para romusha diambil dari desa desa di pulau jawa karena
PemerasanSumbar Daya Manusia Untuk memanfaatkan tenaga bangsa Indonesia dalam membantu kepentingan Jepang dalam Perang Asia Timur Raya, pemerintah bala tentara Jepang melaksanakan Romusha yaitu bentuk kerja paksa seperti halnya pada masa pemerintahan Hindia Belanda (Kerja Rodi) juga terjadi pada masa pendudukan bala tentara Jepang, yang
Tenagaromusha ini diperoleh dari desa di pulau Jawa yang padat penduduk. Pada awalnya pengerahan tenaga kerja ini bersifat sukarela, namun dalam pelaksanaannya, pengerahan tenaga kerja ini dilaksanakan secara paksa. Kehidupan para romusha sangat sulit, mereka kelaparan, kesehatan mereka tidak dijamin, sehingga banyak romusha yang meninggal.
MadRais dan Ahmad anaknya tengah meracau soal kondisi kemiskinan karena dampak para malingbuang rakyat di kotanya yang ada di Ujung Gerbang Pulau Jaw Menua di Ujung Gerbang Pulau Jawa, Miskin karena Para Koruptor (Bagian - 1) Halaman 1 - Kompasiana.com
apaarti romusha. SD. SMP. SMA SBMPTN & UTBK. Produk Ruangguru. Beranda; SMP; Sejarah; apa arti romusha AK. Akhmad K. 07 April 2020 00:19. Pertanyaan. apa arti romusha. Mau dijawab kurang dari 3 menit? Coba roboguru plus! 6. 2. Jawaban terverifikasi Mau dijawab kurang dari 3 menit?
SejarahRomusha di Bayah merupakan sejarah yang kelam, karena terdapat penyiksaan yang begitu kejam yang dilakukan oleh Penjajahan Jepang, banyak korban yang tewas akibat romusha di sana, sampai sekarang kita masih bisa mengunjungi tempat yang menjadi saksi bisu penyiksaan terhadap Romusha di Bayah. Nah pembahasan kita kali ini mengenai :
Telecharger Rencontre Avec Joe Black French Dvdrip.
Di materi Sejarah Kelas 11 ini, kita bakal bahas materi perlawanan rakyat Indonesia terhadap Jepang. Perlawanan-perlawanan ini terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Yuk, kita bahas! Hai! Apa kabarnya, sobat wibu? Eh, maksud gue, Sobat Zenius? Kayaknya sejak kita masih kecil dulu, udah sering banget denger cerita betapa kejamnya penjajahan zaman Jepang di Indonesia. Sampe hafal banget kayaknya soal gerakan propaganda Jepang, yaitu 3A alias pemimpin Asia, pelindung Asia, dan cahaya Asia. Memang, semenjak Jepang membuka dirinya dari politik isolasi, negara ini jadi lumayan gila sih pencapaiannya. Bayangin aja, hanya selang beberapa puluh tahun sejak membuka dirinya dengan negara-negara lain, Jepang bisa ikut berpartisipasi dalam Perang Dunia I. Ilustrasi perang Jepang Dok. Wikimedia Commons. Imbasnya dari ini semua, Indonesia harus rela “kebagian jatah” sebagai negara jajahan Jepang selama 3,5 tahun. Walaupun faktor terbesar yang membuat Indonesia bisa merdeka adalah menyerahnya Jepang kepada sekutu, tapi perlawanan rakyat Indonesia terhadap Jepang adalah peristiwa yang sangat bersejarah dan layak banget untuk kita dalami. Baca Juga Restorasi Meiji – Materi Sejarah Wajib Kelas 11 Awal Perlawanan Rakyat Indonesia Terhadap JepangKesimpulanContoh Soal Rakyat Indonesia sebenernya sudah terlalu lelah dengan penjajahan yang datang silih berganti dari berbagai negara. Tapi kalau mau dirangkum, alasan rakyat Indonesia melawan Jepang, bisa dilihat dari dimensi ekonomi, sosial, dan politik. Secara ekonomi, rakyat Indonesia dirugikan karena sumber dayanya terus-terusan diisap sama Jepang. Contoh, dengan adanya setoran yang wajib dibayar oleh rakyat Indonesia ke Jepang. Kalau secara politik, rakyat Indonesia juga udah males dengan taktik dan propaganda politik Jepang yang hanya bertujuan untuk kepentingan perang aja. Terakhir, keadaan sosial zaman Jepang juga begitu kacau dengan eksploitasi melalui adanya romusha dan jugun ianfu. Tentara Jepang menduduki wilayah Indonesia Dok. Wikimedia Commons. Nah, dengan semua penderitaan dan cita-cita untuk merdeka ini, rakyat Indonesia satu per satu mulai melakukan perlawanan fisik. Berikut ini beberapa perlawanan di beberapa daerah yang sempat melakukan perlawanan ke Jepang. 1. Perlawanan Rakyat Aceh terhadap Jepang Perlawanan ini terjadi di Cot Plieng, Aceh, dan dipimpin oleh Tengku Abdul Jalil pada November 1942. Kejadian ini berawal dari kesewenang-wenangan Jepang yang memaksa untuk melakukan Seikerei dan ditolak oleh rakyat setempat karena dianggap bertentangan dengan ajaran Islam. Perlawanan rakyat Aceh ini bisa dibilang menjadi perlawanan fisik pertama yang dilakukan rakyat Indonesia. Ke depannya, perlawanan akan semakin meluas dan terjadi di berbagai daerah di Indonesia. 2. Perlawanan Rakyat Singaparna Tasikmalaya terhadap Jepang Pada Februari 1944, rakyat Sukamanah, Singaparna di Tasikmalaya melakukan perlawanan terhadap Jepang dibawah pimpinan Zainal Mustafa. Perlawanan rakyat Singaparna terhadap Jepang terjadi karena menderitanya rakyat akibat kegiatan romusha oleh Jepang. Rakyat tentu nggak mau kalau ini terus-menerus terjadi kepada mereka. Selain itu, Jepang juga memaksakan penerapan seikerei, yaitu suatu bentuk penghormatan dengan membungkuk 90 derajat kepada Amaterasu Omikami atau Dewa Matahari yang merupakan Kaisar Jepang. Hal ini bertentangan dengan kepercayaan rakyat yang memeluk agama Muslim, dimana membungkuk 90 derajat merupakan bagian dari ibadah kepada Allah, sedangkan seikerei diarahkan kepada manusia. Namun, perlawanan ini akhirnya gagal. Zainal Mustafa di tangkap pada Oktober 1944 dan dijatuhi hukuman mati oleh Jepang. 3. Perlawanan Rakyat Kalimantan terhadap Jepang Di pulau yang berbeda yaitu Kalimantan, perlawanan terhadap Jepang terjadi dan dipimpin oleh seorang pemimpin Suku Dayak, yaitu Pang Suma. Awal mulai pertempuran terjadi karena penindasan yang dilakukan Jepang. 4. Perlawanan Rakyat Indramayu terhadap Jepang Perlawanan di pulau Jawa, salah satunya terjadi di Indramayu, tepatnya di Lohbener dan Sindang. Perlawanan dipimpin oleh H. Madriyas, dan dilatarbelakangi oleh penderitaan rakyat karena kewajiban menyerahkan hasil panen padi dan adanya romusha. 5. Perlawanan Rakyat Blitar terhadap Jepang Kalau ngomongin soal perlawanan di Blitar, elo bakal denger nama Komandan Supriyadi yang merupakan komandan organisasi PETA. Mengapa pasukan PETA di Blitar melakukan perlawanan terhadap Jepang? Well, selain karena Komandan Supriyadi udah nggak bisa lagi mentolerir perlakuan Jepang terhadap rakyat Indonesia dalam romusha, ternyata Jepang selama ini juga memperlakukan rakyat Indonesia yang tergabung dalam PETA dan Heiho seperti orang-orang yang direndahkan. Belum lagi adanya setoran padi yang nggak masuk akal dan nggak adil. Tambah geram deh, Komandan Supriyadi. Bagaimana taktik Jepang untuk menghadapi perlawanan PETA di Blitar? Well, begitu Jepang mengetahui adanya upaya pemberontakan ini, mereka langsung mengirimkan pasukan militer untuk mengatasinya. Alhasil, puluhan prajurit PETA ditangkap dan beberapa orang dihukum mati. Tapi, nasib Komandan Supriyadi nggak pernah ada yang tahu, lho. Beliau menghilang secara misterius. 6. Perlawanan Rakyat Bali terhadap Jepang Ternyata, perlawanan juga nampak dari rakyat Bali. Mengapa pemuda Bali melakukan perlawanan terhadap Jepang juga hampir sama dengan perlawanan yang lain. Kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh Jepang ketika menduduki Bali membuat rakyat merasa terpaksa dan terkekang. Harus bisa berbahasa Jepang, harus melakukan setoran kekayaan untuk keperluan perang Jepang, hingga dilarang membuat organisasi pergerakan. Rakyat mulai merasa tertekan, apalagi waktu Jepang mulai terdesak lagi oleh Sekutu. Akhirnya gerakan anti Jepang dan anti fasis mulai muncul, namun rakyat Bali tidak menunjukkannya secara terang-terangan. Mereka melakukan perlawanan dan pergerakan dengan berhati-hati. Namun sayangnya, perlawanan ini pun gagal dan senjata rakyat Bali dilucuti. Kesimpulan Memang cukup banyak perlawanan yang dilakukan oleh rakyat Indonesia terhadap Jepang. Meskipun usahanya gagal, namun tetap ada pelajaran yang tersisa. Misalnya, rakyat Indonesia jadi udah pernah mendapatkan pelatihan militer melalui PETA dan Heiho. Hal ini bisa jadi pegangan untuk perjuangan Indonesia ke depannya. Ilustrasi bom atom Dok. Wikimedia Commons. Jepang berangsung-angsur hilang kekuasaannya semenjak terjadinya serangan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki. Dan pada akhirnya, proklamasi dengan segera dibacakan ketika Jepang udah kalah perang. Berbagai perlawanan rakyat Indonesia terhadap Jepang yang berakhir dengan kekalahan, bukan berarti kesia-siaan. Karena lewat perlawanan-perlawanan itu, kita bisa mengambil sikap untuk segera memproklamasikan kemerdekaan, tanpa menunggu komando dari negara lain. Baca Juga Romusha dalam Masa Pendudukan Jepang di Indonesia – Materi Sejarah Kelas 11 Contoh Soal Gue punya satu soal, nih, yang bisa elo kerjain. Lumayan buat review ulang pemahaman tentang materi ini. Perhatikan pernyataan-pernyataan di bawah ini. Jepang kerap melakukan pemerasan sumber daya kepada rakyat Indonesia, hal ini dikarenakan praktik ianfu menjadi salah satu penyebab kacaunya keadaan sosial zaman Jepang karena praktik ingin memerdekakan Indonesia, sehingga dapat menjadi aliansinya dalam perang dunia tenaga kerja yang dilakukan Jepang terhadap rakyat Indonesia dapat terlihat dari adanya gerakan 3A. Pernyataan yang tepat adalah a. 1, 2, dan 3 b. 2 dan 3 c. 2 saja d. 4 saja Pembahasan Seikerei adalah ritual pada masa pendudukan Jepang, dilakukan sebagai penghormatan kepada dewa matahari. Upacara ini bukanlah praktik eksploitasi, seperti romusha dan jugun ianfu. Selain itu, Jepang sejak awal datang ke Indonesia, lebih mengutamakan sumber daya Indonesia sebagai kebutuhan perang, bukan berdasarkan keinginan untuk memerdekakan Indonesia. Gerakan 3A bertujuan sebagai media propaganda, bukan eksploitasi tenaga kerja. Jawaban c Baca Juga Proses Kedatangan Jepang ke Indonesia – Materi Sejarah Kelas 11 **** Oke! Sekarang, gimana pendapat elo tentang perlawanan rakyat Indonesia terhadap Jepang? Oh, ya, selain Sejarah, elo bisa cari tahu lebih banyak tentang Biologi, Sosiologi, Matematika, dan masih banyak lagi. Semuanya udah lengkap dan bisa diakses di sini secara GRATIS pake akun yang udah didaftarin di website atau lewat aplikasi Zenius. Selamat belajar! Download Aplikasi Zenius Tingkatin hasil belajar lewat kumpulan video materi dan ribuan contoh soal di Zenius. Maksimaln persiapanmu sekarang juga! Referensi Sejarah Daerah Bali – Departemen Pendidikan dan Kebudayaan 1977/1978.
