang?” tanyaku tapi tidak berusaha menepis tangannya. Dia dekatkan mulutnya ke putingku, kembali air susuku yang sudah memenuhi payudaraku memenuhi mulutnya dan dengan nikmat masuk ke kerongkongannya. Air susuku dihisap habis-habisan olehnya.“Hisap yang kiri juga dong sayang, masa yang kanan mulu” ujarku padanya. Diapun memindahkan kulumannya ke dada kiriku. Cukup lama dia hisap susuku sambil berdiri, kedua dadaku dia hisap bergantian. Penisnya yang tegang kadang menyentuh pangkal pahaku, menggesek-gesek disana disekitar vagina dan paha atasku, ku biarkan saja aksinya tersebut.“Hmm.. sayang, penis kamu nyentil-nyentil mama tuh..” kataku tapi dia masih asik meminum susuku.“Ma.. penis Dio diselipin di dada mama dong..” pintanya. Sepertinya dia sudah horny berat. Aku yang juga sudah mulai horny mengiyakan permintaannya. Aku jongkok di depannya, dia letakkan penisnya diantara kedua buah dadaku dan mulai memompanya maju mundur. Aku juga ikut membangkitkan gairahnya dengan ikut mengayunkan tubuhku naik-turun dan meremas kedua payudaraku sendiri sehingga air susuku muncrat mengenai pahanya dan melumuri penisnya yang sedang nikmat menggesek-gesek disela buah dada ibu keluar dari kamar mandi dengan masih bertelanjang bulat. Dia terduduk di ranjang sambil melihat aku yang sedang mengeringkan rambutku. Ku lihat penisnya bangkit lagi melihat tubuhku.“Ayo… kamu mikirin apa? Tuh tegang lagi penismu” godaku.“Hehe.. iya nih ma.. Dio liatin mama sambil ngebayangin Dio lagi ngentotin mama, pasti enak tu mah..” katanya vulgar kurang ajar kepada ibu kandungnya.“Hushh.. kamu ngomongnya kurang ajar amat sama mama” kataku tersenyum dan tertawa kecil mendengarnya.“Ma.. ngentot yukk” ajak anakku ini.“Yuk ma.. udah gak tahan nih pengen ngentotin mama, apalagi diranjang mama sama papa” katanya makin kurang ajar saja. Aku tentu saja keberatan dengan permintaannya tersebut, itu sudah terlalu jauh, tapi aku yang tidak tega dan juga horny akhirnya memberi dia keringanan.“Kamu gesek-gesekin penis kamu di vagina mama aja yah sayang.. tapi jangan dimasukin, dosa loh kalau bohong” anjurku, dia yang sudah horny mengiyakan saja ajakanku.“Yuk, sayang naik ke ranjang mama” ajakku. Kami berdua naik ke atas ranjang, ranjang dimana biasanya hanya ada aku dan suamiku diatasnya untuk tidur ataupun bercinta, kini di atasnya telah berada aku dan anakku yang telah bertelanjang bulat, yang sudah terbawa nafsu sedarah yang mulai merangkak diatas badanku dan mulai menggesek-gesekkan penisnya di permukaan vaginaku. “Inget ya sayang, jangan sampai masuk, punya papamu lo itu..” kataku mengingatkannya kembali. Dia hanya mengangguk saja sambil tersenyum dan melanjutkan aksinya menggesek-gesekkan penisnya dipermukaan vaginaku.“Ma, masukin dikit boleh yah ma… kepalanya aja kok, plissss..” pintanya memelas.“Kan tadi janjinya Cuma gesek-gesekin aja, gimana sih? Ya udah deh.. tapi janji ya Cuma kepalanya” kataku menyetujui permintaan mesumnya. Dia arahkan ujung penisnya tepat di depan vaginaku, mencoba memasukkan kepala penisnya diantara bibir kemaluanku. Perlahan ujungnya mulai masuk dan akhirnya kepala penisnya masuk ke dalam kemaluanku.