Pengertian Kolonialisme Kolonialisme berasal dari kata colunus colonia yang berarti suatu usaha untuk untuk mengembangkan kekuasaan suatu negara diluar wilayah negara tersebut. Kolonialisme pada umumnya bertujuan untuk mencapai dominasi ekonomi atas sumber daya, manusia, dan perdagangan di suatu wilayah. Wilayah koloni umumnya adalah daerah-daerah yang kaya akan bahan mentah untuk keperluan negara yang melakukan kolonialisme. Kolonialisme merupakan suatu sistem dimana suatu negara menindas atau menguasai sumber daya dan rakyat negara lain namun masih tetap berhubungan dengan negara asal, Istilah ini memperlihatkan kepada himpunan keyakinan yang dipakai untuk memperomosikan sistem ini, terutama kepercayaan terhadap moral pengkoloni lebih hebat dari pada yang dikolonikan. Negara kolonilasme pertama ialah Spanyol dan Inggris. Pendukungnya berpendapat bahwa hukum kolonial dapat menguntungkan negara yang dikolonialkan dengan memajukan infrastruktur ekonomi serta politik yang sangat di butuhkan untuk memodernisasikan dan demokrasi. Mereka menunjukan ke beas koloni yakni Amerika Serikat, Selandia Baru, Australia, Hongkong dan Singapura untuk contoh sukses pasca-kolonialisme. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan Pengertian Serta Perbedaan Kolonialisme dan Imperialisme Masa dan Perkembangan Kolonialisme Indonesia Masa Kolonialisme Kolonilasme merupakan pengembangan kekuasaan suatu negara atas wilayah dan manusia diluar batas suatu negara, untuk melakukan dominasi ekonomi dari sumber daya, pasar wilayah dan tenaga kerja tersebut. Istilah ini mengarah kepada himpunan keyakinan yang dipakai untuk melegitimasikan sistem ini, terutamanya kerpercayaan bahwa moral dari pengkoloni lebih hebat dari pada yang dikolonikan. Perkembangan Kolonialisme Di Indonesia Revolusi Industri memberikan pengaruh terhadap perekonomian, khususnya di kawasan Eropa telah mendorong negara-negara Barat telah melakukan penjelajahan samudera. Penjelajahan ini untuk mencari daerah yang akan dijadikan jajahan. Di tempat-tempat yang sudah berhasil dikuasai, para penjelajah melakukan eksploitasi besarbesaran terhadap sumber daya alam dan memasarkan hasil industri dari negaranya. Di awal kedatangannya, para penjelajah yang menemukan daerah baru dan mendarat di suatu tempat, memperkenalkan dirinya sebagai pedagang. Mereka melakukan interaksi perdagangan dengan penduduk pribumi, bahkan di antara mereka ada pula yang mendirikan pemukiman koloni. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan √ Perkembangan Kolonialisme Di Indonesia Dan Sejarah Perkembangannya Kedatangan dan Terbentuknya Kolonialisme Indonesia Masuknya Kolonialisme Di Indonesia Sejarah perkembangan kolonialisme berawal daat Vasco da Gama yang berasal dari portugis berlayar ke India pada tahun 1498. Berawal dari pencarian jalan ke Timur untuk mencari sumber rempah-rempah perlombaan dalam mencari tanah jajahan dimulai. Kuasa Barat Portugis dan juga Spanyol kemudian diikuti Inggris dan Belanda untuk berlomba-lomba dalam mencari daerah penghasil rempah-rempah dan juga untuk berusaha menguasainya. Pada awalnya penguasan wilayah untuk kepentingan ekonomi dan akhirnya beralih menjadi penguasa/penjajah politik yaitu campur tangan untuk menyelesaikan pertikaian, perang antar saudara, dll. Hal ini dikarenakan kuasa kolonial tersebut ingin menjaga kepentingan mereka seperti pergagangan dari pada pergolakan politik lokal yang dapat menggangu kelancaran perdagangan mereka. Kolonilisme berkembang sangat pesat sesudah perang dunia I. Sejarah kolonilisme Eropa dibagi menjadi 3 peringkat, yakni Dari abad 15 sampai Revolusi industry 1763 yang memperlihatkan datangnya kuasa Eropa seperti Spanyol dan Portugis. Setelah Revolusi Industri hingga tahun 1870-an. Dari tahun 1870-an hingga tahun 1914 ketika meletusnya Perang Dunia I yang merupakan puncak pertikaian kuasa-kuasa imperialis. Kedatangan Bangsa Eropa di Indonesia Hubungan perdagangan antara Asia – Eropa yang berlangsung selama berabad-abad mengalami gangguan dengan adanya Perang Salib 1096 – 1291 M , puncaknya terjadi setelah kota Konstantinopel dikuasai oleh Turki Usmani tahun 1453 yang berakibat hubungan perdagangan tersebut terputus total. Akibatnya bangsa Eropa terpaksa mencari jalan sendiri menuju ke daerah penghasil rempah-rempah yaitu Hindia Indonesia , sehingga dimulailah “ Jaman Penjelajahan Samudera”. Faktor-faktor yang mendorong terjadinya penjelajahan Samudera antara lain Reconguesta, yaitu semangat pembalasan bangsa Eropa terhadap kekuasaan Islam di manapun dijumpai, sebagai tindak lanjut dari Perang Salib. Gold, yaitu semangat untuk mencari kekayaan/emas. Glory, yaitu semangat memperoleh kejayaan negara atau daerah jajahan. Gospel, yaitu semangat untuk menyebarkan agama Nasrani. Adanya penemuan baru seperti kompas, teropong, mesiu, dan peta yang menggambarkan secara lengkap dan akurat garis pantai, terusan, dan pelabuhan. Adanya teori Heliosentris oleh Copernicus yang menyatakan pusat tata surya adalah matahari dan bentuk bumi bulat sehingga mendorong orang untuk membuktikannya. Negara Eropa yang mempelopori penjelajahan samudera adalah Portugis dan Spanyol, yang kemudian diikuti oleh Inggris, Perancis dan Belanda. Adapun tokoh-tokoh penjelajah samudera yang terkenal adalah sebagai berikut Portugis Bartholomeus Diaz, Vasco da Gama, Alfonso d’ Albuquerque. Spanyol Christoper Columbus, Ferdinand Magelhaez, Juan Sebastian Del Cano. Inggris Sir Francis Drake, Sir James Lancaster, James Cook. Belanda Cornelis de Houtman, Jacob van Neck, Abel Jan Tasman. Terbentuknya Kekuasaan Kolonial Eropa di Indonesia Awalnya hubungan antara kerajaan/bangsa Indonesia dengan bangsa Eropa berjalan setara, mereka saling menghormati dan bekerja sama dalam perdagangan. Namun dalam perkembangannya nampak tujuan asli bangsa Eropa yang akan memonopoli perdagangan rempah-rempah serta menguasai wilayah penghasil rempah-rempah tersebut. Kekuasaan Portugis Pada tahun 1511 Portugis berhasil menguasai Malaka, dan selanjutnya tahun 1512 ekspedisi diarahkan ke timur menuju Maluku. Ternyata hampir bersamaan dari arah utara Spanyol juga sampai di Maluku 1521 , akibatnya terjadi persaingan antar kedua negara tersebut dalam menguasai Maluku. Perselisihan berakhir dengan Perjanjian Saragosa tahun 1529 yang menetapkan bahwa Portugis tetap berkuasa di Maluku sedangkan Spanyol harus kembali ke Philipina. Sejak itulah Portugis berkuasa secara mutlak di Maluku. Kekuasaan Belanda Kedatangan Belanda pertama kali ke Indonesia mereka mendarat di Banten tahun 1596 di bawah pimpinan Cornelis de Houtman, namun karena sikapnya yang kasar mereka diusir kembali ke negaranya. Pada tahun 1598 datang rombongan dagang berikutnya di bawah pimpinan Jacob van Neck yang bersikap lebih terbuka sehingga bisa diterima dengan baik. Selanjutnya berbondong bondong ekspedisi dagang dari Belanda datang ke Indonesia. Untuk menghindari persaingan sesama pedagang Belanda, mereka mendirikan kongsi dagang yang diberi nama VOC Vereenigde Oost Indische Compagnie pada tanggal 20 Maret 1602. Karena keuntungan yang diperoleh sangat besar sehingga mereka tidak hanya memonopoli perdagangan saja tetapi dengan taktik Devide et Impera mereka menguasai satu persatu wilayah Indonesia. Namun pada akhir abad ke-18, VOC bangkrut dan dibubarkan, sehingga kekuasaan di Indonesia diambil alih langsung oleh Kerajaan Belanda. Kekuasaan Inggris Pada tahun 1811 Inggris menyerang Indonesia dan berhasil mengalahkan Belanda dengan penyerahan kekuasaan dalam Kapitulasi Tuntang. Sejak itu Inggris berkuasa di Indonesia di bawah Gubernur Jendral Thomas Stamford kekuasaan Inggris tidak bertahan lama karena terjadi kesepakatan yang disebut Konvensi London tahun 1814 yang isinya Belanda memperoleh kembali jajahannya yang semula direbut Inggris. Penyerahan secara resmi berlangsung di Batavia tanggal 19 Agustus 1816, sehingga sejak saat itu Hindia Belanda Indonesia kembali dikuasai Kerajaan Belanda sampai kedatangan Jepang tahun 1942 yang menggantikan kedudukan mereka. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan “Masa Demokrasi Terpimpin” Sejarah Dan Latar Belakang – Pelaksanaan Negara Kolonial Yang Menyebabkan Penderitaan Rakyat 1. Portugis Portugis berkuasa di Maluku cukup lama yaitu dari tahun 1512 sampai tahun 1641, selama berkuasa mereka menerapkan kebijakan-kebijakan yang sangat berpengaruh bagi rakyat di daerah Maluku, yaitu Berusaha menanamkan pengaruh kekuasaannya di Maluku. Menyebarkan agama Katolik di daerah-daerah yang dikuasai. Mengembangkan bahasa dan seni musik keroncong Portugis. Sistem monopoli perdagangan cengkih dan pala di Ternate. Akibat dari kebijakan tersebut menimbulkan penderitaan dan kesengsaraan rakyat, yang selanjutnya menumbuhkan benih-benih kebencian dan perlawanan terhadap Portugis. 2. VOC di Indonesia VOC dibentuk pada tanggal 20 Maret 1602 di Ambon, Maluku dengan tujuan untuk menghindari persaingan di antara perusahaan dagang Belanda dan memperkuat diri agar dapat bersaing dengan perusahaan dagang negara lain. Oleh pemerintah Kerajaan Belanda, VOC diberi hak-hak istimewa yang dikenal dengan nama “ hak oktroi”, seperti Hak monopoli perdagangan, Hak untuk membuat uang sendiri, Hak untuk mendirikan benteng pertahanan, Hak untuk membentuk tentara, Hak untuk melaksanakan perjanjian dengan kerajaan di Indonesia. Berikut ini disajikan secara singkat kebijakan-kebijakan yang diterapkan pada masa VOC dan pengaruhnya bagi bangsa Indonesia Menguasai pelabuhan-pelabuhan dan mendirikan benteng untuk melaksanakan monopoli perdagangan. Melaksanakan politik devide et impera memecah belah dan menguasai dalam rangka untuk menguasai kerajaan-kerajaan di Indonesia. Membangun pangkalan/markas VOC yang semula di Ambon, dipindah ke Batavia. Melaksanakan pelayaran Hongi Hongi tochten untuk mengawasi perdagangan gelap penyelundupan rempah-rempah di Maluku. Adanya hak ekstirpasi, yaitu hak untuk membinasakan tanaman rempah-rempah yang melebihi ketentuan. Adapun pengaruh yang dirasakan oleh bangsa Indonesia antara lain Kekuasaan raja menjadi berkurang atau bahkan didominasi secara keseluruhan oleh VOC. Wilayah kerajaan terpecah-belah dengan melahirkan kerajaan dan penguasa baru di bawah kendali VOC Hak oktroi VOC, membuat masyarakat Indonesia menjadi miskin, dan menderita. Rakyat Indonesia mengenal ekonomi uang, mengenal sistem benteng pertahanan , etika perjanjian, dan senjata modern senjata api dan meriam. Pelayaran Hongi, dapat dikatakan sebagai suatu perampasan, perampokan, perbudakan, dan pembunuhan. Hak ekstirpasi bagi rakyat merupakan ancaman matinya suatu harapan atau sumber penghasilan yang harusnya bisa berlebih. Akibat salah urus dan terjadinya korupsi oleh para pegawainya, akhirnya VOC mengalami kebangkrutan dan akhirnya dibubarkan pada tanggal 31 Desember 1799. 3. Pemerintahan Hindia Belanda Republik Bataafsche Kekuasaan di Indonesia diambilalih langsung oleh kerajaan Belanda yang saat itu ada di bawah kekuasaan Perancis Republik Bataafche . Untuk memerintah Hindia Belanda Indonesia, diangkatlah Gubernur Jendral Herman Williem Daendels 1808 – 1811 . Tugas utama yang diemban adalah mempertahankan Pulau Jawa dari ancaman serangan Inggris. Untuk mencapai tujuan tersebut, Daendels menerapkan kebijakan seperti Semua pegawai pemerintah menerima gaji tetap dan mereka dilarang melakukan kegiatan perdagangan. Melaksanakan contingenten yaitu pajak dengan penyerahan berupa hasil bumi. Menetapkan verplichte leverentie, kewajiban menjual hasil bumi hanya kepada pemerintah Belanda dengan harga yang telah ditetapkan. Menerapkan sistem kerja paksa rodi dan membentuk tentara dengan melatih pribumi. Membangun jalan pos dari Anyer sampai Panarukan km untuk kepentingan pertahanan. Mewajibkan Prianger stelsel, yaitu kewajiban bagi rakyat Priangan untuk menanam kopi. Melakukan penjualan tanah milik negara kepada pihak swasta asing. Akibat kebijakan yang diterapkannya tersebut menimbulkan pengaruh bagi rakyat, yaitu Kebencian yang mendalam baik dari kalangan penguasa daerah maupun rakyat, Munculnya tanah-tanah partikelir yang dikelola oleh pengusaha swasta, Perlawanan oleh para penguasa maupun rakyat, Kemiskinan dan penderitaan yang berkepanjangan. Selama berkuasa Daendels dikenal sebagai seorang yang kejam, disiplin dan bertangan besi, oleh karena dipandang sangat otoriter maka Daendels ditarik kembali dan kedudukannya digantikan oleh Gubernur Jendral Janssen tahun 1811. Namun dia tidak setangguh Daendels, sehingga harus mengakui kekuasaan Inggris dengan menandatangani Perjanjian/Kapitulasi Tuntang pada tanggal 17 September 1811 dan sejak itu Indonesia jatuh ke tangan Inggris. 4. Kebijakan Pemerintah Kolonial Inggris Sebagai Gubernur Jendral diangkat Thomas Stamford Raffles 1811 – 1816 , selama berkuasa dia menetapkan kebijakan sebagai berikut Menerapkan sistem sewa tanah atau Landrent, dimana para petani harus membayar pajak sebagai uang sewa tanah, karena tanah dianggap milik negara. Membagi Pulau Jawa menjadi 16 karesidenan, dengan maksud untuk mempermudah koordinasi dan pengawasan atas daerah kekuasaan. Memperbaharui sistem peradilan dengan mengadopsi sistem yang berlaku di Inggris. Merintis pembangunan Kebun Raya Bogor dan menemukan bunga Rafflesia arnoldi. Menulis buku sejarah Jawa yang berjudul “ History of Java “. Masa kekuasaan Inggris di Indonesia tidak berlangsung lama, karena terjadi perubahan politik di Eropa seiring jatuhnya Napoleon Bonaparte Perancis sehingga dalam Konvensi London tahun 1814 status Hindia Belanda dikembalikan seperti sebelum perang yaitu kembali menjadi milik Kerajaan Belanda. Penyerahan kekuasaan dilakukan di Batavia pada tanggal 19 Agustus 1816. 