“Ouuhhh… enak mah” racaunya. Nafsu sudah meyelimuti kami, membakar birahi kami ibu dan anak. Walau hanya kepalanya saja yang masuk namun sepertinya sudah memberikan kenikmatan yang luar biasa baginya. Kadang penisnya masuk lebih dalam tapi tidak seluruhnya, aku yang menyadarinya membiarkannya saja.“oghhhhhhh… terus sayang, kamu nakal.. menyetubuhi ibu kandungmu sendiri… diatas ranjang mama dan papamu lagi… oghhhh… yaaahhh… enak sayang… terus anakku.. setubuhi ibumu” kataku kesetanan. Kami semakin menggila, dia makin cepat memompa diriku.“Ma… mau keluar mah…” erangnya. Ranjangku betul-betul bergoyang kencang, bahkan dengan suamiku kami tidak pernah bersetubuh sehebat ini. Tubuh kami bermandikan keringat. Membayangkan hubungan kami ibu dan anak makin membuat nafsuku tak terkendali, apalagi membayangkan kalau aku hamil oleh anak laki-lakiku sendiri.“Keluarin didalam saja sayang.. hamili mamamu iniiii” kataku yang telah dibanjiri nafsu yang tak terbendung. “Crooot… crooot” dia menyemprotkan spermanya berkali-kali berbarangan dengan orgasmeku, memenuhi rahim ibu kandungnya sendiri. Dia kelihatan sangat puas. Sesudah itu sepanjang sore hingga malam kami lanjutkan ronde-ronde selanjutnya, kami bahkan lupa untuk makan, bahkan bayiku yang sedang menangis-nangis sampai terabaikan yang ada dipikiran kami hanya persetubuhan sedarah. Genangan sperma dan air susuku yang tidak berhenti menyemprot ada dimana-mana, belepotan diatas ranjang aku dan suamiku ini, bahkan ditubuhku sudah belepotan spermanya yang tidak pernah puas menyiram di dalam maupun diluar tubuh ibu kandungnya dia sangat kenyang meminum air susuku yang sepertinya tidak ada habisnya, melumuri penis dan tubuhnya dengan susuku. Aku bahkan melakukan apa yang belum pernah ku lakukan pada suamiku, yaitu menjilati dan mengulum penisnya serta menelan spermanya yang kini aku lakukan terhadap anakku tanpa rasa juga menjilati lubang anusnya dan menyodok lubang anusnya dengan lidahku sedalam yang ku bisa, selain itu aku juga membenamkan payudaraku dengan putting yang mencuat tegak ke sekitaran lubang anusnya, membasahi selangkanngannya dengan air susuku, yang semakin membuatnya merasa kenikmatan. Sebuah kenikmatan yang diperolehnya dari ibunya melakukan ini sampai lupa waktu, entah sudah jam berapa ini. Bisa saja suamiku pulang kapanpun itu, namun membayangkan suamiku memergoki kami sedang melakukan perbuatan tidak bermoral ini, antara istri dan anak kandungnya sendiri, di dalam kamar kami dan diatas ranjangku dan suamiku, malah membuat sisi binalku semakin gila menjadi-jadi.“TERUS SAYANG.. SETUBUHI MAMA… JANGAN BERHENTI… SIRAM PEJUMU KE RAHIM MAMA SEPUAS-PUASMU… HAMILI MAMA… MAMA DISINI SEBAGAI PEMUAS NAFSUMU ANAKKU…” Racauku 3 Papa yang senang sekali akhirnya dapat segera pulang ke rumah, setelah seharian bekerja untuk keluargaku, apalagi kini bertambah satu lagi si kecil Sonya. Jalanan kota yang macet makin menambah letihku, sesudah ini aku ingin menghabiskan waktuku untuk beristirahat dan tidur karena besok kembali setumpuk pekerjaan yang buka pagar rumahku, tapi anehnya tidak satupun lampu yang menyala diluar sini. Apa orang-orang rumah pada pergi? Pikirku. Tapi setelah aku masuk kerumah ternyata pintu depan juga tidak terkunci, begitu juga dengan lampu di dalam rumah yang tidak satupun menyala. Aku mulai takut bila terjadi perampokan atau apapun melangkah lebih dalam namun samar-samar terdengar suara, arahnya dari dalam kamarku. Segera ku naik ke lantai atas dimana kamarku berada, suara itu semakin keras dan seperti suara desahan. Ku lihat pintu kamarku terbuka dengan lampu yang menyala, dengan rasa agak cemas ku dekati pintu kamarku dan melihat ke serasa mau copot, sebuah pemandangan yang membuat dadaku sakit, dimana istriku sedang bersetubuh dengan liarnya dengan anakku sendiri. Di atas ranjangku dan istriku yang biasa menjadi tempat kami memadu kasih, sedang bersetubuh dua insan ibu beranak yang selama ini mati-matian aku hidupi.“Halooo pa, sudah pulang?” sapa hancur-sehancurnya, kecewa, marah, dadaku seperti ditancap tombak tajam berkali-kali, kakiku tidak mampu menahan beban tubuhku, air mataku di bawah
Angin berhembus pelan masuk melalui jendela rumah ini, disini di ruang keluarga aku berdua saja dengan wanita paruh baya. Aku perkirakan dia berumur 30 tahun, “Dia anggun sekali, wow! Wanita ini yang menjadi partnerku” pikirku sambil mengangguk pelan kemudian ku berkata “Hmmm… Halo” dia tersenyum. “KamuBudi kan? Ibu udah tau namanya kamu kok” ucap dia sambil mendekat lalu mengambil kedua tanganku. “I-iya..” jawabku kaku pada wanita yang ku tau namanya Lala. “Grogi ya? Gak apa apa kok, Ibu bakal pelan-pelan aja” ucap dia sambil memelukku erat, wajahku tepat ditengah dadanya “Aduh gede bener!” kataku dalam desaku ada tradisi unik, kalo laki-laki udah masuk umur tertentu, ah anggap saja hadiah lulus SD akan melakukan tradisi untuk menjadi pria… ya dengan partner wanita dewasa! Kemarin kemarin saat penentuan partner melalui undian Ibu Lala yang terpilih, saat namaku dan namanya dipanggil dia langsung melambaikan tangan menyapaku dari jauh sambil tersenyum. “Beruntung sekali aku!” sambil menahan perasaan senang yang amat sangat. Setelah itu aku bermain bersama temanku Tejo, sambil bermain Tejo cerita “Lo beruntung banget!” sambil cekikikan. “Lo dapet cewek dari rumah itu kan? Dia punya susu yang gedeeeee banget kek gini!” katanya sambil menggerak gerakkan tangannya di dadanya seperti menggambarkan buah lebih mirip pepaya. “Wow!” jawabku biasa, aku ga terlalu tertarik bahkan ga tau ada tradisi ini sebelumnya. “Gue malah dapet mamahnya Andri, ya lumayan lah semok tapi agak ga enak sama Andrinya”lanjut ceritanya.“I-itu beneran gede, bener kata si Tejo…” pikirku saat Ibu Lala melepas pelukannya. “Mau liat susu Ibu?” IbuLala langsung buka bajunya sampe keatas, eh ga pake BH daritadi ya. Aku ga tau soal ukuran susu tapi ini beneran gede dan masih pink. Aku masih terpaku ke susu Ibu Lala, “Maaf ya, emang sih gede tapi udah ga bagus lagi ya kan?” Aku bingung menatap kemana, ke susu Ibu Lala atau menatap mukanya. Aku bingung.