5. Kebijakan Pemerintah Hindia Belanda Setelah penyerahan kekuasaan tersebut, maka Hindia Belanda kembali dikuasai oleh pemerintah kolonial Belanda yang menunjuk Van der Capellen sebagai Komisaris Jendral 1817-1830 yang beraliran liberal menghendaki urusan ekonomi diserahkan kepada swasta. Tugasnya sangat berat dalam menutup hutang-hutang pemerintah Belanda yang dipakai untuk membiayai perang. Terjadi penentangan oleh golongan konservatif yang menghendaki urusan ekonomi dipegang langsung oleh pemerintah. Situasi perekonomian Belanda yang tidak kunjung membaik menyebabkan golongan liberal kalah, sehingga golongan konservatif mengambilalih kekuasaan. Dalam perkembangannya kedua golongan tersebut silih berganti berkuasa, sehingga kebijakan yang diterapkan di Hindia Belanda juga berubah-ubah. Adapun kebijakan yang diterapkan antara lain Sistem Tanam Paksa/Cultuur Stelsel 1830 – 1870 Rakyat dipaksa untuk menanam tanaman ekspor yang saat itu sangat laku dalam perdagangan internasional seperti kopi, teh, kina, dan tembakau disebut tanaman wajib . Secara singkat pokok-pokok aturan Tanam Paksa adalah sebagai berikut Rakyat wajib menyiapkan 1/5 dari lahan garapan untuk ditanami tanaman wajib. Lahan tanaman wajib bebas pajak, karena hasil yang disetor dianggap sebagai pajak Setiap kelebihan hasil panen dari jumlah pajak akan dikembalikan. Tenaga dan waktu yang diperlukan untuk menggarap tanaman wajib, tidak boleh melebihi waktu yang diperlukan untuk menanam padi. Rakyat yang tidak memiliki tanah, wajib bekerja selama 66 hari dalam setahun di perkebunan atau pabrik milik pemerintah. Jika terjadi kerusakan atau gagal panen, menjadi tanggung jawab pemerintah. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan Kehidupan Sosial Ekonomi – Pengertian, Ciri, Struktur, Kajian, Kondisi, Para Ahli Kekejaman Kolonialisme terhadap Hak Azasi Rakyat Indonesia Penjajahan yang dialami bangsa Indonesia selama berabad – abad telah mendatangkan berbagai penderitaan bagi bangsa Indonesia. Siapapun penjajahnya, baik Portugis, Spanyol, Belanda, Inggris maupun Jepang, tetap saja mereka memperlakukan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang terjajah dangan tanpa peri kemanusiaan. Sebagai bangsa yang terjajah, maka tidak ada lagi kemerdekaan, kebebasan dan kedaulatan dinikmati oleh bangsa Indonesia. Yang dapat dirasakan hanyalah pemaksaan, penindasan, eksploitasi tenaga manusia, eksploitasi kekayaan tanah air, yang semuanya hanya untuk kepentingan bangsa penjajah. Keuntungan yang diperoleh bangsa Indonesia dari penjajahan hanya sedikit sekali dan tidak sebanding dengan penderitaan yang dirasakan. Ketika pertama kali bangsa Portugis menguasai Indonesia, maka mulailah penderitaan itu. Bergantinya penjajahan dari Portugis ke Belanda tidaklah bertambah baik, bahkan bertambah buruk. Bahkan Belanda jauh lebih lama dalam melakukan penjajahannya terhadap Indonesia, sehingga dengan demikian deretan penderitaan bangsa Indonesia itu di bawah penjajahan Belanda berlangsung lama, selama penjajahan itu berlangsung. Semua janji dan kata manis kolonial dilanggar. Pertama, bukan 1/5 dari tanah petani yang ditanami, tetapi 1/4, bahkan setengah dari tanah milik petani digunakan untuk tanaman ekspor. Bahkan penanaman tersebut memilih tanah-tanah yang dubur. Kedua, tanah yang dipakai untuk keperluan penanaman tanaman ekspor tersebut tetap dikenakan pajak. Ketiga, para petani harus menghabiskan sebagian besar waktunya untuk mengerjakan tanaman pemerintah, sehingga tidak ada waktu untuk menggarap sawahnya sendiri. Keempat, para kepala daerah merasa tergiur dengan cultuur procenten, akibatnya mereka mulai berlomba-lomba mengusahakan daerahnya agar memberikan hasil sebanyak mungkin. Ulah mereka itu mengakibatkan rakyat semakin menderita. Kelima, kegagalan panen akibat hama atau banjir pada kenyataannya menjadi beban petani. Keenam, bukan 65 hari lamanya rakyat harus bekerja rodi, melainkan menurut keperluan pemerintah. Rakyat sangat menderita, kelaparan terjadi dimana-mana akibatnya jumlah kematian meningkat. Orang yang menentang kerja paksa disiksa. Demikianlah penderiataan rakyat pulau Jawa akibat tanam paksa yang diciptakan oleh Van den Bosch. Belanda memperoleh keuntungan besar, sedangkan keuangannya menjadi normal kembali. Pembangunan di negeri Belanda dibiayai dari hasil tanam paksa. Tanam paksa dengan cara sewenang-wenang itu berjalan hampir setengah abad dari tahun 1830 sampai 1870. Dapat kita bayangkan betapa besar kesengsaraan yang diderita rakyat, tertama di Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Meskipun tanam paksa sudah menyimpang dari teori yang diciptakan Van den Bosch, pemerintah Belanda tidak mau peduli sebab tanam paksa telah memberikan keuntungan yang sangat besar. Namun Ketika belanda menyerah kepada Jepang pada tahun 1942, rakyat Indonesia semula menaruh harapan bahwa penderitaannya selama dijajah bangsa Barat akan berakhir dan berganti kearah kehidupan yang lebih baik. Harapan itu ternyata sia – sia, karena sepak terjang Jepang tidak sesuai dengan janji – janji muluknya. Jepang yang semula seakan mau membantu melepaskan penderitaannya akhibat penjajahan Barat, ternyata malah menambah kesengsaraan rakyat Indonesia. Jepang pada akhirnya juga melakukan tindakan penjajahan terhadap Indonesia dengan kekejaman di luar batas perikemanusiaan. Pada masa pendudukan jepang para petani dipaksa untuk menyerahkan hasil padinya dan hasil pertanian lainnya kepada pihak Jepang. Semua hasil pertanian diangkut untuk kepentingan Jepang dalam menghadapi perang. Keadaan ekonomi itu memang sangat parah, karena semua hasil produksi disedot untuk kepentingan perang. Semua sumber kekayaan rakyat dikuras habis sampai ke akar – akarnya. Hal ini menyebabkan rakyak Indonesia di berbagai tempat mengalami kemelaratan dan kelaparan, sehingga banyak harus makan jagung, bonggol pisang, dan sebagainya. Penyakit kekurangan gizi merajalela. Sementara itu rakyat pun banyak tidak mampu memiliki pakaian yang layak. Mereka banyak yang terpaksa harus memakai pakaian dari karung goni atau baju karet. Penderitaan rakyat pada Jaman Jepang terutama dialami oleh mereka yang terjadi romusha pekerja . Pada mulanya romusha dilakukan secara sukarela untuk membantu Jepang atas dasar sikap simpati rakyat terhadap Jepang. Namun kemudian, karena Jepang memerlukan jumlah tenaga romusha yang banyak. Akhirnya romusha berubah menjadi paksaan. Tenaga romusha itu antara lain untuk membangun jalan raya, kubu pertahan, lapangan udara, pekerja kasar di pabrik atau pelabuhan, dan lain – lain. Ribuan romusha dari Jawa banyak dikirim ke luar Jawa, bahkan ke luar negeri misalnya ke Thailand, Birma, Malaya, dan Vietnam. Tenaga – tenaga romusha itu pada umunya diambil dari para pemuda desa, sehingga mempunyai pengaruh terhadap kehidupan ekonomi desa. Kehidupan romusha ditempat kerjanya sangat tidak manusiawi. Mereka diperlakukan dengan sangat buruk oleh Jepang. Mereka dipaksa bekerja dari pagi hari sampai petang hari, tanpa istirahat dan makanan serta perawatan yang cukup. Mereka pun diawasi secara ketat oleh tentara jepang, hanya pada malam hari saja mereka dapat istirahat. Sementara itu mereka pun sangat mudah untuk terjangkit penyakit, karena kondisi kesehatan dan lingkungannya tidak terpelihara. Banyak sekali romusha yang akhirnya meninggal di tempat kerjanya. Hal ini terutama disebabkan karena pekerja yang terlalu berat, kesehatan yang tidak terjamin dan makanan yang tidak cukup. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan Pertahanan Negara – Pengertian, Sistem, Strategi, Hakikat, Komponen, Alat, Para Ahli Latar Belakang Kolonialisme dan Imperialisme Revolusi Industri yang memberikan pengaruh terhadap perekonomian, khususnya di kawasan Eropa telah mendorong Negara negara Barat untuk melakukan penjelajahan samudera. Penjelajahan ini bertujuan untuk mencari daerah yang akan dijadikan jajahan. Di daerah-daerah yang telah berhasil dikuasai, para penjelajah melakukan eksploitasi besarbesaran terhadap sumber daya alam dan memasarkan hasil industri dari negaranya. Pada awal kedatangannya, para penjelajah yang menemukan daerah baru dan mendarat di suatu tempat, memperkenalkan dirinya sebagai pedagang. Mereka melakukan interaksi perdagangan dengan penduduk pribumi, bahkan di antara mereka ada pula yang mendirikan pemukiman koloni Pada perkembangan selanjutnya, tanpa disadari oleh penduduk pribumi daerah itu oleh mereka dianggap sebagai daerah miliknya. Dengan leluasa mereka mengeksplorasi dan mengeksploitasi kekayaan yang ada di daerah baru itu. Dalam sistem politik, pendudukan, dan penguasaan suatu daerah oleh Negara lain disebut penjajahan atau istilah populernya disebut kolonialisme. Tujuan utama kolonialisme adalah kepentingan ekonomi. Kebanyakan koloni yang yang dijajah adalah wilayah yang kaya akan bahan mentah. Istilah kolonialisme bermaksud memaksakan satu bentuk pemerintahan atas sebuah wilayah atau negeri lain tanah jajahan atau satu usaha untuk mendapatkan sebuah wilayah baik melalui paksaan atau dengan cara damai. Penaklukan atas sebuah wilayah bisa dilakukan secara damai atau paksaan baik secara langsung maupun tidak langsung. Negara yang menjajah menggariskan panduan tertentu atas wilayah jajahannya, meliputi aspek kehidupan sosial, pemerintahan, undang-undang dan sebagainya. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan Pengertian Kapitalisme Terlengkap Perbedaan Kolonialisme dan Imperialisme Asal Kata -Kolonialisme berasal dari kata colonia dalam bahasa latin yang artinya tanah permukiman/ jajahan. -Imperialisme berasal dari kata imperator yang artinya memerintah. Atau dari kata imperium yang artinya kerajaan besar dengan memiliki daerah jajahan yang amat luar. Pengertian -Kolonialisme adalah suatu sistem dimana suatu negara menguasai rakyat dan sumber daya negara lain tetapi masih tetap berhubungan dengan negeri asal. bertujuan untuk menguras habis sumber daya alam dari negara yang bersangkutan untuk diangkut ke negara induk. -Imperialisme adalah suatu sistem penjajahan langsung dari suatu negara terhadap negara lainnya. Tujuan Penguasaan Wilayah -Kolonialisme tujuannya untuk menguras sumber-sumber kekayaan daerah koloni demi perkembangan industri dan memenuhi kekayaan negara yang melaksanakan politik kolonial tersebut. -Imperialisme, melakukan penjajahan dengan cara membentuk pemerintahan jajahan dan dengan menanamkan pengaruh pada semua bidang kehidupan di daerah jajahan. bertujuan untuk menanamkan pengaruh pada semua bidang kehidupan negara yang bersangkutan. Paham Kolonialisme dan Imperialisme -Kolonialisme adalah paham tentang penguasa oleh suatu negara atas daerah / bangsa lain dengan maksud untuk memperluas negara itu. Faktor penyebab timbulnya kolonialisme keinginan untuk menjadi bangsa yang terkuat, menyebarkan agama dan ideologi, kebanggan atas bangsa yang istimewa, keinginan untuk mencari sumber kekayaan alam dan tempat pemasaran hasil industrinya. -Imperialisme adalah paham yang mendasari suatu negara untuk menguasai negara lain yang dilakukan dengan membentuk pemerintahan jajahan dengan tujuan untuk menguasai seluruh aspek kehidupan masyarakat, baik politik, ekonomi, sosial, budaya, dan militer. Contoh Inggris, imperialisme muncul pertama kali di Inggris pada abad ke-19, ketika Disraell menjadi Perdana Menteri Inggris. Mungkin Dibawah Ini yang Kamu Cari
Kehadiran buku Perlawanan Petani Indramayu Pada Masa Penjajahan Jepang merupakan upaya perekaman kembali, sebagian dari peristiwa perlawanan umat Islam Indonesia dalam mempertahankan setiap jengkal tanah pertiwi dari rongrongan kepentingan imprialisme. Perlu dipahami bahwa suatu fakta sejarah dalam suatu ilmu sejarah dinilai memiliki muatan tafsir yang tidak satu. Maka, perlu kiranya rekonstruksi sejarah agar kita mampu mengejawantahkan peristiwa sejarah dalam bentuknya yang utuh. Mengamini pernyataan Gusdur yang mengkritik perhatian umat Islam terhadap penelitian sejarah, dengan membandingkan perhartian pada perayaan hari besar Islam seperti Maulid Nabi, Rajaban, atau Nuzul Al-Qur’an. Umat Islam berani mengeluarkan biaya besar secara individual maupun kolektif untuk membiayai kegiatan-kegiatan tersebut, tetapi tidak bersedia memberikan dana penelitian dan penulisan kembali sejarah perjuangan umat Islam khususnya di Indonesia. Kelemahan itulah yang melahirkan sejarah umat Islam Indonesia, akhirnya sejarah umat Islam dituliskan oleh orang lain yang mendasarkan observasinya pada jendela kehidupan umat Islam, dengan tidak pernah masuk ke dalam rumah umat Islam. Begitupun Soekarno yang menyatakan bahwa umat Islam kurang dalam memahami feelingnya terhadap sejarah. Kalaupun ada perhatiannya terhadap tarikh, yang dikajinya hanyalah abu sejarahnya, bukan api sejarahnya. Realitas penulisan sejarah lokal sampai saat ini masih memerlukan apresiasi dari berbagai pihak, pasalnya sejarah lokal adalah bagian tidak terhingga dari khasanah sejarah Nasional. Perlawanan Petani Indramayu pada Masa Penjajahan Jepang adalah salah satu peristiwa penting, yang mencoba memotret kembali perlawanan petani Indramayu yang dipimpin oleh H. Madrais, H. Kartiwa, Kiai Srengseng, Kiai Kusen, Kiai Mukasan untuk menentang dominasi Jepang dalam menghegemoni Bangsa Indonesia. Mengapa petani, santri dan ulama Indramayu berani melancarkan gerakan perlawanan terhadap Jepang? Jawabannya akan Anda temukan setelah membaca buku ini.