“G-gga kok bu, masih kok”. Aku mendekat ke susunya “Oooo.. begini ya bentuknya” pikirku lalu aku langsung menyentuh puting pink Ibu Lala. Keg begini ga bagus, masih belum ada tanda tanda turunnya malah kenyel mancung kedepan. Ibu Lala sedikit terkejut melihat tanganku berada di susunya. “Akhirnya aku menyentuhnya!” aku ga mampu menutupi muka merahku sambil terus meremas susunya. Aku baru dua kali ketemu dia dan sekarang udah megang susunya! “Hmmm… Cara kamu mainnya nakal bener Budi…” katanya sambil memejamkan mata. Mukanya merah. Aku terus memainkan dengan cara berbeda, wah tanganku ga mampu megang semua bagian susunya. Aku ga tahan! Aku menahan teriakanku di susunya “Aaaaahh…”Sesuatu keluar dibagian penisku, aku memeluknya erat erat sepertinya dia tahu apa yg terjadi. “Ya ampun…”Aku menangis dipelukannya, “Udah gak apa apa Bud, sini Ibu bersihin dulu ya ❤️” katanya tenang. Aku bingung kenapa dia bisa tenang begitu.“Adu—duh kerasnya… ❤️” katanya melihat penisku setelah diturunnya celanaku. “Ibu seneng, susu ibu bisa bikin kamu sampe begini ❤️ ehehe” mataku sayup sayup belum sadar apa yg barusan terjadi. Ibu Lala memegang kepala penisku yang baru setahun disunat, lalu menghisap ujungnya lembut yg masih ada bekas sperma. Aku langsung sadar! Kaget bukan kepalang! Kemudian dia menghisap sampai keujung ditelan sepenuhnya. Sambil memainkan lidahnya dia membersihkan penisku dari sisa sperma tadi.“Hehehe, ujung burungnya gemeter lagi nih Bud… ❤️” katanya sambil tetap mengulum ujung penisku. Dengan sekali hentakan penuh menelan penisku sampai kepangkal. “Aaaaaak… Aaaah” teriaku hingga aku dikulum sambil berdiri membuatku sampai duduk lemas dan dia masih terus menghisap penisku. “Gak boleh nih, jangan keluar lagi Bud…” kata Ibu Lala dalam hati sambil menghentikan hisapannya.“Plop…” bunyi penisku lepas dibibir mungilnya. “Mungkin dah waktunya Bud.. ❤️” godanya padaku. Aku ga menjawab, sempoyongan sambil duduk. Mukaku merah, badanku lemas, entah kemana sekarang Lala melepas semua pakaiannya hingga bugil di depanku, lalu berbaring di tempat tidur. “Oke… Waktunya buat kamu jadi pria dewasa ❤️” katanya sambil tersenyum. Susunya menggantung namun tidak ditumbuhi bulu tipis. Apa yg harus aku lakukan? pikirku keras.“K-keg gini bu?” aku memposisikan penisku ditengah pangkal pahanya. “Iya, teken terus keg gitu ya..”katanya. Dia hanya mengarahkan penisku ke vaginanya lalu membiarkan aku memasukkannya sendiri. “Aduh becek bener ini!” kataku bingung. “Dikit lagi kok, teken aja terus Bud ehehe ❤️”. Penisku baru masuk setengah dan “Ugh…!” itu masuk. Penisku masuk seluruhnya, anget bener aduuuh. Badanku gemetar disaat itu juga. “Udah masuk semua tuh, coba gerakin dong Bud ❤️” “I-iya Bu!” jawabku kesusahan. Akupun memundurkan penisku, “Aaaaah, ini dia…” desah Ibu Lala pelan. Wow setiap aku gerakkin berdenyut denyut disekitarnya. “Aduh sempit banget!” “Aaah” “Eeeh” kaget Ibu Lala melihatku mendesah keluar lagi.