Sejarah IndonesiaModul Pembelajaran SejarahSIFAT PENDUDUKANJEPANG DAN RESPONBANGSA INDONESIAUntuk Siswa Kelas XI Semester 1Siti Solechatul Jannah SMA/MA/190210302041 SMK/MAK KELAS XIPENDUDUKAN JEPANG DI INDONESIA SEJARAH INDONESIA KELAS XI PENYUSUN Siti Solechatul Jannah 190210302041 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS JEMBER 2021 1KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas limpahan rahmat-Nyasehingga saya dapat menyelesaikan modul Sejarah Indonesia untuk peserta didik kelas11 SMA. Modul ini disusun berdasarkan kurikulum 2013 yang lebih menempatkanpeserta didik sebagai pusat kegiatan belajar. Modul ini juga dilengkapi latihan soaluntuk menguji pemahaman peserta didik terkait dengan materi yang terdapat padamodul. Dalam modul Sejarah Indonesia ini akan dibahas mengenai "Sifat PendudukanJepang dan Respon Bangsa Indonesia". Saya menyadari masih banyak kekurangandalam penyusunan modul ini. Oleh karena itu, saya sangat mengharapkan kritik dansaran demi perbaikan dan kesempurnaan modul ini. Saya mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantuproses penyelesaian modul ini, terutama dosen pengampu mata kuliah "PerencanaanPembelajaran Bidang Studi", yaitu Ibu Dr. Nurul Umamah, dan Ibu Riza AfitaSurya, yang telah membimbing penyusunan dalam pembuatan modul modul ini dapat bermanfaat bagi kita semua, khususnya para peserta didik. Kediri, November 2021 Penulis 2DAFTAR ISIKATA PENGANTAR ............................................................................................................... 2DAFTAR ISI.............................................................................................................................3PETA KONSEP ....................................................................................................................... 4KOMPETENSI ......................................................................................................................... 5 KOMPETENSI INTI..............................................................................................................5 KOMPETENSI DASAR.........................................................................................................6 INDIKATOR.........................................................................................................................6TUJUAN PEMBELAJARAN....................................................................................................7 TUJUAN UMUM..................................................................................................................7 TUJUAN KHUSUS ............................................................................................................... 7PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL.....................................................................................8KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 SIFAT PENDUDUKAN JEPANG DI INDONESIA............9 A. Awal Pendudukan Jepang di Indonesia..........................................................................9 B. Pemerintahan Militer dan Sipil Jepang di Indonesia......................................................11 C. Organisasi Pergerakan Masa Pendudukan Jepang.........................................................13 D. Praktek Pengerahan dan Penindasan Jepang.................................................................21KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 RESPON BANGSA INDONESIA TERHADAPPENDUDUKAN JEPANG......................................................................................................28 A. Perlawanan Rakyat Aceh ........................................................................................... 28 B. Perlawanan Rakyat Singaparna...................................................................................30 C. Perlawanan di Indramayu...........................................................................................31 D. Rakyat Kalimantan Angkat Senjata.............................................................................32 E. Rakyat Irian Melawan................................................................................................32 F. Perlawanan Peta........................................................................................................33KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 DAMPAK PENDUDUKAN JEPANG DI INDONESIA .... 37 A. Dampak dalam Bidang Politik....................................................................................37 B. Dampak dalam Bidang Sosial Budaya.........................................................................38 C. Dampak dalam Bidang Ekonomi.................................................................................39 D. Dampak dalam Bidang Pendidikan..............................................................................39 E. Dampak dalam Bidang Militer....................................................................................40UJI KOMPETENSI.................................................................................................................42DAFTAR PUSTAKA..............................................................................................................48PROFIL PENULIS ................................................................................................................. 49 3PETA KONSEP PENDUDUKAN JEPANG DI INDONESIA SIFAT RESPON BANGSA DAMPAK PENDUDUKAN INDONESIA PENDUDUKAN JEPANG Perlawanan Rakyat JEPANG Aceh Awal Pendudukan Dampak dalam Jepang di Indonesia Perlawanan Rakyat Bidang Politik SingaparnaPemerintahan Militer Dampak dalam & Sipil Jepang Perlawanan Bidang Sosial-Budaya Indramayu Organisasi Dampak dalam Pergerakan Masa Perlawanan Rakyat Bidang EkonomiPendudukan Jepang Kalimantan Dampak dalamPraktek Pengerahan Perlawanan Rakyat Bidang Pendidikan dan Penindasan Irian Jepang Dampak dalam Perlawanan PETA Bidang Militer 4KOMPETENSIKOMPETENSI INTI 1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. 2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli gotong royong, kerjasama, toleran, damai, santun, responsif, dan pro-aktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. 3. Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah. 4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan. 5KOMPETENSIKOMPETENSI DASAR Menganalisis sifat pendudukan Jepang dan respon bangsa Indonesia Menalar sifat pendudukan Jepang dan respon bangsa Indonesia dan menyajikannya dalam bentuk cerita sejarah INDIKATOR Menganalisis sifat pendudukan Jepang di Indonesia Menganalisis respon bangsa Indonesia terhadap pendudukan Jepang di Indonesia Menganalisis dampak pendudukan Jepang di Indonesia dalam bidang ekonomi, politik, sosial-budaya, pendidikan, dan militer Menyajikan hasil rekonstruksi berupa cerita sejarah tentang sifat pendudukan Jepang dan respon bangsa Indonesia 6TUJUAN PEMBELAJARAN TUJUAN UMUM Peserta didik mampu mengidentifikasi sifat pendudukan Jepang dan respon bangsa IndonesiaTUJUAN KHUSUS Setelah menggunakan Modul Elektroniktentang Sifat Pendudukan Jepang dan Respon Bangsa Indonesia, peserta didik diharapkan mampu a. menganalisis sifat pendudukan Jepang di Indonesia secara kritis, komunikatif, dan pro aktif; b. menganalisis respon bangsa Indonesia terhadap pendudukan Jepang secara kritis; c. menganalisis dampak pendudukan Jepang di Indonesia dalam bidang ekonomi, politik, sosial-budaya, pendidikan, dan militer secara kritis. d. merekonstruksi sifat pendudukan Jepang dan respon bangsa Indonesia secara kreatif. 7PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL PETUNJUK BAGI PESERTA DIDIK Untuk memperoleh prestasi belajar secara maksimal, maka langkah- langkah yang perlu dilaksanakan dalam modul ini antara lain 1. Bacalah dan pahami materi yang ada pada setiap kegiatan belajar. Bila ada materi yang belum jelas, peserta didik dapat bertanya pada pendidik. 2. Kerjakan setiap tugas diskusi terhadap materi-materi yang dibahas dalam setiap kegiatan belajar. 3. Jika belum menguasai level materi yang diharapkan, ulangi lagi pada kegiatan belajar sebelumnya atau bertanyalah kepada BAGI PENDIDIK Dalam setiap kegiatan belajar pendidik berperan untuk 1. Membantu peserta didik dalam merencanakan proses belajar 2. Membimbing peserta didik dalam memahami konsep, analisa, dan menjawab pertanyaan peserta didik mengenai proses belajar 3. Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok. 8KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 SIFAT PENDUDUKAN JEPANG DI INDONESIAA. Awal Pendudukan Jepang di Indonesia Pearl Harbour Porak Poranda Tanggal 7 Desember 1941, terjadi peristiwa besar, yakni Jepang menyerbu pangkalan Angkatan Laut di Pearl Harbour, Hawai. Nah, aksi Jepang ini merupakan sebuah gerakan invasi militer yang kemudian dengan cepat merambah ke kawasan Asia Tenggara. Sehingga di Januari-Februari tahun 1942, Jepang telah menduduki Filipina, Pontianak, Balikpapan, Palembang, Tarakan Kalimantan Timur, dan Samarinda, yang mana waktu itu bangsa Belanda masih berada di wilayah Indonesia. Bahkan beberapa minggu kemudian, Jepang telah berhasil mendarat di Pulau Jawa, tepatnya di Teluk Banten pada tanggal 1 Maret 1942, kemudian juga di Kragan Jawa Timur, dan di Eretan Jawa Barat. Nah setelah itu, tanggal 5 Maret 1942 kota Batavia telah jatuh ke tangan Jepang, hingga akhirnya tanggal 8 Maret 1942 Belanda secara resmi menyerah kepada Jepang. Penyerahan kekuasaan kepada Jepang oleh Belanda dilakukan melalui sebuah upacara di Kalijati, Subang, Jawa Barat. Gubernur Jenderal Tjardaan Starkenborgh dan Jenderal Ter Poorten menjadi wakil Belanda dalam upacara tersebut, kemudian Jenderal Hitoshi Imamura menjadi wakil dari Jepang. Dengan berakhirnya upacara penyerahan tersebut, secara otomatis kemudian, Indonesia berada di bawah jajahan pendudukan Jepang. Dan dari sinilah penderitaan bangsa Indonesia memulai babak baru, dan kalian tentunya bisa membayangkan nasib bangsa Indonesia setelah itu. Dimulainya penjajahan Jepang di Indonesia menjadi mimpi buruk bagi bangsa Indonesia. Politik imperialisme Jepang, bukan hanya berorientasi pada eksploitasi sumber daya alamnya saja, akan tetapi manusianya juga. Jepang melakukan eksploitasi sampai tingkat pedesaan. Sumber-sumber kekayaan alam Indonesia dan juga tenaga masyarakat Indonesia dikuras oleh Jepang. Untuk 9memenuhi semua kebutuhan perangnya. Jepang melakukan berbagai cara, mulaidari propaganda, janji-janji manis, hingga cara-cara Tua diterima di Indonesia Masa awal kedatangan Jepang, dimana-mana terdengar ucapan “banzai-banzai†selamat datang-selamat datang. Setiap kali Radio Tokyomemperdengarkan lagu Kimigayo lagu kebangsaan Jepang maka juga akanterdengar lagu Indonesia Raya. Bendera Merah Putih juga boleh dikibarkanberdampingan dengan Bendera Jepang, Hinomaru. Melalui siaran radio, jugadipropagandakan bahwa barang-barang buatan Jepang itu menarik dan murahharganya, sehingga mudah bagi rakyat Indonesia untuk tentara Jepang pandaimerayu, Tentara Jepang jugamempropagandakan bahwakedatangannya ke Indonesia untukmembebaskan rakyat dari cengkeramanpenjajahan bangsa Barat Belanda.Katanya Jepang juga akan membantumemajukan rakyat Indonesia. Melaluiprogram Pan-Asia, Jepang akanmemajukan dan menyatukan seluruhrakyat Asia. Untuk lebih meyakinkanrakyat Indonesia, Jepang menegaskankembali bahwa Jepang tidak lain adalah“saudara tuaâ€, dan rakyat Indonesiaadalah “saudara muda†bagi Jepang dan Indonesia sama. Bahkan untuk meneguhkan progandanya tentangPan-Asia, Jepang berusaha membentuk perkumpulan yang diberi nama “GerakanTiga Aâ€. Tahukah kamu apa itu gerakan 3A? Gerakan 3A adalah gerakan yangdipropagandakan oleh tentara Jepang untuk menarik simpati rakyat Indonesia. 10Gerakan 3A berisi Nippon Cahaya Asia, Nippon Pelindung Asia dan Nippon Pemimpin Asia. Nippon adalah sebutan lain negara Jepang, yang berarti ‘matahari’. Dengan segala bentuk propaganda manis tersebut, tidak heran jika kedatangan Jepang di masa- masa awal, disambut gembira oleh rakyat Indonesia. Jepang mendatangkan harapan bahwa Jepang benar-benar akan membebaskan Indonesia dari penjajahan. “Saudara tua†diterima baik oleh rakyat Indonesia. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, sifat pendudukan Jepang memperlihatkan bentuk aslinya. Sifat baik yang diperlihatkannya di masa awal, pelan-pelan bergeser menjadi praktek penjajahan yang kejam dan mendatangkan penyiksaan bagi rakyat Pemerintahan Militer dan Sipil Jepang di Indonesia Pada pertengahan tahun 1942 timbul pemikiran dari Markas Besar Tentara Jepang agar penduduk di daerah pendudukan dilibatkan dalam aktivitas pertahanan dan kemiliteran termasuk semimiliter. Oleh karena itu, pemerintah Jepang di Indonesia kemudian membentuk pemerintahan militer. Di seluruh Kepulauan Indonesia bekas Hindia Belanda itu wilayahnya dibagi menjadi tiga wilayah pemerintahan militer. 1 WILAYAH I Angkatan Darat Gunseibu, Mencakup Jawa & Madura di mana Batavia menjadi pusatnya. Wilayah ini menjadi wewenang tentara ke-16 di bawah pimpinan Hitoshi Imamura. 