“Dah, keluar bu…” kataku lemas diatasnya. “Gimana, enak kan? Ehehe ❤️” katanya pelan dibawah masih ada didalam, menancap erat vaginanya. “Kamu kan baru pertama kali, itu termasuk udah bagusBud ❤️” katanya sambil memegang kedua pipiku. Kemudian bibirku diciumnya, lama sekali. Bibirku dan bibirIbu Lala seperti itu kita berdua melakukannya lagi, kali ini Ibu Lala menghadap dinding dan aku dibelakangnya sambil terus menusuk nusuk vaginanya dengan penisku. Aku ga tau, Ibu Lala seperti pasrah atau senang melakukannya denganku. Dia membiarkanku melakukannya sesukaku. “Ah… Ah… Ah” aku menggenjotnya dari belakang. Sesekali Ibu Lala melihat kebelakang melihatku sedang menggenjotnya. Lalu dia menghentikan genjotanku, merangkul kepalaku lalu mencium bibirku. Yah, kemudian aku menciumnya sambil capek, dia tahu lalu menyuruhku duduk lalu memasukkan lagi penisku di vaginanya dan dia duduk diatas pangkuanku. “Aaaah” desahku melihat dia menaik turunkan pantatnya. Anehnya dia menikmati sambil senyum senyum kepadaku. Wanita cantik yang memiliki susu besar dan molek sedang menaik turunkan pantatnya mencari kenikmatan. “Aduh dalem banget…” kataku saat dia menghentak hentakkan pantanya. IbuLala tersenyum sambil melakukannya. “Aku keluar” pikirku lemas langsung terkapar dilantai. Ibu Lala pantatnya, lepas lah penisku dari vaginanya. Basah sekali penisku, Ibu Lala membalik badannya lalu membetulkan rambutnya kemudian mengulum penisku hingga bersih. Ya Lala terus mengulum penisku, menghisap hingga habis semua dimulutnya. Aku capek. Sekarang malah dia berbaring disampingku sambil terus mengocok penisku pelan. Kemudian Ibu Lala duduk tanpa berhenti mengocok penisku, dia mengarahkan susu kanannya ke mulutku. Aku mengerti. Aku disuruh menghisap puting itu agar aku cepat keluar lagi. Ibu Lala melihatku sambil tersenyum terus mengocok penisku dan akhirnya aku keluar lagi dengan puting Ibu Lala tetap di dalam mulutku. “Ah… Ah… Ah” desahku kelelahan. Aku tersadar aku masuk dirumahnya jam 10 pagi kulihat sekarang matahari sudah mulai harinya aku tidur satu ranjang dengannya, aku lelah tapi aku tak bisa memejamkan mataku. “Aku harus melakukannya lagi keg nya…” pikirku. Dia masih tertidur lelap saat aku menyentuh susunya. Ibu Lala sekarang tidur dengan tanktop putih yang sangat memperlihatkan susunya yg gede. Aku menyentuh lagi susunya, aku memainkannya lagi. “Si Ibu ga bangun…” “Mungkin sedikit lagi…” kataku sambil memasukkan tanganku ke tanktopnya lalu menyingkap tanktop putih itu sampai kebahu. “Gak apa apa kan Bu?” kataku dalam hati. Aku menyedot nyedot puting susunya yg pink itu. Sekarang dia terlentang, memudahkan aku melakukannya. Aku julurkan lidahku aku mainkan putingnya kemudian aku sedot sedot hingga mencuat keras sekali. “Enak bener susunya Ibu Lala” kataku sambil menyedot susu kiri dan tanganku memainkan yg kanan.