112 WILAYAH II Angkatan Darat Rikugun, mencakup wilayah-wilayah di Sumatera dengan pusat Bukittinggi. Wilayah ini di menjadi wewenang tentara ke-25 di mana tokoh yang memimpin bernama Jendral WILAYAH III Angkatan Laut Kaigun, mencakup Sulawesi, Kalimantan, Maluku, Nusa Tenggara juga Irian yang berpusat pada Makassar. Wilayah ini menjadi wewenang armada selatatan ke-2 di bawah kepemimpinan Laksamana Maeda. Pembagian administrasi wilayah pendudukan semacam itu tentu juga terkaitdengan perbedaan kepentingan Jepang terhadap tiap-tiap daerah di Indonesia, baikdari segi militer maupun politik ekonomi. Pulau Jawa yang merupakan pusatpemerintahan yang sangat penting waktu itu masih diberlakukan pemerintahansementara. Hal ini berdasarkan Osamu Seirei Undang-Undang yang dikeluarkanoleh Panglima Tentara Ke-16. Selain pemerintahan militer, Jepang juga membentuk pemerintahan sipiluntuk medukung jalannya pemerintahan Jepang di Indonesia. Pemerintahan militerberusaha meningkatkan sistem pemerintahan, antara lain dengan mengeluarkan UUNo. 27 tentang aturan pemerintahan daerah dan dimantapkan dengan UU No. 28tentang pemerintahan shu serta tokubetsushi. Dengan UU tersebut, pemerintahanakan dilengkapi dengan pemerintahan sipil. Menurut UU No. 28 ini, pemerintahandaerah yang tertinggi adalah shu karesidenan. Seluruh Pulau Jawa dan Madura,kecuali Kochi Yogyakarta dan Kochi Surakarta, dibagi menjadi daerah-daerah shukaresidenan, shi kotapraja, ken kabupaten, gun kawedanan, son kecamatan,dan ku desa/kelurahan. Seluruh Pulau Jawa dan Madura dibagi menjadi 17 shu. Pemerintahan shu itu dipimpin oleh seorang shucokan. Shucokan memilikikekuasaan seperti gubenur pada zaman Hindia Belanda meliputi kekuasaanlegislatif dan eksekutif. Dalam menjalankan pemerintahan shucokan dibantu olehCokan Kanbo Majelis Permusyawaratan Shu. Setiap Cokan Kanbo ini memilikitiga bu bagian, yakni Naiseibu bagian pemerintahan umum, Kaisaibu bagianekonomi, dan Keisatsubu bagian kepolisian. Pemerintah pendudukan Jepangjuga membentuk sebuah kota yang dianggap memiliki posisi sangat pentingsehingga menjadi daerah semacam daerah swatantra otonomi. Daerah ini disebut 12tokubetsushi kota istimewa, yang posisi dan kewenangannya seperti shu yang berada langsung di bawah pengawasan gunseikan. Sebagai contoh adalah Kota Batavia, sebagai Batavia Tokubetsushi di bawah pimpinan Tokubetu shico. Pemerintah Jepang juga membentuk tonarigumi, yang pada masa sekarang ini kita kenal dengan Rukun Tetangga RT. Tanorigumi ini digunakan oleh pemerintah Jepang untuk mengawasi gerak-gerik rakyat agar dapat dipantau oleh pemerintah Organisasi Pergerakan Masa Pendudukan Jepang a. Organisasi Sosial Kemasyarakatan Jepang 1 Gerakan 3A Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, Gerakan Tiga A 3A punya tiga semboyan yakni Nippon Pelindung Asia Nippon Pemimpin Asia Nippon Cahaya Asia. Gerakan Tiga A ini didirikan pada tanggal 29 April 1942, tepat dengan Hari Nasional Jepang yakni kelahiran Tencosetsu Kaisar Hirohito. Gerakan ini dipelopori oleh Kepala Departemen Propaganda Sendenbu Jepang, Hitoshi Shimizu. Hitoshi Shimizu menunjuk tokoh pergerakan nasional, Mr Syamsudin Raden Sjamsoeddin sebagai Ketua. Gerakan Tiga A 3A tidak bertahan lama. Ini dikarenakan rakyat kurang bersimpati. Gerakan ini terlalu menonjolkan Jepang dan bukan gerakan kebangsaan. Bagi golongan intelektual yang bergerak dalam politik Tiga A 3A, gerakan ini juga dianggap kurang menarik karena tidak ada manfaat dalam perjuangan mencapai cita-cita kemerdekaan. Maka pada akhir 1942, Gerakan Tiga A 3A dibubarkan. 2 Putera Pusat Tenaga Rakyat 13Tokoh Empat Serangkai, Soekarno, Moh Hatta, KH Mas Mansyur, dan Ki Hajar Dewantara para pemimpin Putera Sebagai ganti Gerakan Tiga A yang dibubarkan karena tidak efektif, Jepang memprakarsai Pusat Tenaga Rakyat atau Putera. Putera dipimpin oleh tokoh nasional yang kerap dijuluki Empat Serangkai. Empat Dengan restu Jepang, Putera pun didirikan pada 16 April 1943. Tujuan Putera adalah membangun dan menghidupkan kembali hal-hal yang dihancurkan Belanda. Menurut Jepang, Putera bertugas untuk memusatkan segala potensi rakyat guna membantu Jepang dalam perang. Selain tugas propaganda, Putera juga bertugas memperbaiki bidang sosial ekonomi. Gerakan ini tidak dibiayai pemerintah Jepang. Walaupun demikian, para pemimpin bangsa diperbolehkan untuk menggunakan fasilitas Jepang seperti koran dan radio. Dengan cara ini, para pemimpin dapat berkomunikasi secara leluasa kepada rakyat. Pada akhirnya, gerakan ini ternyata berhasil mempersiapkan mental masyarakat untuk menyambut kemerdekaan dua tahun kemudian. Jepang menyadari Putera lebih banyak menguntungkan bagi pergerakan Nasional dibanding kepentingan Jepang sendiri. Maka pada 1944, Jepang membubarkan Fujinkai Dikutip dari Konflik Bersejarah Ensiklopedi Pendudukan Jepang di Indonesia 2013, Fujinkai awalnya bagian wanita dari Putera. Setelah Putera dibubarkan, Jepang mempertahankan bagian wanitanya. Bagian wanita itu dibuat organisasi sendiri pada Agustus 1943 bernama Fujinkai. Selain beranggotakan para ibu, Fujinkai juga punya Bagian Pemudi yang bernama 14Josi Saimentai. Anggotanya para gadis yang berusia di atas 15 tahun. Fujinkai bertugas meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat. Anggotanya menggelar kegitan pendidikan dan kursus-kursus. Anggota Fujinkai dilatih membuat dapur umum dan pertolongan pertama. Mereka juga melakukan kinrohoshi atau kerja bakti wajib kerja tanpa upah. Para wanita dikerahkan bercocok tanam sebab para pria yang tadinya menggarap ladang, dikerahkan untuk urusan militer. Anggota Fujinkai juga diminta mengumpulkan dana wajib. Dana wajib ini berupa perhiasan, bahan makanan, hewan ternak, maupun keperluan lain yang bisa digunakan untuk membiayai perang Jepang. Ketika situasi perang memanas, Fujinkai juga diberi latihan militer sederhana. Bahkan pada April 1944 Fujinkai membentuk Barisan Wanita Istimewa yang disebut sebagai Barisan MIAI Majelis Islam A’la Indonesia Pimpinan Harian MIAI Mr. Kasman Singodimejo, Mas Mansur, dan Harsono Tjokroaminoto Sumber Republika 15Sebuah organisasi Islam MIAI yang cukup berpengaruh pada masapemerintah kolonial Belanda, mulai dihidupkan kembali oleh pemerintahpendudukan Jepang. Pada tanggal 4 September 1942 MIAI diizinkan aktifkembali. Dengan demikian, MIAI diharapkan segera dapat digerakkansehingga umat Islam di Indonesia dapat dimobilisasi untuk keperluan diaktifkannya kembali MIAI, maka MIAI menjadi organisasipergerakan yang cukup penting di zaman pendudukan Jepang. MIAI menjaditempat bersilaturakhim, menjadi wadah tempat berdialog, danbermusyawarah untuk membahas berbagai hal yang menyangkut kehidupanumat. Adapun tugas dan tujuan MIAI waktu itu adalah sebagai berikutâ— Menempatkan umat Islam pada kedudukan yang layak dalam masyarakat Mengharmoniskan Islam dengan tuntutan perkembangan Ikut membantu Jepang dalam Perang Asia Timur Raya. Untuk merealisasikan tujuan dan melaksanakan tugas itu, MIAImembuat program yang lebih menitikberatkan pada program-program yangbersifat sosio-religius. Secara khusus program-program itu akan diwujudkanmelalui rencana sebagai berikutâ— pembangunan masjid Agung di Jakarta,â— mendirikan universitas, danâ— membentuk ketiga program ini yang mendapatkan lampu hijau dari Jepang hanyaprogram yang ketiga. Coba perhatikan! Mengapa Jepang tidak memberi “restu†MIAI membangun masjid agung dan universitas? Coba cari jawabnya! 16November 1943 MIAI dibubarkan. Sebagai penggantinya, Jepang membentuk Masyumi Majelis Syura Muslimin Indonesia. Harapan dari pembentukan majelis ini adalah agar Jepang dapat mengumpulkan dana dan dapat menggerakkan umat Islam untuk menopang kegiatan perang Asia Timur Raya. Ketua Masyumi ini adalah Hasyim Asy’ari dan wakil ketuanya dijabat oleh Mas Mansur dan Wahid Hasyim. Orang yang diangkat menjadi penasihat dalam organisasi ini adalah Ki Bagus Hadikusumo dan Abdul Jawa Hokokai Anggota Jawa Hokokai Sumber Tahun 1944, situasi Perang Asia Timur Raya mulai berbalik, tentara Sekutu dapat mengalahkan tentara Jepang di berbagai tempat. Hal ini menyebabkan kedudukan Jepang di Indonesia semakin mengkhawatirkan. Oleh karena itu, Panglima Tentara ke-16, Jenderal Kumaikici Harada membentuk organisasi baru yang diberi nama Jawa Hokokai Himpunan Kebaktian Jawa. Untuk menghadapi situasi perang tersebut, Jepang membutuhkan persatuan dan semangat segenap rakyat baik lahir maupun batin. Rakyat diharapkan memberikan darma baktinya terhadap pemerintah demi kemenangan perang. Kebaktian yang dimaksud memuat tiga hal â— mengorbankan diri, â— mempertebal persaudaraan, dan â— melaksanakan suatu tindakan dengan bukti. 17Adapun program-program kegiatan Jawa Hokokai sebagai berikut â— melaksanakan segala tindakan dengan nyata dan ikhlas demi pemerintah Jepang â— memimpin rakyat untuk mengembangkan tenaganya berdasarkan â— semangat persaudaraan, dan â— memperkokoh pembelaan tanah air Jawa Hokokai adalah organisasi pusat yang anggota-anggotanya terdiri atas bermacam-macam hokokai himpunan kebaktian sesuai dengan bidang profesinya. Misalnya Kyoiku Hokokai kebaktian para pendidik guru-guru dan Isi Hokokai wadah kebaktian para dokter. Jawa Hokokai juga mempunyai anggota istimewa, seperti Fujinkai organisasi wanita, dan Keimin Organisasi Semi Militer Jepang 1 Seinendan Seinendan atau barisan pemuda dibentuk pada tanggal 9 maret 1943. Organisasi ini beranggotakan para pemuda yang berusia 14-22 tahun. Pada awalnya, anggota Seinendan orang pemuda dari seluruh Jawa. Tujuan dibentuknya Seinendan adalah untuk mendidik dan melatih para pemuda agar dapat menjaga dan mempertahankan tanah airnya dengan kekuatan sendiri. Bagi Jepang, untuk mendapatkan tenaga cadangan guna memperkuat usaha mencapai kemenangan dalam perang Asia Timur Raya, perlu diadakannya pengerahan kekuatan pemuda. Oleh karena itu, Jepang melatih para pemuda 18atau para remaja melalui organisasi Seinendan. Dalam hal ini Seinendan difungsikan sebagai barisan cadangan yang mengamankan garis Keibodan Organisasi Keibodan Korps Kewaspadaan merupakan organisasi semimiliter yang anggotanya para pemuda yang berusia antara 25-35 tahun. Ketentuan utama untuk dapat masuk Keibodan adalah mereka yang berbadan sehat dan berkelakuan baik. Apabila dilihat dari usianya, para anggota Keibodan sudah lebih matang dan siap untuk membantu Jepang dalam keamanan dan ketertiban. Pembentukan Keibodan ini memang dimaksudkan untuk membantu tugas polisi, misalnya menjaga lalu lintas dan pengamanan desa. Untuk itu anggota Keibodan juga dilatih kemiliteran. Pembina keibodan adalah Departemen Kepolisian Keimubu dan di daerah syu shu dibina oleh Bagian Kepolisian Keisatsubu. Di kalangan orang-orang Cina juga dibentuk Keibodan yang dinamakan Kakyo Barisan Pelopor Pada pertengahan tahun 1944, diadakan rapat Chuo-Sangi-In Dewan Pertimbangan Pusat. Salah satu keputusan rapat tersebut adalah merumuskan cara untuk menumbuhkan keinsyafan dan kesadaran yang mendalam di kalangan rakyat untuk memenuhi kewajiban dan membangun persaudaraan untuk seluruh rakyat dalam rangka mempertahankan tanah airnya dari serangan musuh. Sebagai wujud konkret dari kesimpulan rapat itu maka pada tanggal 1 November 1944, Jepang membentuk organisasi baru yang dinamakan “Barisan Peloporâ€. Melalui organisasi ini diharapkan adanya kesadaran rakyat untuk berkembang, sehingga siap untuk membantu Jepang dalam mempertahankan semimiliter “Barisan Pelopor†ini tergolong unik karena pemimpinnya adalah seorang nasionalis, yakni Ir. Sukarno, yang dibantu oleh Suroso, Otto Iskandardinata, dan Buntaran Martoatmojo. 194 Hisbullah Pada tanggal 15 Desember 1944 berdiri pasukan sukarelawan pemuda Islam yang dinamakan Hizbullah Tentara Allah yang dalam istilah Jepangnya disebut Kaikyo Seinen Teishinti. Tugas pokok Hizbullah adalah sebagai berikut 1. Sebagai tentara cadangan, dengan tugas â— melatih diri jasmani maupun rohani dengan segiat-giat nya, â— membantu tentara Dai Nippon â— menjaga bahaya udara dan mengintai mata-mata musuh, dan â— menggiatkan dan menguatkan usaha-usaha untuk kepen tingan perang. 2. Sebagai pemuda Islam, dengan tugas â— menyiarkan agama Islam, â— memimpin umat Islam agar taat menjalankan agama, dan â— membela agama dan umat Islam Organisasi Militer Jepang 1 Heiho Heiho dibentuk pada bulan april 1945. Anggotanya adalah pemudayang berusia 18-25 tahun dengan pendidikan terendah SD. Heiho adalahwadah yang disediakan jepang untuk pemuda indonesia sebagai barisanpembantu kesatuan angkatan perang dan merupakan bagian dari ketentaraanjepang. Heiho merupakan militer Peta 20Peta mula-mula dibentuk di wilayah kekuasaan tentara ke-16 di jawa dan madura. Peta dibentuk secara resmi pada tanggal 3 oktober 1943. Penanggung jawab dari pendidikan latihan-latihan peta adalah Yanagawa. Peta berkembang tidak hanya dijawa, tetapi juga di luar jawa. Di sumatra, peta dikenal dengan sebutan Giyugun prajurit sukarela. Ada keterangan yang menyebutkan bahwa pembentukan peta merupakan permintaan bangsa indonesia kepada jepang atas usul R. Gatot Mangkoepradja. Peta mempunyai tugas mempertahankan tanah air indonesia. Tokoh peta yang terkenal, antara lain soeprijadi, jenderal soedirman, dan jenderal gatot Praktek Pengerahan dan Penindasan Jepang 1. Ekonomi Perang Selama masa pendudukan Jepang di Indonesia, diterapkan konsep “Ekonomi perangâ€. Artinya, semua kekuatan ekonomi di Indonesia digali untuk menopang kegiatan perang. Kamu tahu kan jika sebelum memasuki PD II, Jepang sudah berkembang menjadi negara industri dan sekaligus menjadi kelompok negara imperialis di Asia. Sehingga Jepang mendapat julukan “Macannya Asia†oleh karena itu berbagai upaya untuk memperluas wilayahnya. Sasaran utamanya antara lain Korea dan Indonesia. Jepang telah merancang bahwa ke depannya, Indonesia akan menjadi tempat penjualan produk-produk industrinya. Untuk pemenuhan ekonomi perang di bidang pertanian Jepang mengeluarkan kebijakan antara lain 21a Padi berada langsung di bawah pengawasan pemerintah Jepang. Produksi, pungutan dan penyaluran padi serta menentukan harganya. Dalam kaitan ini Jepang telah membentuk badan yang diberi nama Shokuryo Konri Zimusyo Kantor Pengelolaan Pangan yang menentukan harga padi, pengatur produksi, dan Penggilingan padi dilakukan dibawah pengawasan Jepangc Hasil panen petani diserahkan sebesar pemerintah Jepang sebesar 40% dan 30 % untuk persiapan pembelian bibit dan lumbung desa, sisanya 40% untuk petani. Pengerahan padi pada masa pendudukan Jepang di Indonesia Selama pendudukan Jepang. kehidupan petani semakin merosot. Merekatidak bisa menikmati hasil jerih payahnya sebagai petani. Karena hasilpertaniannya harus dijual dengan harga yang sudah ditentukan Jepang sehinggakehidupannya menjadi semakin menderita. Dengan diterapkannya kebijakan ekonomi perang itu, ekonomi uang yangpernah dikembangkan masa pemerintahan Hindia Belanda tidak begitu Bank dilikuidasi dibentuklah Nanpo Kaihatsu Ginko yang melanjutkantugas dari pemerintah pendudukan Jepang dalam mengedarkan invansion moneyyang dicetak di Jepang dalam tujuh denominasi, mulai dari satu hingga sepuluhgulden. Uang Belanda kemudian digantikan oleh uang Jepang. 22Dengan berbagai ketentuan pemerintah Jepang tersebut, coba bandingkan dengan kegiatan monopoli yang dilakukan pada zaman Hindia Belanda! Adakah persamaannya? Coba lakukan telaah kritis tentang hal itu!2. Kehidupan Pendidikan dan Kebudayaan di Indonesia Pada Masa Jepang Pendidikan yang dikembangkan oleh Jepang didasari oleh semangat pembebasan dan persamaan. Kebijakan ini juga menyebabkan terhapusnya diskriminasi sosial terhadap para pelajar pribumi yang sebelumnya diterapkan oleh Belanda. Sistem pendidikan zaman Jepang yang masih diterapkan oleh negara kita saat ini diantaranya adalah sistem belajar 12 tahun. Saat itu Jepang membuka Sekolah Umum yang terdiri dari Sekolah Rakyat kokumin gakko selama 6 tahun, Sekolah Menengah Pertama selama 3 tahun dan Sekolah Menengah Atas selama 3 tahun. Jepang juga mengadakan pelatihan bagi para guru yang pesertanya diambil dari berbagai daerah. Dalam pelatihan tersebut, para peserta didoktrin dengan “Hakko Ichiuâ€. Ajaran ini berarti Delapan penjuru dunia dibawah satu atap. Dengan adanya ajaran ini bisa diartikan bahwa Jepang meyakinkan negaranya adalah sebagai pemimpin dalam suatu lingkungan. Setelah melakukan pelatihan, para peserta harus kembali ke daerahnya masing- masing untuk menyampaikan ilmu yang telah diperolehnya selama pelatihan. Guna memperoleh dukungan tokoh pribumi, Jepang mengawalinya dengan menawarkan konsep Putera Tenaga Rakyat di bawah pimpinan Soekarno, M. Hatta, Ki Hajar Dewantoro, dan Mas Mansur pada Maret 1943. Konsep ini dirumuskan setelah kegagalan the Triple Movement yang tidak menyertakan wakil tokoh pribumi. Tetapi PTR akhirnya mengalami nasib serupa setahun kemudian. Pasca ini, Jepang tetap merekrut Ki Hajar Dewantoro sebagai penasehat bidang pendidikan mereka. Upaya Jepang mengambil tenaga pribumi ini dilatarbelakangi pengalaman kegagalan sistem pendidikan mereka di Manchuria dan China yang menerapkan sistem Nipponize Jepangisasi. Karena itulah, di Indonesia mereka mencobakan format pendidikan yang mengakomodasi kurikulum berorientasi lokal. 23Kebijakan yang dijalankan Jepang dalam bidang pendidikan didasarkanpada tiga prinsip utama, yakni1 Menata kembali pendidikan berdasarkan keseragaman dan persamaan untuk semua kelompok etnis dan kelas Menghapuskan secara sistematis pengaruh Belanda dari sekolah-sekolah dan menjadikan unsur Indonesia sebagai landasan Menjadikan semua lembaga pendidikan sebagai alat untuk memasukkan doktrin “Kemakmuran Asia Timur Raya†di bawah pimpinan Jepang. Sesuai dengan prinsip pertama pendidikan Jepang, pendidikan tingkatdasar dijadikan hanya satu macam, yakni sekolah dasar 6 tahun. Tujuannya ialahuntuk memudahkan pengawasan terhadap materi pelajaran dan penyelenggaraansekolah-sekolah tersebut. Bila dilihat dari sudut pandang Indonesia, tujuankebijakan ini cukup positif, yakni hilangnya diskriminasi di bidang pendidikan. Sebagai implementasi dari prinsip kedua, pada masa-masa awal, Jepangmembekukan semua kegiatan pendidikan. Hal itu dimaksudkan untuk mengikishabis pengaruh Belanda. Setelah menguasai Indonesia, Jepang menginstruksikan ditutupnyasekolah-sekolah berbahasa Belanda, pelarangan materi tentang Belanda danbahasa-bahasa Eropa lainnya. Termasuk yang harus ditutup adalah HCS,sehingga memaksa peranakan China kembali ke sekolah-sekolah berbahasaMandarin di bawah koordinasi Hua-Chino Tsung Hui, yang berimplikasi padaadanya proses resinification penyadaran dan penegasan identitas sebagaiketurunan bangsa China. Kondisi ini antara lain memaksa para guru untukmentranslasikan buku-buku berbahasa asing kedalam Bahasa Indonesia untukkepentingan proses pembelajaran. Selanjutnya sekolah-sekolah yang bertipeakademis diganti dengan sekolah-sekolah yang bertipe vokasi. Jepang juga melarang pihak swasta mendirikan sekolah lanjutan danuntuk kepentingan kontrol, maka sekolah swasta harus mengajukan izin ulanguntuk dapat beroperasi kembali. Taman Siswa misalnya terpaksa harusmengubah Taman Dewasa menjadi Taman Tani, sementara Taman Guru danTaman Madya tetap tutup. Kebijakan ini menyebabkan terjadinya kemunduran 24yang luar biasa bagi dunia pendidikan dilihat dari aspek kelembagaan danoperasonalisasi pendidikan bidang budaya, beberapa kebijakan yang dikeluarkan Jepangantara lain1 Menerapkan kebudayaanmemberi hormat ke arahmatahari terbit kepada rakyatIndonesia. Dalam masyarakatJepang, kaisar memiliki tempattertinggi, karena diyakinisebagai keturunan DewaMatahari. Untuk itu, Jepangberusaha menerapkan nilai-nilai kebudayaannya kepada bangsa Indonesia,dengan cara membungkukkan punggung dalam-dalam seikerei ke arahmatahari Demi mengampu budaya-budayayang ada di Indonesia, makapemerintah pendudukan Jepangakhirnya mendirikan suatu badanyang bernama Keimin BunkeiShidosho. Keimin BunkeiShidosho bertugas memimpin danmenilik budaya umum untukmeningkatkan derajat mutu budaya rakyat asli. 25Keimin Bunkei Sidasho dibagi menjadi beberapa bagian, antara lain bagian musik, bagian sandiwara, bagian seni tari, dan bagian seni lukis. Karya-karya sastra yang mendukung politik Tiga A atau yang sejenis seperti Tjinta Tanah Stutji karangan Nur Sutan Iskandar; Palawidja karangan Karim Halim adalah karya sastra yang sejalan dengan propaganda Jepang untuk menggelorakan semangat berjuang dan berkorban untuk kepentingan Asia Timur Raya. 3 Pada masa pendudukan Jepang, pemerintah juga membentuk Rukun Tetangga RT satuan pemerintahan terbawah yang di bentuk pada masa pendudukan Jepang untuk mengawasi aktifivtas warga, serta mendukung kebijakan Politik dan Ekonomi Jepang yang disebut Kejamnya Romusha 26Kamu tahu apa yang dimaksud dengan romusha? Coba cari jawabnya! Perlu diketahui bahwa untuk menopang Perang Asia Timur Raya, Jepangmengerahkan semua tenaga kerja dari Indonesia. Tenaga kerja inilah yangkemudian kita kenal dengan romusha. Mereka dipekerjakan di lingkunganterbuka, misalnya di lingkungan pembangunan kubu-kubu pertahanan, jalanraya, lapangan udara. Pada awalnya, tenaga kerja dikerahkan di Pulau Jawa yangpadat penduduknya, kemudian di kota-kota dibentuk barisan romusha sebagaisarana propaganda. Desa-desa diwajibkan untuk menyiapkan sejumlah tenagaromusha. Panitia pengerahan tersebut disebut Romukyokai , yang ada di setiapdaerah. Rakyat Indonesia yang menjadi romusha itu diperlakukan dengan tidaksenonoh, tanpa mengenal perikemanusiaan. Mereka dipaksa bekerja sejak pagihari sampai petang, tanpa makan dan pelayanan yang cukup. Padahal merekamelakukan pekerjaan kasar yang sangat memerlukan banyak asupan makanandan istirahat. Mereka hanya dapat beristirahat pada malam hari. Kesehatanmereka tidak terurus. Tidak jarang di antara mereka jatuh sakit bahkan matikelaparan. Untuk menutupi kekejamannya dan agar rakyat merasa tidak dirugikan,sejak tahun 1943, Jepang melancarkan kampanye dan propaganda untuk menarikrakyat agar mau berangkat bekerja sebagai romusha. Untuk mengambil hatirakyat, Jepang memberi julukan mereka yang menjadi romusha itu sebagai“Pejuang Ekonomi†atau “Pahlawan Pekerjaâ€. Para romusha itu diibaratkansebagai orang-orang yang sedang menunaikan tugas sucinya untukmemenangkan perang dalam Perang Asia Timur Raya. Pada periode itu sudahsekitar tenaga romusha dikirim ke luar Jawa. Bahkan sampai ke luarnegeri seperti ke Birma, Muangthai, Vietnam, Serawak, dan Malaya. Sebagianbesar dari mereka ada yang kembali ke daerah asal, ada yang tetap tinggal ditempat kerja, tetapi kebanyakan mereka mati di tempat kerja. 27KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 RESPON BANGSA INDONESIA TERHADAP PENDUDUKAN JEPANG Keberhasilan Jepang menguasai beberapa wilayah Indonesia, merupakan akibatdari propaganda-propaganda yang dilakukan oleh Jepang terhadap bangsa Indonesia,tujuannya adalah menarik simpati rakyat supaya dapat membantu dan mendukungJepang yang sedang menghadapi perang dengan Amerika Serikat Blok Sekutu dalamPerang Pasifik sebagai bagian dari Perang Dunia II. Banyak masyarakat yang menderita saat wilayahnya dikuasai oleh Jepang. Halini dikarenakan, mereka dipaksa untuk membuat parit, membuat jalan, membuatlapangan terbang, dan masih banyak lagi, mereka dipaksa oleh Jepang menjadiRomusha. Kalian tahu nggak apa itu romusha? Romusha artinya buruh atau pekerja,adalah sebutan bagi orang-orang yang dipekerjakan secara paksa oleh Jepang pada saatJepang menduduki Indonesia. Simak materi berikut agar pemahaman kalian lebih tajamdan mendalam mengenai sepak terjang Pendudukan Jepang, dan agar kalian paham jugabagaimana respon bangsa Indonesia menghadapi kekejaman Jepang. Penderitaan rakyat tidak berkurang tetapi justru semakin bertambah. Kehidupanrakyat benar-benar menyedihkan. Bahan makanan sulit didapatkan karena banyakpetani yang menjadi pekerja romusha. Gelandangan di kota-kota besar makin tumbuhsubur Tidak jarang mereka mati kelaparan di jalanan atau di bawah jembatan. Penyakitkudis menjangkiti masyarakat. Bahan-bahan pakaian sulit didapatkan, bahkanmasyarakat menggunakan karung goni sebagai bahan pakaian mereka. Obat-obatanjuga sangat sulit didapatkan. Penderitaan rakyat Indonesia semakin tidak karena itu, wajar kalau kemudian muncul berbagai perlawanan terhadappemerintah pendudukan Jepang di Indonesia. Perlawanan-perlawanan tersebut antaralainA. Perlawanan Rakyat Aceh 28Abdul Jalil adalah seorang ulama muda, guru mengaji di daerah Cot Plieng, Provinsi Aceh. Karena melihat kekejaman dan kesewenangan pemerintah pendudukan Jepang, terutama terhadap romusha, maka rakyat Cot Plieng melancarkan perlawanan. Abdul Jalil memimpin rakyat Cot Plieng untuk melawan tindak penindasan dan kekejaman yang dilakukan pendudukan Jepang. Di Lhokseumawe, Abdul Jalil berhasil menggerakkan rakyat dan para santri di sekitar Cot Plieng. Gerakan Abdul Jalil ini di mata Jepang dianggap sebagai tindakan yang sangat membahayakan. Oleh karena itu,Jepang berusaha membujuk Abdul Jalil untuk berdamai. Namun, Abdul Jalilbergeming dengan ajakan damai itu. Karena Abdul Jalil menolak jalan damai, padatanggal 10 ovember 1942, Jepang mengerahkan pasukannya untuk menyerang CotPlieng. Pertempuran kemudian berlanjut hingga pada tanggal 24 November 1942,saat rakyat sedang menjalankan ibadah salat subuh. Karena diserang, maka rakyatpun dengan sekuat tenaga melawan. Rakyat dengan bersenjatakan pedang dankelewang, bertahan bahkan dapat memukul mundur tentara Jepang. Serangantentara Jepang diulang untuk yang kedua kalinya, tetapi dapat digagalkan olehrakyat. Kekuatan Jepang semakin ditingkatkan. Kemudian, Jepang melancarkanserangan untuk yang ketiga kalinya dan berhasil menghancurkan pertahanan rakyatCot Plieng, setelah Jepang membakar masjid. Banyak rakyat pengikut Abdul Jalilyang terbunuh. Dalam keadaan terdesak, Abdul Jalil dan beberapa pengikutnyaberhasil meloloskan diri ke Buloh Blang Ara. Beberapa hari kemudian, saat AbdulJalil dan pengikutnya sedang menjalankan salat, mereka ditembaki oleh tentaraJepang sehingga Abdul Jalil gugur sebagai pahlawan bangsa. 