“Ngapain Bud?” Ibu Lala mengagetkanku. “Kenapa Bud? Ga bisa tidur ya?” katanya namun mata Ibu Lala masih sayup sayup. Kemudian dia diam sejenak, “Kamu sekarang nakal ya Bud, mainin Ibu pas tidur. Itu jangan dibiasain, lain kali jangan diulang ya”. “Kalo masih mau sini!” kata Ibu Lala sambil menyuruhku lebih dekat, “Gak apa apa, sini ❤️” “Keluarin punya kamu, terus deketin ke tengah susu Ibu” sekarang penisku berada ditengah susunya. “Hufft..” “Sejak kamu main bagus tadi siang… hm, Ibu kasih yg spesial buat kamu ❤️”Uhhhh… Ibu Lala menjepit penisku dengan kedua susunya, “Ehehe, enak kan Bud? ❤️” kata Ibu Lala sambil tersenyum. “Nah keg gitu Bud caranya, kamu coba gerakin ya” suruhnya sambil melepas tangan dari memegang kedua susunya lalu menjepit penisku ditengah tengah. Lalu mulai maju mundurkan Lala pasrah saja melihatku, kemudian dia memejamkan matanya. “Aduh enak banget susunya Buu…”kataku sambil keluarkan sperma tepat di tanktopnya.“Enak yg tadi?” tanya Ibu Lala sambil bangunkan ga tahan, aku pengen keg tadi siang. Aku mendorong kembali Ibu Lala di ranjang, posisinya sekarang IbuLala tengkurap dan aku diatasnya. “Aduh aduh Ah… Budi. ❤️”Sekarang dia mengangkat pinggulnya, tanpa sadar penisku telah menancap sempurna di vaginanya.“M-masih mau genjot Ibu tah Bud?” tanya Ibu Lala pelan aku menggenjot kuat dari belakang sambil meremas remas susu Ibu Lala. “Anak laki laki yang baru tau perempuan emang nafsunya kuat ya… ❤️” kata Ibu Lala kepadaku. “Kamu remes susu Ibu lagi kan?”“Habisnya e-enak sih Bu…” dia menyuruhku berhenti dan melepaskan penisku.“Hh… kamu ini anak manja! ❤️” kata Ibu Lala Lala bangkit lalu duduk diatasku, menatapku mesra “Mau ga Ibu lebih manjain kamu? Syaratnya harus bayangin kalo… Aku… ini… Ibumu” “Huh?” aku ikuti sajalah kata Ibu Lala.“Bud, emut susu ibu dong sambil manggil Ibu. mau yah? ❤️” kata Ibu Lala sambil menyodorkan susunya persis diatas mulutku. Hmmm… aku menyedotnya kuat sambil berkata Ibu… Ibu… Ibu Lala maksudnya hehehe“Lucu bener… ❤️” pikir Ibu Lala membayangkan Budi itu anaknya sedang menyusu.“Kamu anak mesum ya Bud” sekarang dia memasukkan penisku dengan posisi dia diatas, aku dibawah.“Keg nya ibu ini perlu ngeluarin semua yg kamu punya disini nih! ❤️” sambil mencubit bijiku.“Aduh bu, punya ibu kedut kedut gitu di dalem… aduhh” kataku ga tahan.“Hehehe, enak kan? ya kan? ya ga? ❤️” godanya buat aku ga tahan. “Hfft…” sesuatu keluar dari peniskulagi dan lebih banyak.“Keluarin smua Bud, keluarin…” Ibu Lala yang daritadi diatasku menikmati semburan penisku, dia meletakkan kedua tangannya di tengah susunya sambil mendesah keras. “Haaaaaa…” keras sekali sampai mulutnya terbuka lebar sedangkan matanya memejam menahan sesuatu.“Angetnya Bud… bener bener keluar semua ya? Ehehehe ❤️ sampe luber luber gini” katanya sambil tersenyum kita tiduran lagi, tapi sekarang posisinya Ibu Lala membelakangiku dengan tanktop tersingkap tanpaCD dan penisku masih menancap di vaginanya. “Udah enakan Bud? Kamu mah keenakan eheheh” “Kita ngelakuinnya banyak banget ya hari ini eheheh ❤️” kata Ibu Lala bicara sambil membelakangiku. Aku masih memejamkan mataku, namun kurespon dengan mengecup seluruh belakang lehernya. “Ah…” desah Ibu ini dia memutarkan badannya lalu menatapku, “Masih mau begituan lagi?… Bener bener ya kamu ini? ❤️”kata Ibu Lala menggodaku.“Bu, bisa ga minta lagi?” tanya ku sambil memohon.“Hehehe Bener bener ya. Anak nakal! ❤️”Akhirnya aku menerkam Ibu Lala sekali diranjang itu “Ah… ❤️” desah Ibu Lala
cerita dewasa susu ibu