29Dalam pertempuran ini, rakyat yang gugur sebanyak 120 orang dan 150 orang luka-luka, sedangkan Jepang kehilangan 90 orang prajuritnya. Kebencian rakyat Aceh terhadap Jepang semakin meluas sehingga muncul perlawanan di Jangka Buyadi bawah pimpinan perwira Gyugun Abdul Hamid. Dalam situasi perang yang meluas ke berbagai tempat, Jepang mencari cara yang efektif untuk menghentikan perlawanan Abdul Hamid. Jepang menangkap dan menyandera semua anggota keluarga Abdul Hamid. Dengan berat hati akhirnya Abdul Hamid mengakhiri perlawanannya. Berikutnya perlawanan rakyat berkobar di Pandrah Kabupaten Bireuen. Perlawanan disebabkan oleh masalah penyetoran padi dan pengerahan tenaga romusha. Kerja paksa yang diadakan Jepang terlalu memakan waktu panjang sehingga para petani hampir tidak memiliki kesempatan untuk menggarap sawah. Disamping itu, Jepang menancapi bambu runcing di sawah- sawah dengan maksud agar tidak dapat digunakan Sekutu untuk mendaratkan pasukan payungnya. Tindakan Jepang itu sangat merugikan rakyat. Fakta yang memberatkan lagi, Jepang juga memaksa rakyat untuk menyerahkan hasil panennya sebanyak 50 – 80%.B. Perlawanan Rakyat Singaparna Kebijakan-kebijakan Jepang yang diterapkan dalam kehidupan masyarakat, banyak yang tidak sesuai dengan ajaran Islam, ajaran yang banyak dianut oleh masyarakat Singaparna. Tasikmalaya, Jawa Barat. Atas dasar pandangan dan ajaran Islam, rakyat Singaparna melakukan perlawanan terhadap pemerintahan Jepang. Perlawanan itu juga dilatarbelakangi oleh kehidupan rakyat yang semakin menderita. Para romusha dari Singaparna dikirim ke berbagai daerah di luar Jawa. Mereka umumnya tidak kembali karena menjadi korban keganasan alam maupun akibat tindakan Jepang yang tidak mengenal perikemanusiaan. Mereka banyak yang meninggal tanpa diketahui di mana kuburnya. Selain itu, rakyat juga diwajibkaan menyerahkan padi dan beras dengan aturan yang sangat menjerat dan menindas rakyat, sehingga penderitaan terjadi di mana-mana. Kemudian secara khusus rakyat 30Singaparna di bawah Kiai Zainal Mustafa menentang keras untuk melakukan seikeirei. Perlawanan meletus pada bulan Februari, 1944,dipimpin oleh seorang Kiai Zainal Mustafa, seorang ajengan tokoh ulama di Sukamanah, Singaparna. Ia adalah pendiri Pesantren Sukamanah. Ia sangat menentang kebijakankebijakan Jepang yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Bahkan Zainal Mustafa secara diam-diam telah membentuk “Pasukan Tempur Sukamanah†yang dipimpin oleh ajengan Najminudin. Kiai Zainal Mustafa memulai pertempuran pada salah satu hari Jumat di bulan Februari Perlawanan di Indramayu Perlawanan terhadap kekejaman Jepang juga terjadi di daerah Indramayu. Latar belakang dan sebab-sebab perlawanan itu tidak jauh berbeda dengan apa yang terjadi di Singaparna. Para petani dan rakyat Indramayu pada umumnya hidup sangat sengsara. Jepang telah bertindak semena-mena terhadap para petani Indramayu. Mereka harus menyerahkan sebagian besar hasil padinya kepada Jepang. Tentu kebijakan ini sangat menyengsarakan rakyat. Begitu juga kebijakan untuk mengerahkan tenaga romusha juga terjadi di Indramayu, sehingga semakin membuat rakyat menderita. Perlawanan rakyat Indramayu antara lain terjadi di Desa Kaplongan, Distrik Karangampel pada bulan April 1944. Kemudian pada bulan Juli, muncul pula perlawanan rakyat di Desa Cidempet, Kecamatan Lohbener. Perlawanan tersebut terjadi karena rakyat merasa tertindas dengan adanya kebijakan penarikan hasil padi yang sangat memberatkan. Rakyat yang baru saja memanen padinya harus langsung dibawa ke balai desa. Setelah itu, pemilik mengajukan permohonan kembali untuk 31mendapat sebagian padi hasil panennya. Rakyat tidak dapat menerima cara-cara Jepang yang demikian. Rakyat protes dan melawan. Mereka bersemboyan “lebih baik mati melawan Jepang daripada mati kelaparanâ€. Setelah kejadian tersebut, maka terjadilah perlawanan yang dilancarkan oleh rakyat. Namun, sekali lagi rakyat tidak mampu melawan kekuatan Jepang yang didukung dengan tentara dan peralatan yang lengkap. Rakyat telah menjadi korban dalam membela bumi tanah Rakyat Kalimantan Angkat Senjata Perlawanan rakyat terhadap kekejaman Jepang terjadi di banyak tempat. Begitu juga di Kalimantan, di sana terjadi peristiwa yang hampir sama dengan apa yang terjadi di Jawa dan Sumatra. Rakyat melawan Jepang karena himpitan penindasan yang dirasakan sangat berat. Salah satu perlawanan di Kalimantan adalah perlawanan yang dipimpin oleh Pang Suma, seorang pemimpin Suku Dayak. Pemimpin Suku Dayak ini memiliki pengaruh yang luas di kalangan orang-orang atau suku-suku dari daerah Tayan, Meliau, dan sekitarnya. Pang Suma dan pengikutnya melancarkan perlawanan terhadap Jepang dengan taktik perang gerilya. Mereka hanya berjumlah sedikit, tetapi dengan bantuan rakyat yang militan dan dengan memanfaatkan keuntungan alam rimba belantara, sungai, rawa, dan daerah yang sulit ditempuh perlawanan berkobar dengan sengitnya. Namun, harus dipahami bahwa di kalangan penduduk juga berkeliaran para mata-mata Jepang yang berasal dari orang-orang Indonesia sendiri. Lebih menyedihkan lagi, para mata-mata itu juga tidak segan-segan menangkap rakyat, melakukan penganiayaan, dan pembunuhan, baik terhadap orang-orang yang dicurigai atau bahkan terhadap saudaranya sendiri. Adanya mata-mata inilah yang sering membuat perlawanan para pejuang Indonesia dapat dikalahkan oleh penjajah. Demikian juga perlawanan rakyat yang dipimpin Pang Suma di Kalimantan ini akhirnya mengalami kegagalan Rakyat Irian Melawan 32Pada masa pendudukan Jepang, penderitaan juga dialami oleh rakyat di Irian. Mereka mendapat pukulan dan penganiayaan yang sering di luar batas kemanusiaan. Oleh karena itu, wajar jika kemudian mereka melancarkan perlawanan terhadap Jepangi. Gerakan perlawanan yang terkenal di Papua adalah “Gerakan Koreri†yang berpusat di Biak dengan pemimpinnya bernama L. Rumkorem. Biak merupakan pusat pergolakan untuk melawan pendudukan Jepang. Rakyat Irian memiliki semangat juang pantang menyerah, sekalipun Jepang sangat kuat, sedangkan rakyat hanya menggunakan senjata seadanya untuk melawan. Rakyat Irian terus memberikan perlawanan di berbagai tempat. Mereka juga tidak memiliki rasa takut. Padahal kalau ada rakyat yang tertangkap, Jepang tidak segan- segan memberi hukuman pancung di depan umum. Namun, rakyat Irian tidak gentar menghadapi semua itu. Mereka melakukan taktik perang gerilya. Tampaknya, Jepang cukup kewalahan menghadapi keberanian dan taktik gerilya orang-orang Irian. Akhirnya, Jepang tidak mampu bertahan menghadapi para pejuang Irian tersebut. Jepang akhirnya meninggalkan Biak. Oleh karena itu, dapat dikatakan Pulau Biak ini merupakan daerah bebas dan merdeka yang pertama di Indonesia. Ternyata perlawanan di tanah Irian ini juga meluas ke berbagai daerah, dari Biak kemudian ke Yapen Selatan. Salah seorang pemimpin perlawanan di daerah ini adalah Silas Papare. Perlawanan di daerah ini berlangsung sangat lama bahkan sampai kemudian tentara Jepang dikalahkan Sekutu. Setelah berjuang bergerilya dalam waktu yang sangat lama, rakyat Yapen Selatan mendapatkan bantuan senjata dari Sekutu, bantuan senjata itu membantu rakyat Yapen Selatan untuk mengalahkan Jepang. Hal tersebut menunjukkan bagaimana keuletan rakyat Irian dalam menghadapi kekejaman pendudukan Perlawanan Peta Yang ada pada benak Jepang adalah memenangkan perang dan upaya mempertahankan Indonesia dari serangan Sekutu. Namun, justru rakyat yang dikorbankan. Rakyat menjadi semakin menderita. Penderitaan demi penderitaan ini mulai terlintas di benak Supriyadi seorang Shodanco PETA. Tumbuhlah semangat dan kesadaran nasional, sehingga timbul rencana untuk melakukan perlawanan 33terhadap Jepang. Sebagai komandan PETA, Supriyadi cukup memahamibagaimana penderitaan rakyat akibat penindasan yang dilakukan Jepang. Halsemacam ini juga dirasakan Supriyadi dan kawankawannya di lingkungan kerap menyaksikan sikap congkak dan sombong dari para syidokan yangmelatih mereka Penderitaan rakyat itulah yang menimbulkan rencana para anggotaPETA di Blitar untuk melancarkan perlawanan terhadap pendudukan Jepang. Pemberontakan PETA di Blitar Sumber Rencana perlawanan itu tampaknya sudah bulat tinggal menunggu waktuyang tepat. Dalam perlawanan PETA tersebut, direncanakan akan melibatkanrakyat dan beberapa kesatuan lain. Apa pun yang terjadi, Supriyadi dengan teman-temannya sudah bertekad bulat untuk melancarkan serangan terhadap pihak Jepang. Pada tanggal 29 Februari 1945 dini hari, Supriyadi dengan teman-temannya mulai bergerak. Mereka melepaskan tembakan mortir, senapan mesin, dan granat dari daidan, lalu keluar dengan bersenjata lengkap. Setelah pihak Jepang mengetahui adanya gerakan penyerbuan itu, mereka segera mendatangkan pasukan yang semuanya orang Jepang. Pasukan Jepang juga dipersenjatai dengan beberapa tank dan pesawat udara. Mereka segera menghalau para anggota PETA yang mencoba melakukan perlawanan. Pimpinan tentara Jepang kemudian menyerukan 34kepada segenap anggota PETA yang melakukan serangan, agar segera kembali keinduk kesatuan masing-masing. Untuk menghadapi perlawanan PETA di bawah pimpinan Supriyadi, Jepangmengerahkan semua pasukannya dan mulai memblokir serta mengepungpertahanan pasukan PETA tersebut. Namun, pasukan Supriyadi tetap semangat, tekad, dan keuletan pasukan Supriyadi dan Muradi tersebut,maka Jepang mulai menggunakan tipu muslihat. Komandan pasukan JepangKolonel Katagiri berpura-pura menyerah kepada pasukan Muradi. Kolonel Katagirikemudian bertukar pikiran dengan anggota pasukan PETA dengan lemah lembut,penuh kesantunan, sehingga hati para pemuda yang telah memuncak panas itu bisamembalik menjadi dingin kembali. Kolonel Katagiri berhasil mengadakan persetujuan dengan mereka. Parapemuda PETA yang melancarkan serangan bersedia kembali ke daidan besertasenjata-senjatanya. Katagiri menjanjikan, bahwa segala sesuatu akan dianggap soalinteren daidan, dan akan diurus oleh Daidanco Surakhmad. Mereka akan diterimakembali dan tidak akan dibawa ke depan pengadilan militer. Dengan hasilkesepakatan itu, maka pada suatu hari kira-kira pukul delapan malam ShodancoMuradi tiba bersama pasukannya kembali ke daidan. Di sini sudah berderet barisanpara perwira di bawah pimpinan Daidanco Surahmad. Sejenak kemudian ShodancoMuradi maju, lapor kepada Daidanco Surakhmad, bahwa pasukannya telahkembali. Mereka juga menyatakan menyesal atas perbuatan melawan Jepang danberjanji untuk setia kepada kesatuannya. Mereka tidak menyadari bahwa telahmasuk perangkap, karena dari tempat-tempat yang gelap pasukan Jepang telahmengepung mereka. Mereka kemudian dilucuti senjatanya dan ditawan, diangkutke Markas KemPETAi Blitar. Ternyata Muradi yang sudah menyerah tetap diadilidan dijatuhi hukuman mati. Kekuatan PETA ini di bawah Supriyadi ini semakin lemah. Tidak terlalulama akhirnya perlawanan PETA di Blitar di bawah pimpinan Supriyadi ini dapatdipadamkan. Tokoh-tokoh dan anggota PETA yang ditangkap kemudian diadili didepan Mahkamah Militer Jepang di Jakarta. Setelah melalui beberapa kalipersidangan, mereka kemudian dijatuhi hukuman sesuai dengan peranan masing- 35masing dalam perlawanan itu. Ada yang mendapat pidana mati, ada yang seumurhidup, dan sebagainya. Mereka yang dipidana mati antara lain, dr. Ismail, Muradiyang sudah disebutkan di atas, Suparyono, Halir Mangkudijoyo, Sunanto, danSudarno. Sementara itu, Supriyadi tidak jelas beritanya dan tidak disebutsebutdalam pengadilan tersebut. 36KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 DAMPAK PENDUDUKAN JEPANG DI INDONESIA Kalian tentu sudah menyimak bagaimana praktek pendudukan Jepang diIndonesia. Meski penguasaan Jepang di Indonesia hanya sekitar 3,5 tahun jauh lebihsingkat dibanding dengan penguasaan Belanda di Indonesia namun Jpeang telahmembawa dampak pengaruh yang cukup besar bagi Indonesia, baik dampak negatifmapun positifnya. berikut ini dipaparkan dampak pendudukan Jepang dalam berbagaibidang. Penasaran ??? Ayo... simak lebih jauh!!A. Dampak dalam Bidang Politik 1 Melarang penggunaan bahasa Belanda dan mewajibkan penggunaan bahasa Jepang. Dalam prakteknya, untuk mendapatkan simpati rakyat Indonesia, Jepang juga mengizinkan penggunaan Bahasa Indonesia dan pengibaran bendera Merah Putih. 2 Struktur pemerintahan disusun sesuai keinginan Jepang. 3 Melakukan seikerei setiap upacara bendera, yaitu penghormatan ke arah Tokyo dengan membungkukkan badan 90 derajat untuk Kaisar Jepang Tenno Heika. 4 Membentuk pemerintahan militer dengan angkatan darat dan angkatan laut. 5 Jepang membubarkan organisasi-organisasi politik dan melarang segala jenis rapat dan kegiatan – kegiatan politik. 6 Membentuk organisasi-organisasi sebagai alat propaganda, namun sebagian besar organisasi yang dibentuk oleh Jepang dimanfaatkan tokoh pejuang untuk kepentingan pergerakan nasional. 7 Jepang mendukung semangat anti-Belanda, sehingga mau tak mau ikut mendukung semangat nasionalisme Indonesia. Antara lain menolak pengaruh- pengaruh Belanda, misalnya perubahan nama Batavia menjadi Jakarta. 8 Untuk mendapatkan dukungan rakyat Indonesia, Jepang mendekati pemimpin nasional Indonesia seperti Sukarno dengan harapan agar Sukarno mau 37membantu Jepang memobilisasi rakyat Indonesia. Pengakuan Jepang ini mengukuhkan posisi para pemimpin nasional Indonesia dan memberikan mereka kesempatan memimpin rakyatnya. 9 Pemerintah Jepang juga menjanjikan kemerdekaan bagi bangsa Indonesia yang diucapkan oleh PM Tojo dalam kunjungannya ke Indonesia pada September 1943, dan dari janji inilah Jepang kemudian membentuk BPUPKI dan PPKI. Dengan kehadiran badan ini, memungkinkan Indonesia membentuk hal-hal yang berkaitan dengan persiapan Indonesia merdeka, seperti dasar negara PancasilaB. Dampak dalam Bidang Sosial Budaya 1 Selama masa pendudukan Jepang, kehidupan sosial dan budaya masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan. Penderitaan rakyat bertambah karena segala kegiatan rakyat dicurahkan untuk memenuhi kebutuhan perang Jepang dalam menghadapi musuh-musuhnya. Terlebih rakyat dijadikan pekerja romusha kerja paksa zaman Jepang sehingga banyak jatuh korban akibat kelaparan dan penyakit. 2 Kesulitan proses komunikasi antarpulau dan dunia luar karena semua saluran komunikasi dikendalikan Jepang. 3 Semua nama-nama kota yang menggunakan bahasa Belanda diganti Bahasa Indonesia seperti Batavia menjadi Jakarta dan Buitenzorg menjadi Bogor. 4 Kebijakan Kinrohoshi yaitu tradisi kerja bakti secara massal pada masa pendudukan Jepang. 5 Mendirikan pusat kebudayaan Keimin Bunka Shidoso pada 1 April 1943 untuk mengawasi karya para seniman agar tidak menyimpang dari tujuan Jepang. 6 Kondisi sosial yang sangat parah kesulitan makanan, penyakit dsb menyebabkan maraknya tindak kriminal seperti perampokan, pemerkosaan dan lain-lain. 7 Adanya praktik perbudakan wanita yugun ianfu. Banyak wanita muda Indonesia yang digunakan sebagai wanita penghibur bagi perang Jepang. 388 Pembatasan pers sehingga tidak ada pers yang independent dan pengawasan berada di bawah pengawasan Dampak dalam Bidang Ekonomi 1 Jepang mengeksploitasi sumber daya alam dan sumber daya manusia untuk kepentingan perang jepang. 2 Jepang mengmbil secara paksa makanan, pakaian dan pembekalan lainnya dari rakyat Indonesia tanpa kompensasi. 3 Terjadinya inflasi dan krisis ekonomi yang sangat menyengsarakan rakyat. 4 Kegiatan ekonomi diarahkan untuk kepentingan perang sehingga seluruh potensi SDA dan bahan mentah lainnya digunakan untuk mendukung industri perang. 5 Penerapan sanksi yang berat oleh Jepang dengan menerapkan sistem ekonomi secara ketat. 6 Menerapkan sistem ekonomi perang dan sistem autarki memenuhi kebutuhan daerah sendiri dan menunjang kegiatan perang 7 Perkebunan-perkebunan diawasi dan dipegang sepenuhnya oleh pemerintah Jepang. Banyak perkebunan yang dirusak dan diganti tanamannya untuk keperluan biaya perang. Rakyat dilarang menanam tebu dan membuat gula. Beberapa perusahaan swasta Jepang yang menangani pabrik gula adalah Meiji Seito Kaisya 8 Masyarakat juga diwajibkan untuk melakukan pekerjaan yang dinilai berguna bagi masyarakat luas, seperti memperbaiki jalan, saluran air, atau menanam pohon jarak. Mereka melakukannya secara bergantian. Untuk mejalankan tugas tersebut dengan baik, maka dibentuklah tonarigumi rukun tetangga untuk memobilisasi massa dengan Dampak dalam Bidang Pendidikan 1 Pada masa pendudukan Jepang, keadaan pendidikan di Indonesia semakin memburuk. Pendidikan tingkat dasar hanya satu, yaitu pendidikan enam tahun. Hal itu sebagai politik Jepang untuk memudahkan pengawasan. 392 Para pelajar wajib mempelajari bahasa Jepang. Mereka juga harus mempelajari adat istiadat Jepang dan lagu kebangsaan Jepang, Kimigayo, serta gerak badan sebelum pelajaran dimulai. 3 Bahasa Indonesia digunakan sebagai bahasa pengantar di semua sekolah dan dianggap sebagai mata pelajaran wajib 4 Sementara itu, perguruan tinggi di tutup pada tahun 1943. Beberapa perguruan tinggi yang dibuka lagi adalah Perguruan Tinggi Kedokteran Ika Daigaku di Jakarta dan Perguruan Tinggi Teknik Kogyo Daigaku di Bandung. Jepang juga membuka Akademi Pamong Praja Konkoku Gakuin di Jakarta, serta Perguruan Tinggi Hewan di Bogor. Pada saat itu, perkembangan perguruan tinggi benar-benar mengalami kemunduran 5 Pelajar juga dianjurkan untuk masuk militer. Mereka diajarkan Heiho atau sebagai pembantu prajurit. Pemuda-pemuda juga dianjurkan masuk barisan seinenden dan keibodan pembantu polisi. Mereka dilatih baris berbaris dan perang meskipun hanya bersenjatakan kayu. Dalam seinenden mereka dijadikan barisan pelopor atau suisintai. Barisan pelopor itu mendapat pelatihan yang berat. Latihan militer itu kelak sangat berguna bagi bangsa Dampak dalam Bidang Militer Akibat pendudukan Jepang bidang militer Perbedaan antara masa penjajahan sebelumnya dengan masa pendudukan Jepang adalah rakyat Indonesia mendapatkan manfaat pengalaman dan pelatihan militer mencakup dalam bidang ketentaraan, bidang pertahanan, dan bidang keamanan. Pelatihan militer yang diperoleh rakyat Indonesia adalah dalam hal dasar-dasar militer, baris berbaris dan latihan menggunakan senjata, Melalui propagandanya, Jepang berhasil membujuk penduduk untuk menghadapi Sekutu. Oleh karena itu, Jepang melatih penduduk dengan latihan-latihan militer. Pada 1943 Jepang semakin intensif mendidik dan melatih pemuda Indonesia di bidang militer. Jepang membentuk organisasi semi militer dan organisasi militer yang harus diikuti para pemuda di Indonesia untuk membantu Jepang yang semakin terdesak oleh Sekutu dalam Perang Pasifik. Seperti Seinendan, Keibodan pembantu polisi, Fujinkai, Hizbullah dan Barisan Pelopor 40serta Heiho sebagai pembantu prajurit dan PETA Pembela Tanah Air. Bekaspasukan PETA akan menjadi kekuatan inti Badan Keamanan Rakyat BKR yangmenjadi Tentara Keamanan Rakyat TKR, merupakan cikal bakal TentaraNasional Indonesia TNI. 41UJI KOMPETENSISetelah mempelajari seluruh materi, mari kita berlatih soal-soal terkait materikondisi bangsa Indonesia pada masa pendudukan Jepang agar kalian lebih pahamdan mengerti!1. Tujuan pokok pembentukan Jawa Hokokai pada tahun 1944 pada masa pendudukan Jepang adalah... A. Membentuk kekuatan militer di kalangan masyarakat Jawa, persiapan Indonesia merdeka B. Membentuk pasukan berani mati di Jawa, untuk kepentingan pemerintahan Indonesia C. Menggalang dukungan rakyat untuk berbakti dan rela berkorban demi perang Jepang D. Menggalang dukungan untuk mewujudkandan mendukung perjuangan Gerakan Tiga A E. Mendukung kepentingan ekonomi Jepang melalui pembentukan organisasi2. Shusintai, Seinendan, dan Hizbullah adalah beberapa contoh organisasi semi militer yang dibentuk langsung oleh pemerintah militer Jepang. Tujuan tersembunyi dibalik pembentuknya organisasi semi militer pada masa pendudukan Jepang adalah.... A. Mendidik dan melatih pemuda agar dapat menjaga dan mempertahankan tanah air B. Untuk mendapatkan tentara terdidik dalam mensukseskan peperangan di dalam negeri C. Untuk mendapatkan tentara profesional dalam mensukseskan peperangan di luar negeri D. Untuk mendapatkan tentara cadangan dalam mensukseskan peperangan Jepang E. Mengakomodasi gerakan kaum nasionalis agar tidak terjadi gerakan bawah tanah 423. Perhatikan informasi berikut! 1 Jepang mewajibkan rakyat menggunakan bahasa Indonesia 2 Larangan penggunaan bahasa Belanda sebagai percakapan sehari-hari 3 Mempermudah komunikasi dengan orang Indonesia untuk propaganda 4 Bahasa Jepang masih serumpun dengan bahasa Indonesia 5 Bahasa Indonesia sangat demokratis karena membedakan tingkatan pemakaiannya Dampak positif dari pendudukan Jepang diantaranya adalah berkembangnya bahasa Indonesia. Faktor-faktor penyebabnya adalah.... A. 1, 2, 3 B. 1, 3, 5 C. 2, 3, 4 D. 2, 3, 5 E. 3, 4, 54. Pendudukan Jepang di Indonesia menimbulkan kesengsaraan bagi rakyat Indonesia. Hal ini disebabkan Jepang mengadakan eksploitasi baik bidang ekonomi maupun sosial. Pada Maret 1943 pemerintah Jepang membentuk Pusat Tenaga Rakyat Putra yang dipimpin oleh empat serangkai yaitu Ir. Soekarno, Hatta, Mas Mansyur , Ku Hajar Dewantara. Melalui Putra, para pemimpin Indonesia dapat berhubungan dengan rakyat secara langsung, baik melayu rapat maupun media masa milik Jepang. Pada perkembangan organisasi Putra dimanfaatkan oleh para pemimpin Indonesia dalam proses perjuangan bangsa Indonesia, karena.... A. Menarik perhatian bangsa Indonesia agar membantu pasukan Jepang dalam perang Asia Timur Raya B. Membangkitkan semangat nasionalisme serta menumbuhkan rasa percaya diri serta harga diri bangsa C. Membujuk kaum nasionalis sekuler dan kaum intelektual agar dapat mengerahkan tenaga untuk melawan Jepang 43D. Mengerahkan rakyat Indonesia untuk mendukung peperangan Jepang menghadapi sekutu E. Mempersatukan rakyat Jawa dalam menghadapi serangan sekutu dalam perang Asia Timur Raya5. Perlawanan rakyat Singaparna selain karena penderitaan rakyat, perlawanan juga disebabkan penolakan rakyat untuk melakukan Seikerei, yakni ... A. penyerahan padi terhadap pemerintah Jepang B. kewajiban untuk ikut romusha bagi rakyat Singaparna C. penguburan massal tanpa dilakukan menurut cara-cara Islam D. penindasan dan pemkasaan terhadap rakyat E. kewajiban menundukkan kepala ke arah matahari terbit6. Latar belakang perlawanan PETA di Blitar terhadap Jepang adalah ... A. menguji latihan militer yang dierima tentara PETA B. adanya penindasan Jepang dan penderitaan rakyat C. sikap menolak terhadap upacara militer yang dipaksakan Jepang D. menolak latihan militer dari para pelatih Jepang E. rasa solidaritas terhadap teman-teman mereka yang ditangkap Jepang7. Gerakan perlawanan terhadap Jepang yang terkenal di Biak adalah Gerakan Koreri yang berpusat di daerah ... . A. Yapen Selatan B. Jayapura C. Wamena D. Biak E. Serui8. Jepang berjanji memberikan kemerdekaan kepada Indonesia pada tanggal 24 Agustus 1945. Namun, Bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945. Hal ini memperlihatkan bahwa.... 44A. Indonesia cepat memanfaatkan momentum menyerahnya Jepang pada Sekutu B. Semangat kemerdekaan begitu kuat dalam diri bangsa Indonesia C. Kemerdekaan Bangsa Indonesia bukan pemberian Jepang D. Jepang ternyata bukan "saudara tua" Bangsa Indonesia E. Indonesia bisa melawan keadidayaan bangsa Jepang9. Tujuan pemerintahan pendudukan Jepang membutuhkan tenaga kerja romusha dalam jumlah besar adalah.... A. Membantu tentara Jepang dalam peperangan di wilayah Pasifik melawan tentara Sekutu B. Memenuhi kebutuhan akan tenaga kerja di perkebunan di sekitar Jawa dan Sumatera C. Untuk membangun fasilitas-fasilitas umum guna mempersiapkan kemerdekaan Indonesia D. Untuk membangun pangkalan-pangkalan militer guna menghadapi serangan tentara Sekutu E. Memenuhi kebutuhan perang Jepang dalam waktu cepat dan singkat10. Pada masa pendudukan Jepang, aktivitas pendidikan formal di Sekolah-sekolah Indonesia mengalami penurunan karena.... A. Pendidikan pemuda terfokus pada militer B. Sekolah hancur karena Perang Asia Timur Raya C. Sekolah dianggap sebagai sumber pemberontakan D. Tidak tersedianya dana untuk pendidikan di Indoesia E. Guru-guru melakukan aksi mogok menuntun kesejahteraan 45UJI KOMPETENSIJawablah pertanyaan di bawah ini dengan memberikan uraianmu!1. Jelaskan proses kedatangan Jepang ke Indonesia berdasarkan peta di bawah ini!2. Tujuan utama Jepang datang ke Indonesia yaitu menjadikan Indonesia sebagai pemasok untuk industri dan mesin perang, untuk mewujudkan tujuan tersebut, Jepang mencari simpati rakyat Indonesia dan mengeluarkan propaganda propaganda. Dari pernyataan singkat tersebut, coba jelaskan propaganda Jepang yang ditetapkan di Indonesia!3. Jelaskanlah salah satu peran rakyat Indonesia dalam salah satu organisasi bentukan Jepang! 464. Setelah mempelajari kebijakan pendudukan Jepang dalam berbagai bidang, analisislah apakan kebijakan kebijakan yang sudah dikeluarkan berdampak terhadap kehidupan bangsa Indonesia, jika ada jelaskan dampak potisif dan negatifnya!5. Mengapa Jepang membentuk pemerintahan militer di tiga kawasan Sumatra, Jawa- Madura, dan kawasan Indonesia Timur? 47DAFTAR PUSTAKAAmelia F. 2009. Pendudukan Jepang di Indonesia. Semarang ALPRINChalid, Latif. 1983. Atlas Sejarah. Jakarta Pembina dan Eko Targiyatmi. 2020. Sejarah Pembelajaran Sejarah Interaktif Untuk Kelas XI SMA dan MA. Solo Tiga SerangkaiImran, A Iskandar, dkk. 2012. Indonesia dalam Arus Sejarah Jilid 6 Perang dan Revolusi. Jakarta PT Ichtiar Baru van HoeveIsnaeni, Hendri F. dan Apid. 2008. Romusa Sejarah Yang Terlupakan. Yogyakarta 1997. Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta BentangM. C. Ricklefs. 2007. Sejarah Indonesia Modern 1200-2004. Jakarta PT Ikrar MandiriabadiOktorino, Nino. 2016. Di Bawah Matahari Terbit Sejarah Pendudukan Jepang di Indonesia, 1941-1945. Jakarta Elex Media KomputindoPoesponegoro, Djoned M. Dan Notosusanto, Nugroho. 2011. Sejarah Nasional Indonesia VI Zaman Jepang dan Zaman Republik. Edisi Pemutakhiran. Jakarta Balai Pustaka 48PROFIL PENULIS Siti Solechatul Jannah 190210302041 Lahir di Kediri, 08 September 2000. Telah menyelesaikan pendidikan dasar di SDN Jamsaren 1, Kediri pada tahun 2013; menamatkan pendidikan menengah pertama diSMPN 5 Kota Kediri pada tahun 2016; dan lulus pendidikan menengah atas di SMAN 3 Kota Kediri pada tahun 2019; kemudian melanjutkan pendidikan tinggi program Sarjana di FKIP-Universitas Jember, dengan mengambil program studi Pendidikan Sejarah. 49
para romusha diambil dari desa desa di pulau jawa karena